hal lain lagi yang perlu dipertanyakan; apa makna
kepahlawanan secara filosofis?  


--- "Abd. Moqsith Ghazali" <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:

> Saya dulu mengira bahwa orang sekaliber KH Hasyim
> Asy`ari telah menjadi "milik" bangsa Indonesia.
> Beliau telah lama dikukuhkan sebagai pahlawan
> nasional dan bukan hanya pahlawan bagi orang NU.
> Dengan demikian, seluruh anak bangsa bisa
> menjadikannya sebagai guru; mengambil
> ajaran-ajaranya yang dianggap relevan dan tidak
> mengikuti ajarannya yang sudah kadaluarsa.
> 
> Tapi,  perkiraanku meleset. Beliau ternyata hanya
> "milik"  komunal-primordial warga NU. Sekurangnya,
> begitu menurut pernyataan para politisi berlatar NU
> itu. Orang fikih lalu bertanya: apakah seseorang
> (manusia) bisa dimiliki? Apa makna kepemilikan bagi
> seseorang? 
> 
> 
> Sith
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: muhammad zakiy muntazhar
> <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Saturday, November 15, 2008 9:39:12 AM
> Subject: [kmnu2000] Tokoh Muda Satu Kata Kritik
> Iklan Politik PKS
> 
> 
> Jakarta, NU Online
> Sejumlah tokoh muda atau politikus lintas partai
> politik, satu kata 
> mengeritik iklan politik Partai Keadilan Sejahtera
> (PKS) yang 
> menampilkan beberapa tokoh dan pahlawan nasional.
> 
> Politikus muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),
> Marwan Ja'far, 
> misalnya, menyebut langkah PKS sebagai tindakan
> `mengambil milik 
> orang lain tanpa izin'. Walau tidak disengaja,
> katanya, hal itu 
> merupakan perbuatan berdosa.
> 
> Ditampilkannya sosok Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)
> Hadratus Syeikh KH 
> Hasyim Asy'ari dalam iklan tersebut, menurutnya,
> termasuk dalam 
> perbuatan `mengambil milik orang lain tanpa izin'.
> 
> "Ini namanya ghosob, yaitu perbuatan mengambil milik
> orang lain tanpa 
> izin walau tidak disengaja, dan itu dosa," tegas
> Ja'far dalam diskusi 
> Dialektika Demokrasi bertajuk 'Iklan Politik: Tokoh
> Nasional Milik 
> Siapa?' di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/11).
> 
> Selain itu, tambah Ja'far, antara NU dan PKS
> terdapat perbedaan 
> ideologis yang sangat tajam. "Ini politik
> kekanak-kekanakan yang luar 
> biasa. Jika di lapangan tidak sesuai dengan ideologi
> NU, itu suatu 
> kemunafikan, " terangnya.
> 
> Hal senada dikatakan Ketua Departemen Pemuda DPP
> Partai Demokrasi 
> Indonesia Perjuangan (PDIP), Budiman Soedjatmiko,
> yang juga hadir 
> pada kesempatan itu. Menurutnya, iklan politik
> tersebut cukup jelas 
> telah berupaya membohongi rakyat.
> 
> Ditampilkannya mantan presiden Soeharto sebagai guru
> bangsa, ujarnya, 
> cukup untuk disebut upaya mengelabui rakyat. Sebab,
> selama berkuasa, 
> mantan penguasa Orde Baru itu melakukan pembunuhan
> demokrasi, 
> pelanggaran hak asasi manusia dan lain-lain.
> 
> "Meski belum terbukti secara hukum Soeharto
> melakukan korupsi, tapi 
> siapa yang menjamin bahwa Soeharto itu bersih? Ini
> bukan masalah maaf 
> memaafkan dan rekonsiliasi, tapi meletakkan sejarah
> pemimpin bangsa 
> ini secara benar dan proporsional, " jelas Budiman.
> 
> "Jadi, kalau Soeharto dalam iklan PKS sebagai guru
> bangsa ditambah 
> menampilkan tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno,
> KH Hasyim Asy'ari, 
> KH A. Dahlan, Tan Malaka, dan lain-lain, itu jelas
> membohongi 
> masyarakat," imbuhnya.
> 
> Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Matahari Bangsa
> (PMB), Yusuf 
> Warsim, mengungkapkan bahwa iklan adalah salah satu
> media untuk 
> "berjualan". Konsekuensinya adalah di dalamnya mesti
> terdapat banyak 
> kebohongan.
> 
> Karena itu, PMB, kata Yusuf, pada pemilu 2009 nanti
> tidak akan 
> "jualan" tokoh dan simbol-simbol, apalagi dengan
> menampilkan 
> Soeharto. "Soeharto itu mempunyai masalah besar yang
> belum selesai 
> terhadap bangsa dan negara ini. Bahkan, saya tidak
> bisa memaafkan 
> Soeharto, karena beliau bertindak represif. Saya
> pernah diinterogasi 
> aparat ketika turun dari mimbar khotbah Jumat akibat
> mengeritik 
> Orba," tandas Yusuf.
> 
> Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Fachri Hamzah,
> berbeda pendapat. 
> Menurutnya, iklan politik itu bertujuan "memecahkan"
> politik aliran 
> dan sekat-sekat politik yang terjadi dalam
> masyarakat. PKS, katanya, 
> merupakan partai pluralis.
> 
> "PKS memang tidak mempunyai tokoh. Karena itu, tidak
> menjual tokoh-
> tokoh PKS," ungkap Fachri. (nif)
> 
>     
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke