Sorry, saya kurang kontrol alamat yang saya tuju, sebenarnya saya tujukan ke
milis.
Dan sekarang akan saya tanggapi postingan anda.
Dari postingan anda, terlihat bahwa kalau di alam Dewa , Setan, Manusia,
mungkin Hewan bisa terjadi loncatan diantara alam tersebut, seakan-akan
tidak ada tingkatan-tingkatan yang harus dilalui bila bertumimbal lahir.
Sedangkan untuk ke alam Budha harus melalui tingkatan-tingkatan, tidak bisa
loncat.   Kalau memang demikian apa dasarnya, dan alasannya ?
Dan apakah menurut anda yang dimaksudkan dengan terlahir 7 kali adalah
terlahir sebagai manusia?
Anda mengatakan Sidharta Gautama adalah Ji Lay Hud dan Maitreya adalah Mi
Lek Hud, tetapi sepengetahuan saya, Ji Lay Hud dan Mi Lek Fuk (anda
menulisnya Mi Lek Hud)  hanyalah beda dialek yang menunjuk pada Budha
Maitreya/Budha Haha....
Pembahasan kehidupan setelah mati terbahas karena diajaranpun diajarkan,
sehingga kita bisa memikirkannya dan bahkan untuk bekal kita dalam olah
batin yang kita jalani.
Kalau apa yang diajarkan sudah tidak bisa kita cerna, bagaimana kita
mengolah batin kita ?

Salam,
TDL
----- Original Message -----
From: "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 27, 2002 9:48 AM
Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma


Maaf, Sdr TDL, apakah Anda menghendaki diskusi ini menjadi diskusi pribadi
kita berdua? Tampaknya Anda tdk posting ke milis lagi. Saya ikuti saja dgn
langsung reply ke Anda.

Tentang hantu langsung menjadi dewa ==dewa dlm pengertian Buddhisme==, itu
bisa saja. Ilustrasinya begini, satu individu punya karma baik yg bisa
menyebabkan terlahir di alam dewa, namun kebetulan dia juga pernah berbuat
karma buruk sehingga harus terlahir di alam setan(peta). Bisa saja dia
terlahir di alam dewa dulu sampai karma baiknya habis, lalu langsung
terlahir di alam setan untuk menjalani akibat dari karma buruknya sampai
habis. Tapi bisa juga dia terlahir di alam setan dulu dan , katakanlah
menjalani hukuman dulu sampai habis, baru langsung terlahir di alam dewa.
Kalau dari hantu langsung menjadi Buddha, itu tdk bisa. Alasannya sbb . :
- Dlm email saya terdahulu yg mengibaratkan mencapai ke-Buddha-an dgn lomba
lari 100m, ada tahap-tahap yg harus dilalui. Bila suatu individu mencapai
kesucian tingkat pertama (Srotapati), ia masih harus terlahir kembali 7
kali. Kesucian tingkat 2 adalah Anagami, lalu Sakadagami, lalu
Arahat/Bodhisattva, barulah mencapai ke-Buddha-an. Jadi, sebelum berada di
tingkat Arahat, tdk bisa lompat menjadi Buddha.
- Pencapaian ke-Buddha-an ada 2 jalan, yakni melalui proses pencapaiaan
Penerangan Sempurna dan menjadi Manusibuddha atau dgn banyak berbuat jasa
terhadap makhluk hidup dan mejadi Paccekha Buddha. Yg banyak dibahas dlm
Buddhisme adalah proses mencapai Penerangan Sempurna. Krn Penerangan
Sempurna ini menjadi Dharma yg dibabarkan kepada kita.
- Proses mencapai Penerangan Sempurna adalah proses yg sangat langka (tdk
banyak terjadi) dlm suatu masa yg sangat panjang. Untuk suatu periode (maaf,
saya lupa istilah Sanskerta-nya), hanya akan ada 1 Manusibuddha.
Manusibuddha untuk periode sekarang adalah Sidharta Gautama (Ji Lay Hud).
Untuk periode mendatang adalah Maitreya Bodhisatva. (sebagian aliran
menganggap Maitreya sdh menjadi Buddha dan disebut Mi Lek Hud).

Dari uraian di atas bisa ditarik kesimpulan kejadian hantu untuk langsung
mencapai ke-Buddha-an sangat sulit untuk bisa terjadi. Namun, pernah
dikisahkan bahwa saat Sang Budha Gautama membabarkan Dharma di suatu tempat,
ada seorg Raja Setan yg ikut mendengarkan. Begitu mendengar pembabaran
Dharma, saat itu juga si Raja Setan mencapai pencerahan (bukan Penerangan
Sempurna), dan mencapai tingkatan Srotapati.

Sdr. TDL, kalau saran saya, lebih baik kita berkonsentrasi kepada ajaran.
Itu akan lebih mudah kita cerna dan kita buktikan. Kalau masalah kehidupan
sesudah mati, sulit kita buktikan sendiri tanpa kita sendiri melakukan olah
batin yg memadai.

Salam


Agung

----- Original Message -----
From: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, December 17, 2002 7:55 PM
Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma


> Selamat beraktifitas kembali Sdr. Agung, saya sendiri belakangan tidak
> begitu aktif.
>
> Langsung saja saya tanggapi pendapat anda :
> *Kalau memang demikian teori dari Agama Budha saya bisa mengerti, dan
> tentunya dari unsur Tridharma yang lain seperti Tao, dan Konghucu
mempunyai
> teori yang berbeda dengan teori tersebut, sehingga teori tersebut tidak
bisa
> dikatakan sebagai teori dari Tridharma, dan kalau ada yang menanyakan hal
> tersebut mungkin yang beragama Budha yang harus menjawab pertanyaan
> tersebut.   Kalau menurut Agama Tao yang saya tahu, manusia bila terlahir
> kembali, tetap akan menjadi manusia, tidak akan menjadi hewan.  Dan kalau
> seseorang telah bisa menjadi Dewa, dengan sendirinya pada saat di Dunia
> beliau-beliau banyak berjasa dan telah mencapai kesempurnaan.
>
> *Tentang manusia yang meninggal kemudian arwahnya menjadi hantu, yang saya
> tanyakan apakah setelah menjadi hantu bisa melompat menjadi Dewa/Budha
tanpa
> melalui tumimbal lahir melalui manusia/yang lain dulu?
>
> Salam.
> TDL
>





---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke