Kuring teu nyaho aya hubunganna atawa euweuh. tapi hubung-hubungkeun we
nya. he..he..he..
SBY teh ceuk Pak Rizki Ridyasmara mah, salah sahiji anggota iluminati
(atawa meureun ngan ukur jongosna).
tah kebijakan-kebijakan ekonomi na oge sigana geus diskenario keun.
dihandap catetan kuring basa minggu kamari, sanggeus ngaluuhan acara
seminar "membongkar konspirasi barat" di Mampang, Jakarta.
aya oge attachmentna, mangrupa peta letak gedung BAPPENAS, anu ditingali
ti luhur mah, mangrupa hulu domba iblis Baphomet.
hampura teu disundakeun.
***
Ceritanya kemarin di mesjid di sebelah tempat tinggal saya ada acara
Tarhib Ramadhan. Acara yang mengekspresikan kegembiraan kaum muslimin
karena akan datang bulan Ramadhan. Rangkaian acara yang berlangsung
selama 2 hari, 24-25 Juli 2010 ini diisi dengan Tabligh Akbar, Seminar,
Shalat Tahajjud bersama, Bazaar, dan pelayanan kesehatan gratis.
Kebetulan saya sempat mengikuti salah satu acaranya yakni seminar yang
bertajuk "Membongkar Konspirasi Barat". Seminar itu menghadirkan nara
sumber seorang penulis buku yang juga Redaktur website eramuslim.com,
Rizki Ridyasmara. Karya-karya Pak Rizki yang telah diterbitkan diantaranya:
- Fakta & Data Yahudi di Indonesia
- Knights Templar Knights of Christ
- The Jacatra Secrets (novel)
- CODEX (Novel)
dan beberapa judul lagi, yang pada umumnya menerbitkan hasil investigasi
pak Rizki terhadap 'proses dibelakang layar' yang terjadi di Indonesia
khususnya dan di dunia pada umumnya.
Bagi rekan-rekan yang pernah membaca novel The Davinci Code karya Dan
Brown, barangkali akan sedikit punya gambaran tentang 'proses dibelakang
layar' ini. Sebuah proses yang dijalankan oleh para penguasa dunia yang
ingin mendirikan sebuah 'Tatanan Dunia Baru'.
"Proses di belakang layar" ini lebih dikenal dengan Teori Konspirasi.Dan
terhadap Teori Konspirasi ini, ada yang percaya keberadaannya, namun ada
juga yang mentertawakan teori ini. Kalau saya termasuk yang
bertanya-tanya, benar nggak sih ada konspirasi. Karena bertanya-tanya,
saya pun mencari tahu lebih banyak. Salah satunya ya dengerin
penyampaian pak Rizki Ridyasmara ini.
Seminar yang berlangsung selama 2,5 jam ini menyajikan data-data yang
berhasil dikumpulkan pak Rizki. Dengan berbekal pengalamannya sebagai
jurnalis sejak tahun 90-an, dia menggali sebanyak-banyaknya informasi
baik dari buku, wawancara, maupun mengunjungi langsung tempat-tempat
yang 'mencurigakan'.
Satu hal yang menarik adalah sebuah peta yang ditunjukkan pak Rizki,
yakni peta lokasi gedung BAPPENAS. Gedung yang kini menjadi gedung
BAPPENAS ini dibangun pada jaman penjajahan, dan menurut pak Rizki
gedung ini dibangun oleh orang-orang Freemason. Freemason ini adalah
salah satu organisasi yang berperan dalam 'Proses di belakang layar'.
Lokasi gedung Bappenas ini berada tepat di jidat kepala kambing iblis
Baphomet. Untuk memudahkan, saya menyertakan gambar peta lokasinya.
BAPPENAS atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, merupakan badan
yang merencanakan pembangunan di Indonesia (perhatikan kata
'merencanakan'). Namun meski telah 65 tahun merdeka, kondisi Indonesia
masih seperti ini adanya. Bukankah banyak orang pintar di Indonesia.
Kenapa Indonesia tidak maju-maju juga ya? Apa rencananya yang salah.
Atau jangan-jangan karena memang direncanakan agar tidak maju? nah lho.
Mungkin ada diantara rekan-rekan sekalian yang kurang begitu mengetahui
apa itu Freemason, Iluminati, Baphomet, dll. Ada banyak buku dan website
yang mengupas tentang hal-hal itu.Salah satunya silahkan simak di
website eramuslim.com, di rubrik tahukah anda. Ada artikel yang berjudul
"Strategi Kaum Pagan Menuju The New World Order".
Pak Rizki juga telah menerbitkan sebuah novel yang berjudul "The Jacatra
Secret". Isinya berupa hasil temuan-temuan dia tentang beberapa tempat
dan kejadian di Jakarta, yang menurutnya merupakan tanda bahwa Indonesia
juga dikuasai oleh mereka yang menjalankan 'proses dibelakang layar'.
Salah satu buktinya ya bentuk tata letak jalan di sekitar gedung
BAPPENAS yang membentuk kepala kambing Iblis Baphomet. Ada lagi gedung
yang sekarang jadi Musium Fatahilah, dimana banyak detil ornamen
bangunannya yang merupakan simbol-simbol iluminati, dan banyak lagi.
Data-data temuannya ini sengaja dikemas pak Rizki kedalam bentuk novel.
Menurutnya, novel lebih mudah dicerna daripada 'buku serius' yang
membuat alis berkerut.
Setelah mengikuti seminarnya, setidaknya pengetahuan saya bertambah.
Cuman ya itu, seperti sebuah proverb bahasa inggris: "The more you know,
the more you don't know ..."
Saya jadi ingat film The Matrix yang pertama. Ketika Neo bertemu dengan
Morpheus, dan kemudian Neo ditawari dua butir pil oleh Morpheus. Pil
Biru dan pil Merah. Pil merah membuat kita bisa melihat 'proses di
belakang layar', dan pil biru membuat kita tetap terbuai dalam belaian
dunia 'di depan layar'.
Pilih mana ya?
ada saran?
On 08/04/2010 08:33 AM, Abbas wrote:
Duit Masyarakat "DICOKOT?DIPALING" sacara LEGAL ku Pamarentah.
Mengatas namakan "Perbaikan Ekonomi?Moneter"' makanya di Negri
Euro hal ini tak dilakukan. Di Indonesia poho euy Basa Indonesia.
Tah di Indonesia mah geus mindeng pisn duit Rakyat dipadogan
ku sibedul Pamarentah teh, padahal geus sagala GEDE !
Masih nyokot nu rahayat !
Iraha rek sejahterana atuh masyarakat, lamun saperti kieu ?
Baheula mah, uing nganggap sby teh terbaik dari yang buruk.
Tapi ayeuna mah bakal nganggap pang burukna we ti sakabeh
Presiden nu geus diangkat ! memang nu rada saimbang goblogna
teh soeharto !!!!
Sigana Presiden ex Militer meh BARURUK Kabeh !!!
--- In [email protected] <mailto:kisunda%40yahoogroups.com>,
"Dikdik" <dick...@...> wrote:
>
> ari ceuk pamendak kuring mah, asa na teh teu penting2 pisan
ngalakukeun (redenominasi) ieu teh.
> rada curiga na teh, isu ieu dijieun jang mengparkeun isu2 nu lainna
nu leuwih penting.
>
> nu penting mah, ceuk kuring weh ieu mah angger hehe..., kumaha
rahayat lolobana -utamana nu leutik- bisa akses kana sagala fasilitas
tur bisa kabedag barang beuli keur kebutuhan pokok-na, samisal
sembako. saayeuna mah, leuwih loba rahayat leutik nu leuwih
mentingkeun bako tinimbang sembako, cenah mah daripada sutris...
>
> ceuk statistik mah, angka kemiskinan teh semakin menurun.
> ari ceuk kuring mah, puguh weh turun, da nu miskin teh lain naek
kesejahteraanna (raharja kitu basa sunda na mah? cmiiw), tapi kalah ka
loba nu maraot (meureun), nyaa otomatis weh angka kemiskinan teh turun
> heuheuheu...
>
> kateuing ah, isuk2 geus lieur :D
>
> --- In [email protected] <mailto:kisunda%40yahoogroups.com>,
mh <khs579@> wrote:
> >
> > Redenominasi Dimulai 2011
> > Memudahkan Konversi ke Mata Uang Asing
> >
> > DAFTAR harga pulsa yang disederhanakan (redenominasi) dipajang di
depan
> > salah satu kios penjual pulsa di Jln. Soekarno-Hatta, Kota
Bandung, Selasa
> > (3/8) petang. Redenominasi rupiah sebenarnya bukanlah barang baru.
Saat ini,
> > sejumlah restoran, kafe, dan hotel berbintang sudah melakukannya
dalam buku
> > daftar harga menu mereka. Sebagian besar melakukannya dengan alasan
> > kepraktisan dan estetika buku menu.* USEP USMAN NASRULLOH/"PR"
> >
> > JAKARTA, (PR).-
> > Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan tahapan-tahapan
penyederhanaan nilai
> > mata uang rupiah atau redenominasi, tetapi bukan sanering. Proses
> > penyederhanaan itu akan mulai dilaksanakan pada 2011-2020.
> >
> > Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution menjelaskan secara sederhana,
> > redenominasi adalah penyederhanaan penyebutan satuan harga ataupun
nilai
> > mata uang. Nilai mata uang tetap sama meski angka nol sebagai penyebut
> > satuan ribuan dihilangkan. Misalnya, Rp 1.000 menjadi Rp 1,
kemudian Rp 1
> > juta menjadi Rp 1.000.
> >
> > Ia memaparkan rencananya redenominasi akan dimulai pada 2011
mendatang. Pada
> > tahap awal 2011-2012, yang dikatakan sebagai masa transisi BI akan
> > menyiapkan berbagai macam hal seperti menyangkut akuntansi,
pencatatan,
> > sistem informasi. Diyakini waktu dua tahun mencukupi bagi sosialisasi.
> >
> > Kemudian, pada 2013-2015 masuk ke masa transisi. Pada masa ini,
akan ada dua
> > harga yang berlaku di masyarakat. Harga barang ditulis dalam dua
harga,
> > yakni rupiah lama dan rupiah baru. Contohnya, barang seharga Rp
10.000 akan
> > ditulis dalam dua harga yaitu Rp 10.000 dan Rp 10 (baru).
> >
> > Selama masa itu, masyarakat akan menggunakan dua mata uang yaitu
rupiah lama
> > dan rupiah baru. Begitu juga untuk pengembalian uang, boleh
menggunakan
> > keduanya. BI juga akan perlahan-lahan mengganti uang rusak rupiah lama
> > dengan uang rupiah baru. Hal itu, berlaku di seluruh wilayah.
> >
> > Memudahkan
> >
> > Kemudian, pada 2016-2018 diperkirakan uang kertas yang saat ini
berlaku
> > (rupiah lama) akan benar-benar habis. BI akan melakukan penarikan
uang lama.
> > Oleh karena itu, diperkirakan pada 2019-2020 Indonesia kembali
pada rupiah
> > seperti saat ini, tetapi nilai uangnya lebih kecil. Untuk mata
uang kecil
> > berlaku uang koin dan nilai pecahan sen akan berlaku lagi.
> >
> > "Pada 2019 sampai 2022 tulisan cap âEUR^(TM)baruâEUR^(TM) pada
uang rupiah baru akan dihapus
> > dan nilai rupiah akan semakin tinggi nilainya," katanya.
> >
> > Sebelumnya, BI menganggap uang pecahan yang cukup besar memang kurang
> > efisien. Masalahnya, uang besar justru membuat proses pembayaran dan
> > transaksi tunai menjadi lebih susah.
> >
> > Pengamat perbankan Aldrin Herwany menilai langkah redenominasi akan
> > memudahkan saat melakukan konversi mata uang asing dengan rupiah.
"Orang
> > Malaysia selalu kaget tatkala mengonversi ringgit menjadi rupiah. Kata
> > jutaan itu terlalu besar dalam penilaian mereka, padahal masih
harus dibagi
> > Rp 3.000 karena 1 ringgit sama dengan Rp 3.000," katanya.
> >
> > Kendati demikian, Aldrin menilai, langkah redenominasi tersebut harus
> > disertai dengan fungsi pengawasan dan kontrol yang ketat.
Terutama, pada
> > saat memasuki masa transisi.
> >
> > Karena, menurut dia, pada masa itu, pedagang tanpa disadari akan
melakukan
> > pencantuman angka sesuai nilai uang baru. Namun, tidak menutup
kemungkinan,
> > karena bermaksud untuk menyederhanakan penulisan, justru terjadi
pembulatan
> > harga. (A-188/dtc/vn)***
> >
> > web:
> >
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=151357
<http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=151357>
> >
> >
> > 2010/8/3 mh <khs579@>
> >
> > > Boediono Klarifikasi Soal Redenominasi
> > >
> > > JAKARTA, (PR).-
> > > Wakil Presiden Boediono memanggil Menteri Keuangan Agus
Martowardojo dan
> > > Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution. Hal itu untuk
> > > mengklarifikasi rencana redenominasi mata uang rupiah.
> > >
> > >
> >
>
.
--
R. Irpan Rispadi Raksagalaksibimasakti Nupaling Ningrat, teureuh Planet Krypton