Sdr TDL, saya akan sedikit menanggapi tulisan Anda. Mohon maaf kalau ada
kata-kata yg kurang berkenan.

----- Original Message -----
From: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 26, 2002 11:48 PM
Subject: Re: [Kelenteng] tri Dharma

... (disetip)  > Kalau saya baca tulisan terakhir anda, yang dapat saya
petik adalah :
> >Budha pernah bersabda , jangan mempercayai semua cerita termasuk buku
suci
> (kitab Suci ?)dan Budha sendiri, kalau kita tidak  melihat, mendengar dan
> menjalankan sendiri serta merasakan hasil dari sesuatu.<
> *Kalau menurut anda seperti ini, apakah anda mendengar sendiri Sabda
> tersebut dari Budha, sehingga anda percaya Sabda tersebut, bukankah sabda
> tersebut meminta anda untuk tidak percaya kalau tidak mendengar sendiri ?,

Ajaran ini disebut Ehipassiko, maksudnya kita jangan percaya begitu saja
kalau kita melihat, mendengar ataupun membaca sesuatu. Segala sesuatu hrs
kita kaji dulu secara mendalam, kita buktikan dulu, baru kita yakini
kebenarannya. Mungkin akan muncul pertanyaan, bagaimana cara pembuktiannya?
Menurut saya, tergantung apa yg harus dibuktikan. Kita bisa membuktikan
hal-hal yg mampu kita buktikan, dan tidak semua hal kita mampu buktikan
kebenarannya. Setelah mencapai level tertentu baru kita bisa buktikan
kebenaran sesuatu hal. Misalnya, dijanjikan kalau mati, kita akan masuk
surga. Sebelum kita mati, bagaimana kita tahu akan masuk surga?

.... (disetip). > Satu lagi saya beri contoh yang saya
> anggap melecehkan, benarkah Ayah Dewi Kwan Im bertumimbal lahir menjadi
Sapi?

Kisah tentang ayah Kwan Im Posat ini memang berdasarkan cara pandang
Buddhisme, yakni sang ayah hrs menjalani hukuman terlahir sbg hewan akibat
karma buruk yg diperbuatnya. Tapi, apakah kisah ini benar/tidak, sulit
pembuktiannya. Kisah ini sudah menjadi legenda yg dituturkan turun-temurun
selama berabad-abad, disadur ke dlm berbagai bahasa oleh banyak org. Mungkin
saja sudah banyak bumbunya. Jadi, hrs kita cerna secara arif dgn semangat
kerukunan sesama umat TriDharma.


> Kalau memang benar setan, jin dan macem2 (hewan, tumbuhan ?) bisa
> bertumimbal lahir menjadi Dewa dan Budha, lalu apakah Sapi, Kambing, yang
> selama hidupnya selalu berbuat baik untuk bekerja dan mengorbankan
badannya
> untuk manusia, dan tidak pernah berbuat jahat, apakah mereka itu akan
> menjadi Dewa dan Budha ?, berapa banyak Dewa dan Budha nya ......?

Terlahir di alam hewan adalah akibat yg harus ditanggung krn perbuatan buruk
di kehidupan sebelumnya. Setelah hukumannya habis, baru bisa terlahir di
alam yg lebih tinggi, misal alam manusia. Selama menjadi hewan adalah sangat
sulit untuk melakukan karma baik yg menonjol. Misal, seekor sapi
menghasilkan daging dan susu krn diatur oleh manusia.pemiliknya, bukan
kehendak si sapi itu. Di alam manusia baru bisa berbuat karma baik yg lebih
berkualitas, misalnya berdana, mempelajari Dharma dan Tao dsb.
Pada hakekatnya, setiap individu bisa mencapai kedewaan dan ke-Budhha-an,
hanya entah kapan waktunya. Dewa dan Budha yg ada pun sangat banyak
jumlahnya, kita tidak akan pernah tahu (belum pernah ada sensus penduduk di
alam dewa dan Nirwana, sorry just a joke .....).

> >Dewa Kwan Kong adalah milik seluruh umat Tridharma, bahkan milik dunia.<
> *Ini memang benar adanya, hanya saja kalau dilihat dari
Kelenteng-kelenteng
> yang asli memuja Dewa Kwan Kong, namanya pasti  pakai Bio (Miau), ini
> berarti kelenteng tersebut adalah tempat umat Tao bersembahyang, misalnya
> Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa-Timur, salahkah kalau saya mengatakan Dewa
Kwan
> Kong adalah Dewa Tao ?, tentunya semua akan mengatakan benar....ya khan.

Memang benar bahwa Kwan Kong adalah dewa Tao( lihat email saya sebelumnya).

Salam.


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke