Salam...

Mungkin kita agak susah membedakan "warna" jamaah haji ketika mereka memakai 
pakaian Ihram yang "hanya sebentar". Tapi setelah itu, perbedaan menjadi jelas 
ketika beberapa jamaah ada yang pergi ke "Pasar Seng" untuk shopping, atau 
makan di kawasan Hilton atau berbelanja perhiasan di sekitar Masjid Haram atau 
Masjid Nabawi. 

Beberapa hari yang lalu seorang warga negara Indonesia yang tinggal di 
Amsterdam bercerita kepada saya. Ada seorang muallaf Belanda yang kebetulan 
diajak haji oleh seorang warga Indonesia yang tinggal di Den Haag. Mereka 
menunaikan ibadah haji sebagaimana mestinya. Sebelum kembali ke Belanda, mereka 
mampir di Madinat al-Hujjaj, Jeddah untuk meng-confirm tiket. Antrean panjang. 
Si muallaf Belanda itu pun ikut antri. Tepat gilirannya, tiba2 petugas tiket 
menutup loketnya. Si Belanda marah-marah dengan menggedor2 loket seraya 
berkata, "Untung aku tidak ketemu muslim seperti kamu dulu. Seandainya ketemu 
muslim seperti kamu mungkin aku tidak akan masuk Islam."

Kalau memang para jamaah haji itu tamu Allah, tidak seharusnya para penjamu 
tamu Allah memperlakukan tamu-Nya seperti itu. Kejadian seperti ini tidak 
jarang kita temukan pada orang Arab.


Munir 

--- On Tue, 16/12/08, Kh Anam <[email protected]> wrote:
From: Kh Anam <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Ibadah haji dan toleransi
To: [email protected]
Date: Tuesday, 16 December, 2008, 5:01 PM










    
            Mbak Rosa,

Gagasannya dipaksakan sekali, sepertinya tulisan ini muncul gara-gara

beasiswa, hehe.. Tidak ada kaitan antara persaudaraan umat Islam sedunia

dalam satu warna pakaian ihram dengan toleransi antar agama. Logikanya tidak

nyambung. Suami anda juga tidak berusaha menghubungkan dua topik yang

berbeda itu. Topik pertama dipaparkan begitu saja sekedar untuk memancing

rasa Islam, kemudian topik kedua disusulkan sebagai bagian dari ide besar

yang akan dikembangkan. Kurang intelektual mbak, ngisin-ngisini. .. Kalu saya

warga Jawa Tengah, saya tidak akan memilih anda...



Salam kenal,

Anam



2008/12/16 Rosa Prabowo <rosa_prabowo@ yahoo.com. au>



>

>

> Salam,

>

> Ini adalah cuplikan tulisan suami saya,

>

> Ibadah Haji dan Toleransi

>

> Memang, saat berada di depan Mahkamah Allah semua orang

> sama. Seperti juga saat para jemaah haji itu di Arafah, mereka terlihat

> hampir

> seragam. Tak ada terlintas status sosial mereka. Rawin Kunkongkaphan, dari

> Bangkok, Thailand, bercerita pada Saudi Gazette, bahwa haji adalah

> pertemuan

> religius terbesar di dunia. Ia mengumpulkan hampir 3 juta orang di satu

> tempat.

> "Hajj is an amazing event if you look at different people coming from

> different parts of the world. When they put on Iharm they all become

> brothers."

> Selanjutnya, ia berpendapat bahwa haji mendorong semua orang Islam untuk

> bersatu dan berjihad demi kedamaian dunia.

>

>  Hal senada diungkapkan

> oleh Habib Allah pada CNN. Warga Pakistan yang berumur 24 tahun ini belum

> pernah

> meninggalkan negerinya sebelum berhaji. Ia mengatakan bahwa ia merasa

> melihat "dunia

> secara utuh" di Mekah, Arab Saudi. "Saya merasa kita semua seperti

> saudara." "I never thought about this before. The hajj has

> changed my thoughts about other Muslims from other countries. The hajj has

> united us as Muslims and as brothers." Ia melanjutkan, "Setelah saya

> melaksanakan Haji, saya merasa

> bahwa dunia sangat kecil dan kami semua saling berbagi tempat ... bumi ini.

> Kita

> semua harus hidup damai satu dengan yang lain, apakah dengan Muslim atau

> non-Muslim."

>

> Ada juga kesaksian dari Roland Boon dari Rotterdam,

> Belanda, yang juga baru pertama kali berhaji. "The crowd here is really

> amazing,

> and I think it is something that you cannot describe in words." Ini adalah

> kesempatan untuk menunjukkan pada dunia bahwa "Muslims love peace and want

> to live in harmony." "Saya berharap semua orang Islam dapat hidup dengan

> damai dan melupakan banyak perbedaan di antara mereka." Dan masih ada lagi

> beberapa kesaksian yang serupa dari jemaah haji lain dari berbagai negara.

>

> Hasil penelitian Harvard Kennedy School

>

> Apa yang disampaikan para jemaah haji itu sebenarnya

> tidak jauh beda dengan hasil penelitian yang dimotori oleh David

> Clingingsmith, Asim Ijaz Khwaja dan

> Michael Kremer dari Harvard Kennedy School, Amerika.

>

> Selanjutnya ikuti tautan berikut:

> http://safiramachru sah.blogspot. com/2008/ 12/ibadah- haji-dan- toleransi. 
> html

>

> Salam,

>

> Safira Machrusah [Rosa]

> http://safiramachru sah.blogspot. com

>

> Start your day with Yahoo!7 and win a Sony Bravia TV. Enter now

> http://au.docs. yahoo.com/ homepageset/ ?p1=other& p2=au&p3= tagline

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

>

>  

>



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Start chatting with friends on the all-new Yahoo! Pingbox today! It's 
easy to create your personal chat space on your blogs. 
http://sg.messenger.yahoo.com/pingbox

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke