Kang Nadir, betul. 

Seorang intelektual (konon) mesti siap mendengar dan memperhatikan dengan sabar 
kendati yang didengar itu suara tidak sedap. Kita nanti tahu kok, kapasistas 
seseorang dari tulisan tanpa kita paksakan untuk bicara.

Beasiswa atau apa, sesungguhnya adalah motivasi seseorang untuk makin kencang 
menulis atawa mengungkapkan gagasan. Salut untuk Mbak Rosa. 
Biarkan anjing menggonggong, kita tetap menulis...meskipun yang baca hanya 
istri dan anak-anak kita...

Demikianlah.
Salam saya,
Riadi Ngasiran

  ----- Original Message ----- 
  From: Nadirsyah Hosen 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 17, 2008 7:11 AM
  Subject: [kmnu2000] Re: Ibadah haji dan toleransi



  Mas Anam,

  Kenapa sih harus nyinyir begitu sampai melebar ke masalah beasiswa.
  Saya kira antum mesti belajar menghargai tulisan orang lain. Kalaupun 
  tidak setuju dg tulisan tsb, banyak cara lain yang lebih pantas antum 
  sampaikan di forum terbuka ini.

  salam,

  =nadir=

  --- In [email protected], "Kh Anam" <gus.a...@...> wrote:
  >
  > Mbak Rosa,
  > Gagasannya dipaksakan sekali, sepertinya tulisan ini muncul gara-
  gara
  > beasiswa, hehe.. Tidak ada kaitan antara persaudaraan umat Islam 
  sedunia
  > dalam satu warna pakaian ihram dengan toleransi antar agama. 
  Logikanya tidak
  > nyambung. Suami anda juga tidak berusaha menghubungkan dua topik 
  yang
  > berbeda itu. Topik pertama dipaparkan begitu saja sekedar untuk 
  memancing
  > rasa Islam, kemudian topik kedua disusulkan sebagai bagian dari ide 
  besar
  > yang akan dikembangkan. Kurang intelektual mbak, ngisin-ngisini... 
  Kalu saya
  > warga Jawa Tengah, saya tidak akan memilih anda...
  > 
  > Salam kenal,
  > Anam
  > 
  > 



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke