Milih Gus Dur atau Pak Hasyim? saya fikir perlu
melihat konteksnya, gak bisa hitam putih. Prinsip
right man in the right place in the right time layak
digunakan.

Dalam hal pemikiran dan perlindungan terhadap kelompok
minoritas, Gus Dur merupakan pemimpin di garda depan,
bukan hanya di lingkungan NU dan Indonesia, tetapi
dalam skala internasional.

Disisi lain, kalau kita melihat pola manajemen
konfliknya, masalah di PKB dengan pencopotan 3 ketua
umumnya dan pembekuan 40 DPC/DPW PKB menjadi titik
lemah Gus Dur. Ketika ia mengganti sejumlah menteri
saat menjadi presiden juga menjadi catatan

Pak Hasyim, saya fikir memimpin dengan kesejukan di
lingkungan NU, tentu saja dengan kelemahan lain, yang
sebenarnya menjadi kekuatan Gus Dur.

Arjuna

--- Ahmad Badrudduja <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Pak Abdo, sekarang ini pemikiran anak-anak muda NU
> yang kritis sudah jauh lebih maju dari Gus Dur.
> Bacaannya lebih luas. Mereka tak sekedar mengekor,
> tetapi melanjutkan tradisi Gus Dur dengan lebih maju
> lagi. Mereka inilah yang akan menjadi pewaris
> pemikiran Gus Dur dan akan menjadikan nama NU harum
> terus di mata orang lain.
> 
> AHMAD
> 
> Abdo el-Moeid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        
>                     Dan setelah ditinggal Gusdur,
> kita kembali dianggap ndeso, karena banyaknya 
>  rekan-rekan kita yang hanya mengekor pemikiran
> Gusdur belaka.
>  
>  ----- Original Message ----- 
>  From: Ahmad Badrudduja
>  To: [email protected]
>  Sent: Thursday, June 05, 2008 5:05 AM
>  Subject: Re: [kmnu2000] PBNU: FPI & AKKBB Keliru
> Meletakkan Konotasi 
>  Ahmadiyah
>  
>  Kalau saya disuruh milih antara Gus Dur dan Hasyim
> Muzadi, ya jelas Gus 
>  Dur-lah. Walau banyak kekurangannya, Gus Dur telah
> berjasa dalam memajukan 
>  pemikiran Islam di Indonesia, mengangkat martabat
> NU dari ormas yang 
>  sebelumnya dianggap sebagai kumpulan orang-orang
> "sarungan" yang "ndeso" 
>  menjadi organisasi yang dipandang dengan penuh
> hormat oleh kalangan luar.
>  
>  Hasyim Muzadi, menurut saya, gagal merawat warisan
> yang ditinggalkan Gus Dur 
>  itu.
>  
>  AHMAD
>  
>  
>      
>                                        
> 
> 
> Ahmad Badrudduja 
>  
> Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu
> ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
> Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena
> orang-orang berbeda pendapat
> -- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)
> 
> 
>        
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



      

Kirim email ke