Kembali ke LAPTOP, tuan suhu Alkhori, kalimat-kalimat njenengan di bawah itu, 
memangnya mesti diartikan gimana tho?
Saya sendiri muter-muter tujuh keliling nggak tahu harus mengartikan apa=)) 
Wong, banyak hal yang memang tidak terungkap untuk mendukung 
kesimpulan-kesimpulan, yang diambil tuan suhu Alkhori.
Misalnya kalimat ini:
Karena pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara 
sederhana saja...
Lha kalau tidak diartikan secara sederhana terus piye coba artinya? Lha kalau 
sederhana mengapa kita yang terdepan harus membunuh Rasullullah? 
Lha orang coba mengartikan malah tuan suhu Alkhori OTOT-OTOT-kan. Padahal untuk 
nulis kan memang harus pakai otot untuk menggerakkan tangan dan jari-jari.
Selain soal mengkaji (IQRA), di surat Al Alaq juga ada:
"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia 
melihat dirinya serba cukup."
Jadi, yo hati-hati, jangan-jangan tuan suhu Alkhori karena merasa sudah lebih 
Iqra (karena tidak hanya FIQIH saja), trus merasa sudah cukup, trus merasa yang 
paling aql,  trus menganggap yang lain lalu hanya tumpukan otot saja.
Tuh, lihat kembali soal pelajaran sejarah dan nilai yang sangat memuaskan itu? 
Wah seakan-akan kalau sudah lulusan S2 IAIN lalu nilai sejarahnya sangat 
memuaskan, terus sudah paham seluruh sirah Nabi=)) Jangan begitu tuan suhu 
Alkhori!!!
Salam hangat

B. Samparan

--- On Wed, 4/29/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

From: Alkhori M <[email protected]>
Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 29, 2009, 10:17 AM




 
 

 

 

 

 







 



Resending, agar lebih bisa ditanggapi
sesuai kontek alias kontektual. Tapi jangan sampai salah tanggap, ditanya A
dijawab B, sudah salah tanggap, tapi full speed pula, stay cool. 

   

KHATAMAN
 NABIYIN , LA 
NABIYA BA'DAHU 

   

Kalau judul diatas hanya diterjemahkan
secara TERSURAT, makanya muncul kasus AHMADIYAH? 

Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat
Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU secara FIQIH saja.
Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah
dibubarkan. 

   

Seandainya ummat yang sekarang ini
dimisalkan lahir dizaman Rasulullah, tentu mereka mereka inilah yang paling
didepan untuk membunuh Rasulullah, mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis
ini sudah tahu jawabanya. Karena pemahaman KHATAMAN
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana saja,
padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia bisa berpikir
dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan persoalan. Makanya
wahyu yang pertama turun adalah IQRA’
maknanya BACA atau BELAJAR dan
bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!! 

Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa
sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul
Islam? 

Insya Allah bersambung, salam kompak
selalu. 

   

Alkhori M 

Alkhor Community 

Qatar 

   



 



-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke