Kang Arif yg baik, Saya tidak memperdebatkan mbah Hasyim "milik bangsa" karena itu sudah jelas. Persoalan timbul ini berkaitan dgn perbedaan faham sang tokoh dgn partai yang bersangkutan. Saya setuju dgn ungkapan sdr. Anam kemarin, bahwa ketika PKS sudah tidak sefaham dengan mbah Hasyim, apakah makai iklan politik masih bisa ditolerir di sini?
Bagi saya, persoalan bukan pada "hak makai" -nya apalagi kalau (kata sampeyan) tidak ngerasa memiliki. Itu namanya sama dengan pinjam. Lha kalau pinjam gak izin itu namanya apa???? Ketika membaca opini Gus Sholah tentang wacana ini aja saya ngerasa bahwa beliau ini nggak ada bangga sedikit pun dengan pemasangan "iklan politik" mbah Hasyim, malah Gus Sholah kecewa betul dgn arogansi PKS itu. Seandainya...ya andai saja Mbah Hasyim masih hidup apa beliau mengizinkan? Menurutku kok mustahil kalau ngizinin gitu lho. Ini bukan membonsaikan citra dan wibawa beliau yang begitu besar. Lha untuk apa? Sungguh pun 'PKS' tidak pernah memusyrikkan beliau secara langsung. Tetapui beliau ini membolehkan ziarah kubur, yang dalam kefahaman PKS adalah musyrik. Mbah Hasyim juga ngerayain maulid Nabi, tahlil, dll yang menurut PKS dengan terang2an bahwa amalan2 itu adalah bid'ah. Nah, persoalan2 begini ini...yang tidak bisa diterima sebagian besar Nahdliyin. Trims Peace kacang pis, Fath --- Pada Sel, 18/11/08, Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Daripada: Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> > Subjek: Re: [kmnu2000] Tokoh Muda Satu Kata Kritik Iklan Politik PKS > Kepada: [email protected] > Tarikh: Selasa, 18 November, 2008, 8:51 AM > Mbak Fath yth, > Maksud saya, siapaun boleh makai beliau2 utk iklan. Tapi > kan ndak bisa > memiliki. > Dan bahwa Mbah Hasyim Asy'ari itu pahlawan nasional, > milik nasional, itu > kan sudah benar adanya. Kenapa ketika ada sekelompok orang > makai beliau > masih dianggap "ghosob"? > Seperti halnya masjid. Biarlah semuanya makai, tanpa harus > memiliki (dan > memang tak mungkin... itu kan haknya Allah). > > Kenapa memang kalau saya kampanye orang NU boleh kemana2 > mana? APa > salahnya? Kali aja masih ada yg ragu2... Menurutku ini > terus perlu > diperdengarkan di tengah2 suhu politik yg spt ini. Ini > khittah NU kan... > perlu terus dikampanyekan. > > > Wassalam > AH > > > Pada hari Senin, tanggal 17/11/2008 pukul 11:20 +0800, > Fathonah K. Daud > menulis: > > Hi Kang Arif, > > > > Saya masih tertarik dengan wacana sampeyan :)) > > Apa bedanya persoalan "Hak makai" iklan di > sini dengan "hak > > memiliki"nya? > > Saya juga gak jelas dengan "kebenaran tidak bisa > dimonopoli", > > kebenaran yang mana?? > > > > Sampeyan gak usah kampanye begitu di sini. Lagian > siapa yang > > melarang-larang atau memaksa-maksa Nahdliyin untuk > pilih partai > > ini-itu? Nahdliyin sudah tahu partai apa yang harus > dipilih... > > > > Peace kacang pis, > > Fath > > > > > > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang > Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo > dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena > suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim > email ke: > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > Dapatkan alamat E-mel baru anda! Rebut nama E-mel yang telah lama anda kehendaki sebelum orang lain mendapatkannya! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/my/
