Sdr. Agung kalau boleh saya lanjutkan lagi diskusi ini, saya salut dengan penjelasan-penjelasan anda, mudah-mudahan diskusi kita bisa mendapatkan suatu pemikiran yang baik.
* Memang begitulah yang harus kita laksanakan, sebelum mempercayai sesuatu harus dibuktikan dahulu, tetapi banyak yang sulit untuk dibuktikan, namun banyak hal sebenarnya paling tidak bisa kita pikirkan melalui Nalar kita, apakah sesuai dengan kebenaran atau tidak. *Tentang Ayah Dewi Kwan Im, masalah ini timbul karena saya sendiri menyembah Dewi Kwan Im, kemudian ketika orang luar Kelenteng menanyakan masalah ini yang pernah dimuat di surat kabar, dan seakan-akan memandang orang Kelenteng Ketahyulan, saya jadi berpikir bagaimana harus berbuat. Kalau sekarangpun Anda mengatakan kita tidak tahu apakah hal ini benar/tidak, lalu bagaimana kita menyikapinya ? Saya rasa kalau hal ini benar, kita orang Kelenteng harus bisa menjelaskan hal ini, kalau salah, orang Kelenteng harus bisa meluruskannya. *Kalau di alam hewan sulit berbuat karma baik, bagaimana dengan di alam Setan dibandingkan dengan alam Manusia, apakah bisa lebih baik? *Terima kasih Anda telah menperjelas bahwa Dewa Kwan Kong adalah Dewa Tao.(sebenarnya masih ada pertanyaan lebih lanjut, tapi rasanya cukup dulu). Salam, TDL. ----- Original Message ----- From: "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 27, 2002 5:56 PM Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma Sdr TDL, saya akan sedikit menanggapi tulisan Anda. Mohon maaf kalau ada kata-kata yg kurang berkenan. ----- Original Message ----- From: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 26, 2002 11:48 PM Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma . Ajaran ini disebut Ehipassiko, maksudnya kita jangan percaya begitu saja kalau kita melihat, mendengar ataupun membaca sesuatu. Segala sesuatu hrs kita kaji dulu secara mendalam, kita buktikan dulu, baru kita yakini kebenarannya. Mungkin akan muncul pertanyaan, bagaimana cara pembuktiannya? Menurut saya, tergantung apa yg harus dibuktikan. Kita bisa membuktikan hal-hal yg mampu kita buktikan, dan tidak semua hal kita mampu buktikan kebenarannya. Setelah mencapai level tertentu baru kita bisa buktikan kebenaran sesuatu hal. Misalnya, dijanjikan kalau mati, kita akan masuk surga. Sebelum kita mati, bagaimana kita tahu akan masuk surga? . Kisah tentang ayah Kwan Im Posat ini memang berdasarkan cara pandang Buddhisme, yakni sang ayah hrs menjalani hukuman terlahir sbg hewan akibat karma buruk yg diperbuatnya. Tapi, apakah kisah ini benar/tidak, sulit pembuktiannya. Kisah ini sudah menjadi legenda yg dituturkan turun-temurun selama berabad-abad, disadur ke dlm berbagai bahasa oleh banyak org. Mungkin saja sudah banyak bumbunya. Jadi, hrs kita cerna secara arif dgn semangat kerukunan sesama umat TriDharma. . Terlahir di alam hewan adalah akibat yg harus ditanggung krn perbuatan buruk di kehidupan sebelumnya. Setelah hukumannya habis, baru bisa terlahir di alam yg lebih tinggi, misal alam manusia. Selama menjadi hewan adalah sangat sulit untuk melakukan karma baik yg menonjol. Misal, seekor sapi menghasilkan daging dan susu krn diatur oleh manusia.pemiliknya, bukan kehendak si sapi itu. Di alam manusia baru bisa berbuat karma baik yg lebih berkualitas, misalnya berdana, mempelajari Dharma dan Tao dsb. Pada hakekatnya, setiap individu bisa mencapai kedewaan dan ke-Budhha-an, hanya entah kapan waktunya. Dewa dan Budha yg ada pun sangat banyak jumlahnya, kita tidak akan pernah tahu (belum pernah ada sensus penduduk di alam dewa dan Nirwana, sorry just a joke .....). . Memang benar bahwa Kwan Kong adalah dewa Tao( lihat email saya sebelumnya). Salam. --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
