Pak Abdo, sekarang ini pemikiran anak-anak muda NU yang kritis sudah jauh lebih 
maju dari Gus Dur. Bacaannya lebih luas. Mereka tak sekedar mengekor, tetapi 
melanjutkan tradisi Gus Dur dengan lebih maju lagi. Mereka inilah yang akan 
menjadi pewaris pemikiran Gus Dur dan akan menjadikan nama NU harum terus di 
mata orang lain.

AHMAD

Abdo el-Moeid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Dan 
setelah ditinggal Gusdur, kita kembali dianggap ndeso, karena banyaknya 
 rekan-rekan kita yang hanya mengekor pemikiran Gusdur belaka.
 
 ----- Original Message ----- 
 From: Ahmad Badrudduja
 To: [email protected]
 Sent: Thursday, June 05, 2008 5:05 AM
 Subject: Re: [kmnu2000] PBNU: FPI & AKKBB Keliru Meletakkan Konotasi 
 Ahmadiyah
 
 Kalau saya disuruh milih antara Gus Dur dan Hasyim Muzadi, ya jelas Gus 
 Dur-lah. Walau banyak kekurangannya, Gus Dur telah berjasa dalam memajukan 
 pemikiran Islam di Indonesia, mengangkat martabat NU dari ormas yang 
 sebelumnya dianggap sebagai kumpulan orang-orang "sarungan" yang "ndeso" 
 menjadi organisasi yang dipandang dengan penuh hormat oleh kalangan luar.
 
 Hasyim Muzadi, menurut saya, gagal merawat warisan yang ditinggalkan Gus Dur 
 itu.
 
 AHMAD
 
 
     
                                       


Ahmad Badrudduja 
 
Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)


       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke