Alkhori:Ketika ditulis/ dikupas TASAUF, saya juga dikatakan SESAT,Ketika 
ditulis khatman nabiyin, saya juga sesat, membela ahmadiyahItu semua adalah 
tanda-tanda mempelajari Adhienul Islam dengan methode yang SALAH.
BS:Wah, saya kok malah belum pernah dengar soal metode benar salah, yang 
ditentukan dengan kriteria tuan suhu Alkhori.
BTW, kalau saya kok tidak greget sih untuk membawa-bawa kata BENAR dan SALAH, 
sering menimbulkan masalah dalam diskusi. Yah, mending apa yang menjadi 
pemikiran kita, kita narasi-kan. Lalu, biar terjadi dialog antar narasi. 
Setelahnya, ya kita masing-masing saling belajar. Jika kita berkenan, ya 
merubah pemahaman kita, jika tidak ya tidak apa-apa.
Alkhori:Kalau kita yang berpikiran sangat DEFENSIVE/ AGGRESSIVE, tidak 
mustahil, kalau kita hidup dizaman Rasulullah, mungkin kitalah orang-orang yang 
termasuk yang ingin membunuh Nabi, karena kita termasuk manusia yang explossive 
alias flameable sangat mudah terpancing, belum jelas masalahnya sudah langsung 
MENUDUH orang lain dengan perasaan MERASA BENAR SENDIRI.
BS:Andaian semacam ini tidak akan pernah bisa dibuktikan kebenarannya, tuan 
suhu Alkhori. Jadi percuma didiskusikan.
Alkhori:Sewaktu menulis itu juga bagi saya adalah suatu proses 
belajar-mengajar, karena sewaktu menulis itu saya harus membuka referensi 
ber-jam-jam, agar tidak sia-sia apa yang saya observasi/ investigasi, maka saya 
rembeskan/ sharing di milis ini. Kalau warga disini, merasa sudah jadi penghuni 
SURGA semuanya (mostly like this), detik ini juga saya bisa STOP posting 
disini, nothing to lost.
BS:Paragraf semacam di atas bisa mendatangkan buruk sangka lho tuan suhu 
Alkhori, terutama pada (mostly like this). Apalagi yang ini "nothing to lost" 
:-)
Alkhori:Saya sudah lama juga bergabung di milis ini waktu itu namanya masih 
pakai ISNET, apakah milis ini masih yang dulu juga. Sejak 1994 sdh bergabung 
disini, warganya dulu adalah mahasiswa doktoral yang tugas belajar diLN karena 
mereka sudah pada matang berdiskusi, tidak ada yang namanya TEMBAK PRIBADI. 
Yang tahun tahun terakhir yang sangat aktif adalah Usman Maine yang di 
University Maine . Biasanya kalau sudah pulang keDN maka mereka menghilang 
karena internet koneksi masih mahal di Indonesia .BSTahun-tahun itu barangkali 
koneksi internet masih jarang dan mahal. Kalau sekarang rasanya tidak begitu. 
Kalau beberapa rekan setelah pulang di INA lalu tidak aktif, barangkali karena 
sibuk saja, atau mungkin lebih suka ke hal-hal (termasuk milist) yang lebih 
memiliki implikasi praktis.
BTW, soal kematangan berdiskusi tidak ditentukan oleh apakah mereka mahasiswa 
doktoral atau tidak. Kematangan berdiskusi lebih ditentukan oleh ego 
state seseorang: kanak-kanak, dewasa, atau orang tua. Nih, mas Dewa yang Gede 
itu lebih tahulah.
Alkhori:Tapi sekarang warganya saya tidak tahu, banyak yang dewasa memang, tapi 
tidak kalah banyak mereka mereka yang ber-OTOT alias childish. Salam kompak 
selalu. BS:NAh, paragraf ini juga berpotensi mengundang masalah, baiknya tuan 
suhu Alkhori tak perlulah mencoba menakar-nakar secara eksplisit ego state 
temen-teman. IMHO, kalau tuan suhu Alkhori memang merasa tidak sesat, ya 
diuraikan saja alasan-alasan mengapa tuan suhu tidak sesat. 
Salam hangat

B. Samparan




      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke