Salam, Menurut saya bukan faktor "memiliki"-nya yang "haram". Memang Hadlaratusy Syeikh Hasyim Asy'ari "milik" seluruh bangsa Indonesia. Ia juga pahlawan Nasional. Memang beliau juga punya "ide nasionalis" seperti para tokoh yang lain (eg. Resolusi Jihad yang mendorong perjuangan membentuk Negara Indonesia). Namun tidak bisa disangkal bahwa tokoh-tokoh itu juga punya "pendekatan religius" dan "kenegaraan" yang berbeda kalau tidak mau dikatakan "berseberangan". Menjadikan semua tokoh itu "panutan" yang akan diikuti langkah-langkahnya, menurut saya adalah salah satu bentuk "pembohongan publik" (meskipun barangkali dengan maksud baik). Apalagi ditambah dengan kontroversi tentang Pak Harto. Ini satu hal yang menurut saya sangat disayangkan dari partai yang mengusung slogan "bersih, peduli dan professional".
Salam, Rosa http://safiramachrusah.blogspot.com --- On Mon, 17/11/08, Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [kmnu2000] Tokoh Muda Satu Kata Kritik Iklan Politik PKS To: [email protected] Received: Monday, 17 November, 2008, 9:45 AM Saya suka2 saja PKS menyertakan Mbah Hasyim Asy'ari. Partai manapun berhak makai. Ndak ada istilah ghosob. Seperti masjid, ndak ada istilah ghosob. Silahkan semua makai. Hak makai tdk hak memiliki. Kebenaran tdk bisa dimonopoli. Orang NU ndak usah bingung. Mau nyoblos partai apa saja silahkan, yg sesuai hati nurani. Ndak ada yg dilarang. Salam AH Pada hari Sabtu, tanggal 15/11/2008 pukul 12:56 +0700, Kh Anam menulis: > Mas Musqsith, > Bukankah pada saat suatu kejadian sudah mengkrucut pada persoalan yang > sangat teknis, maka kaidah umum saja tidak cukup. "Al-ibrah bikhususis > sabab, la bi umumil lafdz". Bahwa "Mbah Hasyim milik semua" itu tidak > cukup > bisa menjadi dasar bahwa "beliau milik PKS", pada saat PKS punya faham > yang > berbeda dengan beliau. > > Salam, > Anam > Make the switch to the world's best email. Get Yahoo!7 Mail! http://au.yahoo.com/y7mail [Non-text portions of this message have been removed]
