kayaknya yang siap "liberal" itu cuma anam. yang lain masih tradisional : meniru tradisi coca cola, dikemas dan rasanya seragam.
hormat buat anam. salam, hamzah ----- Original Message ----- From: "Kh Anam" <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, December 17, 2008 9:53 AM Subject: Re: [kmnu2000] Ibadah haji dan toleransi > Sekali-kali "nyinyir" (kata Mas Nadirsyah dan Syaikhul) ya tidak apa. Di > dunia nyata kita sering berbasa-basi, masa di dunia yang maya ini juga > harus > begitu. Dan ini kan risikonya berkampanye di lapangan terbuka. Lagian, > kata > Mas Tukul, pujian itu racun. > > Begini Mbak, > Saya tidak ada masalah dengan persaudaraan muslim sebagai hikmah haji dan > gagasan toleransi umat beragama. Saya juga tidak sedang bertanya apakah > kain > ihram yang putih, wukuf, thawaf, sa'i, talbiyah atau bahasa arab malah > memicu permusuhan kepada non muslim atau sebaliknya. Saya hanya menyoal > tulisan di atas karena tidak berhasil menyambungkan gagasan toleransi > beragama dengan cerita sebelumnya, yakni seputar persaudaraan muslim dalam > ibadah haji. Dua-duanya berdiri sendiri, sehingga tidak ilmiah, bahasa > 'nyiyir'nya ya ga nyambung. Kelihatan bahwa bagian awal tulisan hanya > untuk > memberikan "rasa Islam" dan inti dari tulisan adalah untuk memasukkan > gagasan tentang pluralisme. > > Tambahan: Saya menduga gagasan mengenai toleransi yang sedang digulirkan > memang sangat dibutuhkan oleh kelompok minoritas muslim di negara bule > sana > yang sedang terkesan dengan haji. Namun dalam kontek Indonesia, gagasan > ini > tidak berarti (meski menyibukkan sebagian kalangan agamawan sekolahan). > Toleransi mestinya digulirkan oleh kelompok minoritas bukan oleh kelompok > muslim sendiri. Muslim Indonesia tidak ada problem dengan toleransi, namun > dengan akses sosial-ekonomi yang didominasi oleh kalangan minoritas itu. > > Salam, > Anam > > > 2008/12/17 Rosa Prabowo <[email protected]> > >> Anam yang baik, >> >> Terimakasih atas komentar sampeyan mengenai tulisan suami saya. >> Alhamdulillah, sekalipun sedikit nyentil, saya cukup toleran kok menerima >> masukan, Nggak apa-apa kalau dianggap nggak bermutu. Nggak apa-apa juga >> kalau "hanya" dengan tulisan suami saya yang sederhana, sampeyan >> menyarankan >> orang untuk tidak memilih saya. Prinsip saya cuman satu kun fayakun. >> Kalau >> Allah menghendaki saya jadi..ya jadilah. Allah lah yang akan mengatur >> perjalanan saya kesana. Sebaliknya kalau Allah menghendaki lain...saya >> hanya >> bisa berpasrah diri kepada Nya. >> >> Megenai kritikan sampeyan, sudah saya sampaikan ke suami saya, dan di >> bawah >> ini adalah jawabannya. >> >> Kalau Anam tidak bisa menemukan logika yang nyambung antara "persaudaraan >> umat Islam sedunia dalam satu warna pakaian ihram" dengan "toleransi >> antar >> agama" itu barangkali karena Anam biasa mengikuti logika binar yang >> mengasumsikan bahwa kalau satu kelompok mengkonsolidasikan diri maka akan >> muncul sikap menyepelekan atau bahkan memusuhi kelompok lain. Dalam kasus >> ini, asumsi yang dipikirkan (kalau di penelitian itu sih disebutkan >> "negaranya orang bule") bahwa: jemaah haji yang kumpul bareng, ngobrol, >> ibadah bareng, pakai ihram itu kemudian terdorong untuk semakin merasa >> bersaudara (atau "persaudaraan umat Islam sedunia dalam satu warna >> pakaian >> ihram") akan juga terdorong untuk "memusuhi" umat lainnya atau "tidak >> toleran". Memang sebagian sosiolog seperti Tajfel berpendapat seperti itu >> dan itu juga dirujuk oleh penelitian haji itu "the idea that >> strengthening >> the attachment to an in-group may lead to more negative feelings towards >> an >> out-group." >> >> Nah, justru analisis dikotomis seperti inilah yang ditolak oleh >> penelitian >> tentang haji tersebut. Dan itu dapat dibuktikan. Justru jemaah haji yang >> semakin kuat rasa persaudaraannya di satu sisi, semakin "open minded" dan >> memiliki sikap toleran terhadap bangsa dan agama lain di sisi lain. Kalau >> dianalogikan lewat bahasa Indonesia, itu kira-kira bergerak dari "kami" >> (atau we exclusive) menuju "kita" (atau we inclusive) dan bukan dari >> "kami" >> untuk berbeda dengan "mereka". Kalau kata penelitian itu "Our evidence >> suggests that while Hajjis positively update their views towards groups >> they >> were exposed to on the Hajj, this positive updating also extends to their >> views on groups they were not exposed to." >> >> Dalam tulisan Ibadah Haji dan Toleransi sebenarnya hubungan antara >> hal-hal >> di atas itu disinggung, meski singkat (maklum untuk bahan diskusi >> pengajian). Misalnya di tulisan itu disebutkan: >> >> Lebih >> dari munculnya perasaan bersatu, ibadah haji juga mendorong agar umat >> Islam bisa hidup harmonis dengan perbedaan-perbedaan yang ada (p.19). >> ... Bahwa kehidupan yang harmonis bisa dibangun >> dengan menerima dan menghargai perbedaan-perbedaan di antara umat Islam >> tanpa mengecilkan pihak lain. ... Apakah >> sikap positif itu (maksudnya, keinginan untuk hidup harmonis dengan >> semakin >> "toleran" atau menghargai pihak lain sesama muslim itu) juga melebar ke >> orang atau bangsa lain non-muslim? >> Penelitian tentang haji ini menjawab dengan affirmatif. Ya (maksudnya >> jemaah haji ternyata juga toleran dengan agama lain atau orang dengan >> agama >> lain). >> Kalau kemudian tulisan itu ditutup dengan pembicaraan tentang "toleransi >> beragama" atau sebetulnya cukup kata toleransi saja, itu karena ada >> kejumbuhan di sebagian benak warga Indonesia tentang arti toleransi. >> Toleransi diartikan sebagai "kerjasama" sehingga kalau dilakukan >> persamaan >> "toleransi beragama" = "kerjasama beragama". Tentu persamaan seperti ini >> misleading dan oleh karenanya muncul kata-kata sebagian ustadz "tidak ada >> toleransi dalam aqidah". Lho, kok jadi gitu? Wong toleransi itu menurut >> bahasa adalah "sepakat untuk berbeda dan tidak saling mengganggu" >> sehingga >> harusnya "toleransi beragama" diartikan "sepakat untuk saling beda aqidah >> tanpa saling utak-atik aqidah orang lain sebagai bentuk rasa respek" dan >> bukan "mari kerjasama hari ini aqidahmu kita pakai besok aqidahku". >> Karena >> yang terakhir ini bukalah toleransi namanya. >> >> Jadi Ibadah Haji memang mendorong Toleransi (tanpa atau dengan >> embel-embel >> apa pun). >> >> Nah, moga- moga terjadi polemik disini, lumayan kan, saya bisa jadi >> moderator antara Anam dengan pak Taufiq :)) >> Terakhir, salam kenal juga. Sesungguhnya ucapan ini sungguh aneh, karena >> saya merasa menjadi member di milis ini sudah cukup laaamaaa. Dan >> terkadang >> saya juga membaca nama Anam di situ, pertanyaannya, kenapa kita tidak >> kemudian merasa saling mengenal meskipun itu hanya terjadi di dunia maya? >> Kalau memang ini kenyataannya, saya justru sangat bersyukur, bahwa dengan >> tulisan suami saya yang sederhana ini bisa menjadikan kita secara real >> saling bersilaturahmi. >> >> Di atas gunung masih ada langit, di atas langit masih ada Tuhan Azza wa >> Jalla. Semoga dengan pertemanan ini tidak menjadikan kita manusia yang >> sombong. >> >> Salam, >> >> >> Rosa >> http://safiramachrusah.blogspot.com >> >> --- On Tue, 16/12/08, Kh Anam <[email protected] <gus.anam%40gmail.com>> >> wrote: >> From: Kh Anam <[email protected] <gus.anam%40gmail.com>> >> Subject: Re: [kmnu2000] Ibadah haji dan toleransi >> To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com> >> Received: Tuesday, 16 December, 2008, 9:01 PM >> >> Mbak Rosa, >> >> Gagasannya dipaksakan sekali, sepertinya tulisan ini muncul gara-gara >> >> beasiswa, hehe.. Tidak ada kaitan antara persaudaraan umat Islam sedunia >> >> dalam satu warna pakaian ihram dengan toleransi antar agama. Logikanya >> tidak >> >> nyambung. Suami anda juga tidak berusaha menghubungkan dua topik yang >> >> berbeda itu. Topik pertama dipaparkan begitu saja sekedar untuk memancing >> >> rasa Islam, kemudian topik kedua disusulkan sebagai bagian dari ide besar >> >> yang akan dikembangkan. Kurang intelektual mbak, ngisin-ngisini. .. Kalu >> saya >> >> warga Jawa Tengah, saya tidak akan memilih anda... >> >> Salam kenal, >> >> Anam >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> Start your day with Yahoo!7 and win a Sony Bravia TV. Enter now >> http://au.docs.yahoo.com/homepageset/?p1=other&p2=au&p3=tagline >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [email protected] > Yahoo! Groups Links > > > > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG. > Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.9.18/1852 - Release Date: > 12/16/2008 6:11 PM >
