Mbak Fath yth, Maksud saya, siapaun boleh makai beliau2 utk iklan. Tapi kan ndak bisa memiliki. Dan bahwa Mbah Hasyim Asy'ari itu pahlawan nasional, milik nasional, itu kan sudah benar adanya. Kenapa ketika ada sekelompok orang makai beliau masih dianggap "ghosob"? Seperti halnya masjid. Biarlah semuanya makai, tanpa harus memiliki (dan memang tak mungkin... itu kan haknya Allah).
Kenapa memang kalau saya kampanye orang NU boleh kemana2 mana? APa salahnya? Kali aja masih ada yg ragu2... Menurutku ini terus perlu diperdengarkan di tengah2 suhu politik yg spt ini. Ini khittah NU kan... perlu terus dikampanyekan. Wassalam AH Pada hari Senin, tanggal 17/11/2008 pukul 11:20 +0800, Fathonah K. Daud menulis: > Hi Kang Arif, > > Saya masih tertarik dengan wacana sampeyan :)) > Apa bedanya persoalan "Hak makai" iklan di sini dengan "hak > memiliki"nya? > Saya juga gak jelas dengan "kebenaran tidak bisa dimonopoli", > kebenaran yang mana?? > > Sampeyan gak usah kampanye begitu di sini. Lagian siapa yang > melarang-larang atau memaksa-maksa Nahdliyin untuk pilih partai > ini-itu? Nahdliyin sudah tahu partai apa yang harus dipilih... > > Peace kacang pis, > Fath > >
