Yah begitulah Gus Anam..
Kapasitasnya memang segitu aja :)
 
Pls keep peace & smile..
aa

--- On Tue, 12/16/08, Abd. Moqsith Ghazali <[email protected]> wrote:

From: Abd. Moqsith Ghazali <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Mbak Rosa dan Kang Nadir
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 16, 2008, 8:59 PM






Bung Nadir,

Teman kita yang satu ini, Anam, memang sering menggunakan diksi tak terduga 
terutama ketika menuturkan ketidak-setujuannya kepada yang lain. Dengan ini, ia 
"ada". Setiap orang punya beragam cara untuk meng-ada. 

Sith

____________ _________ _________ __
From: dumas <[email protected]. net.id>
To: kmnu2...@yahoogroup s.com
Sent: Wednesday, December 17, 2008 9:48:35 AM
Subject: [kmnu2000] Mbak Rosa dan Kang Nadir

Kang Nadir, betul. 

Seorang intelektual (konon) mesti siap mendengar dan memperhatikan dengan sabar 
kendati yang didengar itu suara tidak sedap. Kita nanti tahu kok, kapasistas 
seseorang dari tulisan tanpa kita paksakan untuk bicara.

Beasiswa atau apa, sesungguhnya adalah motivasi seseorang untuk makin kencang 
menulis atawa mengungkapkan gagasan. Salut untuk Mbak Rosa. 
Biarkan anjing menggonggong, kita tetap menulis...meskipun yang baca hanya 
istri dan anak-anak kita...

Demikianlah.
Salam saya,
Riadi Ngasiran

----- Original Message ----- 
From: Nadirsyah Hosen 
To: kmnu2...@yahoogroup s.com 
Sent: Wednesday, December 17, 2008 7:11 AM
Subject: [kmnu2000] Re: Ibadah haji dan toleransi

Mas Anam,

Kenapa sih harus nyinyir begitu sampai melebar ke masalah beasiswa.
Saya kira antum mesti belajar menghargai tulisan orang lain. Kalaupun 
tidak setuju dg tulisan tsb, banyak cara lain yang lebih pantas antum 
sampaikan di forum terbuka ini.

salam,

=nadir=

--- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "Kh Anam" <gus.a...@.. .> wrote:
>
> Mbak Rosa,
> Gagasannya dipaksakan sekali, sepertinya tulisan ini muncul gara-
gara
> beasiswa, hehe.. Tidak ada kaitan antara persaudaraan umat Islam 
sedunia
> dalam satu warna pakaian ihram dengan toleransi antar agama. 
Logikanya tidak
> nyambung. Suami anda juga tidak berusaha menghubungkan dua topik 
yang
> berbeda itu. Topik pertama dipaparkan begitu saja sekedar untuk 
memancing
> rasa Islam, kemudian topik kedua disusulkan sebagai bagian dari ide 
besar
> yang akan dikembangkan. Kurang intelektual mbak, ngisin-ngisini. .. 
Kalu saya
> warga Jawa Tengah, saya tidak akan memilih anda...
> 
> Salam kenal,
> Anam
> 
> 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke