Asal kiai-kiai kampungnya tidak bersifat seperti Cina aja gus.

2009/10/29 robet_gasede <[email protected]>

>
>
> Salam,
>
> Saya mau bercerita sedikit. Tahaddutsan bin-ni'mah. Dulu yang menguasai
> jaringan ekonomi sampai ke kampung2 adalah Cina. Alhamdulillah kami dari
> golongan pesantren mulai menggoyang kekuatan ekonomi Cina, paling tidak di
> tingkat kecamatan. Ya, bersyukurlah lumayan. Sekarang banyak kiai, pesantren
> yang memiliki toko, supermarket, tanah, dll. Lumayan.
>
> Ada kiai Mahfudz Soubary dari Pacet. Beliau terkenal kiai poligami. Beliau
> punya istri empat. Usaha beliau dari nol. Beliau cerita mahar kawin dengan
> istri pertama 10.000. Hari besoknya dipinjam untuk beli beras. He he.
>
> Tapi beliau usaha keras. Sampai akhirnya menjadi pemasok sayur dan buah
> organik di supermarket2 besar di surabaya. Harga cabe organik milik beliau
> mencapai Rp.50.000, harga terong satu kilo 35.000. Di pesantren beliau ada
> green house. Pesantren yang luar biasa. Beliau juga menyediakan puluhan
> kamar bagi pengunjung di pesantren lengkap dengan kamar mandinya. Indah di
> atas bukit. Nama Pesantren Riyadlul Jannah. Luar biasa. Terlepas beliau
> adalah kiai yang nyentrik.
>
> Di Jember sendiri di kecamatan arjasa. Pasar arjasa sudah dikuasai oleh
> orang pesantren. Kami punya toko bangunan, alhamdulillah lancar. Mudah2an
> terus lancar. Malah punya Cina mati. Dengan solidaritas yang dibangun
> melalui jaringan pesantren, alhamdulillah hegemoni Cina di daerah kami mulai
> terkikis.
>
> Di rambipuji, kami juga punya alumni. Membuka toko emas dan toko
> elektronik. Alhamdulillah, dengan kepandaian dalam loby dan mencari kulakan
> yang murah dan harga jual bersaing, kita bisa eksis. Di rambipuji toko
> elektronik yang jalan justru dari kalangan pesantren. Punya Cina
> alhamdulillah masih ada, tapi nafasnya sudah senin kamis. Ini sedikit saja
> cerita. Dan jawaban, mungkin ada yang bertanya: apa peran NU di bidang
> ekonomi. Yang kami lakukan, ya ini sudah. Hidup NU.
>
> Salam,
> Robith Qoshidi
>
> --- In [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>,
> "robet_gasede" <robet_gas...@...> wrote:
> >
> > Salam,
> >
> > Ini jawaban untuk pengikut Wahaby, bin Baz, Usaimin, dan Ibn Taimiyah,
> dll.
> >
> > Jika Wahaby mengatakan bahwa ini haram untuk dilakukan karena tidak
> dilakukan Nabi Muhammad Saw dan sahabat Ra. Maka Jawabannya akan saya tulis
> di bawah ini. Jawaban ini berasal dari kitab Husnu al-tafahhum wad-dark fi
> masalati at-tark karya Abi fadl Muhammad al-Ghummary:
> >
> > Pertama:
> > Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu berarti haram karena
> beberapa hal:
> > 1.Adakalanya karena Rosulullah tidak terbiasa. Seperti ketika ditawari
> biawak Arab dalam hadits shohih. Nabi tidak makan (tidak melakukan kegiatan
> makan biawak). Tapi Nabi tidak mengatakan itu haram, karena nabi tidak
> terbiasa saja. Jadi nabi tidak melakukan sesuatu, tidak berarti haram.
> Justru Nabi mengatakan bahwa itu halal, meski nabi tidak melakukan.
> >
> > 2.Kadang karena takut Allah mewajibkan pada hambanya. Seperti Nabi yang
> tidak melakukan sholat tarawih di mesjid saat para sahabat berkumpul ingin
> sholat.
> >
> > 3.Kadang2 lupa. Seperti dalam sholat. Beliau pernah meninggalkan salah
> satu gerakan sholat, bukan karena haram. Tapi beliau bersabda: Sesungguhnya
> aku manusia bisa lupa, kalau lupa tolong ingatkan.
> >
> > 4.Kadang karena beliau belum memikirkan. Contohnya awalnya ketika khutbah
> jumat beliau tidak pakai mimbar. Kemudian ditawarkan oleh para sahabat.
> Kemudian beliau memakai mimbar.
> >
> > 5.Kadang tidak melakukan karena sudah masuk pada ayat2 yang menerangkan
> secara umum. If'alul khoiro la'allakum tuflihun. Kerjakanlah hal2 yang baik.
> >
> > Kesimpulan. Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu haram.
> Tapi karena ada alasan2 lain. Jadi, kalau tidak ada hadits yang menerangkan
> bahwa rosulullah tidak berdzikir di hari2 tertentu, bukan berarti tidak
> boleh dzikir di hari2 tertentu. Sebab ibadah berdzikir kapan saja sudah
> masuk pada perintah Allah: Wa adzdzkurullaha katsira. Dan banyak ayat2 lain
> yang menyuruh kita untuk dzikir siang malam, pagi sore.
> >
> > Mudah2an saya punya waktu (istri saya hamil tua), saya akan menulis
> beberapa poin jawaban untuk wahaby:
> >
> > 1.Berkenaan bahwa yang ditinggalkan tidak selamanya bermakna haram.
> Karena yang halal sudah jelas yang haram sudah jelas. Yang tidak diterangkan
> adalah afwun (mubah). Dalam al-Qur'an menjelaskan yang datang dari rosul
> kamu ambil, yang dilarang jangan dilakukan. Perhatikan "yang dilarang" Nabi
> bukan "yang ditinggalkan" Nabi. Ini masih pendapat muhaddits kabir
> al-Ghummary.
> >
> > 2.Berkenaan dengan contoh2 yang tidak dilakukan nabi tapi boleh
> dilakukan. Satu, pengumpulan al-Qur'an, harakat al-Qur'an, titik al-Qur'an.
> Dua, Sayyidina Umar melakukan sholat tarawih berjamaah. Ketiga: Sayyidina
> Usman Adzan jum'at dua kali, dll.
> >
> > Jika wahaby mengatakan bahwa Sayyidina Umar, Usman, dan para sahabat
> pelaku bid'ah. Saya yang paling pertama ikut melakukan bid'ah. Tapi jika
> Wahaby salah dalam mendefinisikan bid'ah, ya sadarlah. Masa Sayyidina Umar,
> Usman, yang dijamin masuk surga oleh Nabi dianggap sesat. Wal iyadlu billah.
>
> >
> > Dalil ini bisa dipelajari di buku karya LBM Jember. Membongkar kebohongan
> "yg ngaku2" mantan kiai NU, Mahrus Ali. Terbitan Khalista Jawa timur. Dan
> bisa dipelajari dalam istihsan al-khoudl fi ilmi al-kalam karya imam
> al-Asy'ary.
> >
> > 3.Juga berkenaan dengan beberapa anekdot dan retorika yang mudah dipahami
> orang awam untuk membantah wahaby. Jadi dalil NU itu kuat, secara dalil
> jadaly, khitoby, dan al-Qur'an as-Sunah nya.
> >
> >
> > Salam. Kita harus membentengi NU di tengah gempuran faham2 yang
> menggerogoti NU. Tanpa harus melupakan aktifitas pendidikan, ekonomi,
> sosial, dll.
> > Robith Qoshidi
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>, priyo
> susilo <priyos74@> wrote:
> > >
> > > Mas muji
> > >
> > > sebanyak adab dibawah berapa yang sudah bisa dilakukan oleh Mas Muji...
> > >
> > > salam
> > >
> > >
> > > 2009/10/28 Mujiarto Karuk <mkaruk@>
> > >
> > > >
> > > >
> > > > Etika Bertetangga
> > > > Assalamualaikum Wr Wb
> > > > Bissmillahirromaanirrohiim
> > > > Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu
> pun.
> > > > Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat,
> anak-anak
> > > > yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang
> jauh, teman
> > > > sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak
> menyukai
> > > > orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, QS. An-Nisa' (
> 4) :
> > > > 36.
> > > > 1. Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka.
> > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di
> dalam
> > > > hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : "....Barangsiapa yang beriman
> kepada
> > > > Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya". Dan
> di
> > > > dalam riwayat lain disebutkan: "hendaklah ia berprilaku baik terhadap
> > > > tetangganya". (Muttafaq'alaih).
> > > > 2. Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak
> > > > membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita
> tidak
> > > > boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya,
> karena hal
> > > > tersebut menyakiti perasaannya.
> > > > 3. Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di
> rumah.
> > > > Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil;
> dan
> > > > hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka
> yang
> > > > membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan
> merahasiakan
> > > > aib mereka.
> > > > 4. Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti
> suara
> > > > radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka
> dengan
> > > > kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu
> alaihi wa
> > > > Sallam telah bersabda: "Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak
> > > > beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai
> Rasulullah?
> > > > Nabi menjawab: "Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram
> karena
> > > > perbuatan-nya". (Muttafaq'alaih).
> > > > 5. Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan
> > > > seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang
> munkar
> > > > dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan
> atau
> > > > menjelek-jelekkan mereka.
> > > > 6. Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita.
> > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr:
> "Wahai
> > > > Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka
> perbanyaklah
> > > > airnya dan berilah tetanggamu". (HR. Muslim).
> > > > 7. Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan
> > > > berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita
> tanyakan
> > > > apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya
> kita
> > > > undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati
> mereka
> > > > jinak dan sayang kepada kita.
> > > > 8. Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan / kekeliruan mereka
> dan
> > > > jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak
> > > > memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
> > > > 9. Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap
> kita.
> > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Ada tiga kelompok
> > > > manusia yang dicintai Allah.... Disebutkan di antaranya : "Seseorang
> yang
> > > > mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya,
> namun ia
> > > > sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau
> > > > keberangkatannya". (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
> > > >
> > > >
> > > > Nasehat : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke