----- Original Message ----- From: "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]> To: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, December 15, 2002 11:19 PM Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma
> Sdr TDL, maaf saya agak lama meneruskan diskusi kita. Baru hari Senin ini > saya menghidupkan lagi koneksi internet saya. > > ----- Original Message ----- > From: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Monday, December 02, 2002 10:25 PM > Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma > > > > *Masalah pertama saya setuju dengan anda, asal jangan sampai kita ini > takut menggunakan Nalar kita karena menyangkut sesuatu yang dikatakan orang > sakral /sesuatu yang berbau agama / sesuatu yang dianggap menyalahi Tuhan, > karena belum tentu apa yang dikatakan orang adalah benar. > > OK. > > > *Kalau hanya suatu legenda / mitos memang kita tidak perlu terlalu pusing, > tetapi kalau menyangkut Dewa-Dewi kita, apalagi yang tidak baik, apakah juga > kita biarkan ?, lalu apa jadinya nanti bila didengar oleh anak cucu kita, > juga oleh orang lain ?, mungkin saja hal-hal semacam ini yang menyebabkan > generasi penerus Tridharma pindah ke yang lainnya. > > Menurut Budhisme, setiap indvidu memiliki karmanya sendiri. Terlahir kembali > menjadi hewan/setan/dewa adalah suatu kesunyataan krn merupakan proses > tumimbal lahir. Jadi, apanya yg hrs dianggap memalukan? Kalau ada seseorg > mendapatkan kesempatan menjadi Buddha/Bodhisatva/Dewa, tidak berarti sanak > saudaranya juga harus mendapatkan kedudukan yg terhormat dlm ajaran agama > (tdk seperti seorg pejabat publik di jaman sekarang, seluruh keluarganya > juga harus dikontrol secara sosial oleh masyarakat). Malahan ada contoh yg > lebih "parah" dari ayahnya Kwan Im Posat. Pernahkan Anda perhatikan > Ksitigarbha Bodhisatva (Tee Cong Ong Posat) dlm Buddha Mhayana selalu > digambarkan disertai oleh seekor anjing? Dikisahkan anjing iu dlm kehidupan > sebelumnya adalah Ibu dari Sang Bodhisatva. Krn perbuatan > karma buruknya sendiri, beliau terlahir kembali sebagai seekor anjing. Sang > Bdhisatva krn mengetahui keadaan ibunya ini lalu berusaha menolong ibunya > krn mengingat budi baik sang ibu kepadanya. Jdi, dgn pengertian pada konsep > tumimbal lahir, saya tetap berpegang pada tulisan saya di email sebelumnya. > Kalau toh hal ini diekspose oleh pihak tertentu untuk mendiskreditkan ajaran > TriDharma, usaha yg paling mungkin, walaupun tdk mudah, untuk dilakukan > adalah dgn menjelaskan konsep tumimbal lahir ini kepada mereka. Masalah > penjelasan bisa diterima/tidak, itu sangat tergantung kepada motivasi mereka > apakah mereka berniat utk studi banding dgn dasar saling menghormati > keyakinan umat beragama lain, atau mereka berniat mendiskreditkan keyakinan > umat beragama lain. > > > > *Bila demikian dengan sendirinya bisa kita simpulkan bahwa cerita yang > mengatakan seseorang yang meninggal kemudian arwahnya menjadi hantu tidak > bisa menjadi Dewa / Budha, betul khan ? > > Kembali ke konsep tumimbal lahir, jawabnya : adalah bisa. Terlahir kembali > menjadi hantu adalah bagian dari proses. Setelah karma buruknya habis, > individu tsb akan terlahir kembali di alam lain. Individu yg pada suatu masa > terlahir di alam hantu, tdk bisa dicap seterusnya akan menjadi hantu. > Dlm konsep Buddhisme, kalau proses mencapai Ke-Buddha-an kita ibaratkan > lomba lari 100 meter, setiap makhluk di alam semesta ini memiliki kans yg > sama utk berlomba mencapai garis finish (mencapai kesempurnaan). Ada yg > sudah mencapai 10 meter, 5 meter, 90 meter ataupun baru 10 cm. Terlahir > kembali di alam yg lebih tinggi diibaratkan mencapai kemajuan, sebaliknya > terlahir kembali di alam yg lebih rendah, berarti malah mengalami > kemunduran. Baik maju ataupun mundur ada cm jarak yg harus ditempuh. Tidak > ada yg lompat dari jarak 10m langsung ke finish. Ada urutan jarak yg harus > dilalui meter demi meter untuk menuju ke 100 meter. > > Mudah-mudahan penjelasan saya bisa Anda mengerti. Mohon maaf kalau ada yg > kurang tepat/berkenan. Saya juga akan senang sekali kalau di antara > rekan-rekan ada yg mengulas dlm sudut pandang Taoisme. > > Salam damai > > Agung > > > --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
