Etika Bertetangga
Assalamualaikum Wr Wb
Bissmillahirromaanirrohiim
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan 
berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, 
orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, 
ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang 
yang sombong dan membangga-banggakan diri, QS. An-Nisa’ ( 4) : 36.
1.      Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah 
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu 
Hurairah Radhiallaahu anhu : "....Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan 
hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya". Dan di dalam riwayat 
lain disebutkan: "hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya". 
(Muttafaq'alaih).
2.   Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat 
mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui 
batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti 
perasaannya.
3.      Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. 
Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan 
hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang 
membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan 
aib mereka.
4.   Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara 
radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan 
kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa 
Sallam telah bersabda: "Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; 
demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi 
menjawab: "Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena 
perbuatan-nya". (Muttafaq'alaih).
5.   Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan 
seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan 
bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau 
menjelek-jelekkan mereka.
6.      Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. 
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: "Wahai Abu 
Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan 
berilah tetanggamu". (HR. Muslim).
7.      Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan 
berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan 
apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita 
undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka 
jinak dan sayang kepada kita.
8.      Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan / kekeliruan mereka dan 
jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang 
kekeliruan dan kealpaan mereka.
9.      Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. 
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Ada tiga kelompok manusia 
yang dicintai Allah.... Disebutkan di antaranya : “Seseorang yang mempunyai 
tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas 
gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya". 
(HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
 
 
Nasehat : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke