Just suggestion
Alangkah damainya rasanya manakala diskusi
kita ini dilakukan dengan cara2 yang santun
tanpa harus menyaikiti perasaan atau membuat
ketersinggungan dan kesan saling menggurui satu dengan lainnya.
Disinilah keterbukaan dan keikhlasan dituntut,
untuk yang merasa berpengetahuan lebih,
janganlah mentang2 sehingga se-olah orang lain
itu selalu salah pendapatnya sehingga
direndahkan pendapatnya itu dan dialah yang
paling benar dan paling banyak tahu.
Untuk yang lebih, ikhlaskanlah memberi yang
berkurangan dan begitu juga yang merasa kurang
jangan malu dan sungkan untuk belajar dan menggali dari yang lebih tahu.
Ini millist komunitas Islam, namun saya punya
keyakinan anggotanya tidak hanya terbatas pada
pemeluk Islam. Sesama sohib aja seperti ini bicaranya APA KATA DUNIA..?
DAMAI ITU INDAH, kok
. dan itu tidak hanya
saat di semprit polisi seperti kata mas Gede.
Wassalam
Hamami
----------
From: Alkhori M [ mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, April 29, 2009 8:36 AM
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu --c|
Mas Fahru,
Terima kasih komentarnya sangat baik & bagus
sekali. Tapi anda terlalu bersemangat,
sehingga yang ditanya lain yang dikomentari
yang lain. Yang ditanyakan adalah Adakah yang
bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti
dari KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU yang
sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?
Kadang-kadang saya malu dan senyum-senyum
membaca komentar anda yang sangat bersemangat,
tapi komentarnya selalu keluar dari konteks &
konsep. Lain kali dibaca dulu 2x atau 3x email
yang diposting setelah mengerti baru
dikomentari. Yang saya tanyakan bukan soal
AHMADIYAH, karena Mirza Ghulam Ahmad adalah
Ulama Besar tahu apa yang beliau lakukan,
bukan tingkat-tingkat kita level ilmu adhienul
islamnya, bagaimana anda sanggup memberikan
tanggapan yang lebih sering salah tanggap
dengan email yang diposting orang lain. Dalam
minggu ini saja sudah 2x tanggapan anda keluar
dari topiknya seperti contoh email anda ini,
yang ditanya khataman nabiyin yang dijawab ahmadiyah.
Begitulah typical ummat Islam yang banyak
sekarang ini, Yaitu mudah terpancing, tidak
jelas apa masalahnya sudah berikan komentar,
sangat tepat sekali pepatah lama yaitu KALAU
KAIL PANJANG SEJENGKAL JANGAN LAUT HENDAK
DIDUGA. Dimasyarakat yang sudah melek seperti
di-milist islam ini yang nota-bene orang yang
sering membaca alias IQRA masih terdapat
orang-orang yang lebih keras dan lebih sering
menggunakan OTOT ketimbang OTAK. Apa lagi
mereka-mereka yang masih msikin dan bodoh. Subhanallah & astagfirullah.
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
----------
From:
<mailto:[email protected]>[email protected]
[ mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: Wednesday, April 29, 2009 3:37 AM
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu --c|
Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa
sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN,
LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?
---
ada mas,
jangan khawatir, saya kasih tafsiran yg tepat, akurat
pas dan guampang dimengerti, ahmadiyah itu kafir!
walau demikian jama'ahnya tdk perlu ditumpas kecuali
mereka ganti nama agama dan punya ritual yg gak boleh
nyrempet Islam eg. punya masjid, sembayhang spt
shalatnya ummat Islam .. dstnya.
saya yakin, setiap muslim yg mengerti tidak akan ganggu
sedikitpun kalau mereka mau lakukan itu. yah sbgmna muslim
berdampingan dgn ummat lain yg juga punya ritual sendiri2
kalo gak mau ya asal tahan saja disengat lebah ...
---
aniwei,
saya tuh seneng juga baca celoteh sampeyan yg banyak ngawurnya.
senengnya, saya bisa ngomel ... hehehe. imbasnya suasana isnet jadi
hidup penuh dgn diskusi yah sampai temperatur 70-80 Celcius, brgkali.
dlm benak saya, sampeyan itu tester ideologi jama'ah isnet yg baik.
harapan saya, semoga setiap uraian yg nampak asbun itu pun bukan diri
antum sejati melainkan sekedar penguji sensitivitas ghirah keislaman.
buat kawans juga,
mudah2an setiap komentar, respon yg dikutip terutama dari Qur'an & hadist
itu sdg/sdh/akan pedoman amalan rutin diluar diskusi. sebab mungkin saja
ada org nyuruh sholat, tapi dirinya tidak shalat .. na'udzubillahi
insya Allah,
berbuat selurus apa yg pernah diucap, sepanjang ucapan2 itu yg baik makin
tambah kokh keimanan diri thd Islam. Amien
punten ah ...
salam,
Fahru
From: Alkhori M <<mailto:[email protected]>[email protected]>
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Tuesday, April 28, 2009 8:37:24 PM
Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu
KHATAMAN NABIYIN , LA NABIYA BA'DAHU
Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara
TERSURAT, makanya muncul kasus AHMADIYAH?
Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat
Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang
mengatakan AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan.
Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan
lahir dizaman Rasulullah, tentu mereka mereka
inilah yang paling didepan untuk membunuh
Rasulullah, mengapa demikian? Tentu
rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya.
Karena pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana saja,
padahal Allah telah memberikan aqal alias
brain agar manusia bisa berpikir dengan OTAK
dan bukan mengedepankan OTOT untuk
menyelesaikan persoalan. Makanya wahyu yang
pertama turun adalah IQRA maknanya BACA atau
BELAJAR dan bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!!
Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa
sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?
Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
__________ NOD32 3976 (20090330) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
<http://www.eset.com>http://www.eset.com
_______________________________________________
Is-lam mailing list
<mailto:[email protected]>[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam