Salam,

Hanya sekedar memberi info. Biar NU gak disangka diam, tak melakukan apa2 untuk 
Islam. Dan biar gak disangka NU kerjaannya politik aja. Ternyata sumbangsih NU 
dan pesantren dalam pendidikan tidak sedikit. Ratusan Mts, MA, SMP, SMA, 
didirikan oleh pesantren. Bahkan yang terbaru agar lulusan pesantren tidak 
kalah di bidang otomotif, komputer, mesin, dll,Pesantren mendirikan SMK. 
Terlepas kekurangan dan kelebihannya sudah puluhan bahkan ratusan SMK 
didirikan. Di beberapa pesantren juga didirikan universitas, ma'had aly setara 
s2. Akbid, Akper, di Paiton Probolinggo, Asembagus Situbondo, dll. 

Tentu pesantren tidak hanya mendirikan sekolah untuk memintarkan muridnya. Tapi 
semoga mampu mencetak generasi yang kuat imannya, baik budinya, baik 
perilakunya, bersikap toleran, dan pintar otaknya. Amin. Serta menolak HTI yang 
mengkafirkan banyak orang hanya karena ikut berdemokrasi. Dalam pandangan 
Zallum (Pemimpin HT) PKS, PPP, NU, Muhamadiyah dianggap kafir oleh zallum 
karena berdemokrasi.

Salam,
RQ  


NB: 
1.Saya meneliti perkembangan pesantren dan menghasilkan sebuah teori pendidikan 
"kecil-kecilan". Masa cuma Freire, Illich yang boleh berteori. Pesantren boleh 
juga dong. Sebuah metode yang cocok dipakai untuk pesantren baru, dan yang 
belum kokoh tradisi keilmuannya.

2.Kalau sempat nanti saya nulis juga tentang peran kiai kampung (NU) dalam 
psiko-sosial.









--- In [email protected], "robet_gasede" <robet_gas...@...> wrote:
>
> Salam,
> 
> Saya tidak setuju dengan Mas Ulil. Saya pikir ekonomi syariat bukanlah adalah 
> kapitalisme yang diarabkan saja. Saya menganggap bahwa ekonomi Islam berada 
> di tengah-tengah ekonomi kapitalis dan sosialis-komunis. Dia menjaga hak 
> milik pribadi tapi juga  mewajibkan zakat dan menganjurkan sedekah, kafalah 
> yatim, dll. Jika kapitalis menganggap masalah riba adalah masalah sepele, 
> justru sisi ketidak manusiwian riba ditolak keras oleh Islam. 
> 
> Sekali lagi saya mau memaparkan peran pesantren dan kiai kampung dalam 
> ekonomi. Saat ini lembaga pesantren telah mengembangkan lembaga keuangan 
> islam, walaupun di tingkat kecamatan dan kabupaten. Seperti bait mal wa 
> tamwil (BMT) Sidogiri, koperasi Nuris, dll. BMT semacam bank kecil2an yang 
> menerapkan fiqh muamalat yang diterangkan dalam kitab kuning. Ada simpan 
> pinjam, mudlorobah, dll.
> 
> Tentu jelas dan tegas, Pesantren belajar fiqih muamalat tidak dari HTI. Dan 
> NU tetap menjalankan ajaran Islam di bidang ekonomi, akhlaq, fiqh, 
> pendidikan. Tapi sekali lagi dengan tegas, NU dan pesantren tetap menolak 
> HTI. Karena HTI mengkafirkan orang-orang yang berdemokrasi (musyawarah), dll, 
> dll. 
> 
> Dengan Bait mal wa tamwil, jelas NU bukan sekelompok orang yang suka 
> berdemonstrasi saja. Dan merasa cukup berdemonstrasi. Serta tidak mengaggap 
> orang yang berdemonstrasi adalah orang yang paling menjalankan Islam. Ah 
> tidak perlu demonstrasi untuk menjalankan ajaran Islam. Lihat aja di 
> pesantren, gak perlu demonstrasi, langsung sholat, zakat, puasa, mendirikan 
> BMT, koperasi, berdakwah agar umat dekat dengan Islam, mengenal Islam, 
> merancang kota santri. Kota santri adalah sebuah konsep besar, praktek besar. 
> Bukan mulut besar. Bukan juga kaum verbalis yang cukup ngomong sudah dianggap 
> berperan besar. 
> 
> Salam
> Robith Q
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> --- In [email protected], sofwan nadi <de_abah@> wrote:
> >
> > Waktu itu tahun 1984..saya lagi ngoboy...kabur dari pondok.
> > Saya nyangkut di ndalem Mbah As'ad di Asembagus untuk beberapa hari sebelum 
> > menyebrang ke Pamekasan... Beliau bilang ke para tamu yang hadir, tamu dari 
> > seputar wilayah tapal kuda.
> > kurang lebih begini. Aku titip negeri ini jangan dijadikan seperti 
> > Singapura. Orang-orang menjual aset-asetnya ke orang lain sampai-sampai 
> > orang Melayu sendiri tidak memiliki apa-apa, sejak kekuasaan di pemerintah 
> > sampai tanah di kampung-kampung.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: robet_gasede <robet_gasede@>
> > To: [email protected]
> > Sent: Thu, October 29, 2009 3:13:18 PM
> > Subject: [kmnu2000] Re: Peran-peran Kiai Kampung (NU) dalam ekonomi
> > 
> >   
> > 
> > Mas Sofwan, maksudnya KH As'ad apa? Titip negeri ini jangan dijadikan 
> > singapura? Kok saya gak ngerti? Mohon dijelaskan.
> > 
> > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, sofwan nadi <de_abah@ > wrote:
> > >
> > > Mas Robet, kalau di Singaparna.. .cara masyarakat melumpuhkan perbankan 
> > > BCA adalah dengan rame-rame hutang... sampai gulung tikar dan tutup..
> > > 
> > > Saya jadi ingat pesan Mbah As'ad Syamsul Arifin... Titip negeri ini 
> > > jangan dijadikan Singapura. Begitu kata beliau.
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ____________ _________ _________ __
> > > From: robet_gasede <robet_gasede@ ...>
> > > To: kmnu2...@yahoogroup s.com
> > > Sent: Thu, October 29, 2009 9:07:28 AM
> > > Subject: [kmnu2000] Peran-peran Kiai Kampung (NU) dalam ekonomi
> > > 
> > > 
> > > Salam,
> > > 
> > > Saya mau bercerita sedikit. Tahaddutsan bin-ni'mah. Dulu yang menguasai 
> > > jaringan ekonomi sampai ke kampung2 adalah Cina. Alhamdulillah kami dari 
> > > golongan pesantren mulai menggoyang kekuatan ekonomi Cina, paling tidak 
> > > di tingkat kecamatan. Ya, bersyukurlah lumayan. Sekarang banyak kiai, 
> > > pesantren yang memiliki toko, supermarket, tanah, dll. Lumayan. 
> > > 
> > > Ada kiai Mahfudz Soubary dari Pacet. Beliau terkenal kiai poligami. 
> > > Beliau punya istri empat. Usaha beliau dari nol. Beliau cerita mahar 
> > > kawin dengan istri pertama 10.000. Hari besoknya dipinjam untuk beli 
> > > beras. He he.
> > > 
> > > Tapi beliau usaha keras. Sampai akhirnya menjadi pemasok sayur dan buah 
> > > organik di supermarket2 besar di surabaya. Harga cabe organik milik 
> > > beliau mencapai Rp.50.000, harga terong satu kilo 35.000. Di pesantren 
> > > beliau ada green house. Pesantren yang luar biasa. Beliau juga 
> > > menyediakan puluhan kamar bagi pengunjung di pesantren lengkap dengan 
> > > kamar mandinya. Indah di atas bukit. Nama Pesantren Riyadlul Jannah. Luar 
> > > biasa. Terlepas beliau adalah kiai yang nyentrik.
> > > 
> > > Di Jember sendiri di kecamatan arjasa. Pasar arjasa sudah dikuasai oleh 
> > > orang pesantren. Kami punya toko bangunan, alhamdulillah lancar. Mudah2an 
> > > terus lancar. Malah punya Cina mati. Dengan solidaritas yang dibangun 
> > > melalui jaringan pesantren, alhamdulillah hegemoni Cina di daerah kami 
> > > mulai terkikis.
> > > 
> > > Di rambipuji, kami juga punya alumni. Membuka toko emas dan toko 
> > > elektronik. Alhamdulillah, dengan kepandaian dalam loby dan mencari 
> > > kulakan yang murah dan harga jual bersaing, kita bisa eksis. Di rambipuji 
> > > toko elektronik yang jalan justru dari kalangan pesantren. Punya Cina 
> > > alhamdulillah masih ada, tapi nafasnya sudah senin kamis. Ini sedikit 
> > > saja cerita. Dan jawaban, mungkin ada yang bertanya: apa peran NU di 
> > > bidang ekonomi. Yang kami lakukan, ya ini sudah. Hidup NU.
> > > 
> > > Salam,
> > > Robith Qoshidi
> > > 
> > > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "robet_gasede" <robet_gasede@ ...> 
> > > wrote:
> > > >
> > > > Salam,
> > > > 
> > > > Ini jawaban untuk pengikut Wahaby, bin Baz, Usaimin, dan Ibn Taimiyah, 
> > > > dll.
> > > > 
> > > > Jika Wahaby mengatakan bahwa ini haram untuk dilakukan karena tidak 
> > > > dilakukan Nabi Muhammad Saw dan sahabat Ra. Maka Jawabannya akan saya 
> > > > tulis di bawah ini. Jawaban ini berasal dari kitab Husnu al-tafahhum 
> > > > wad-dark fi masalati at-tark karya Abi fadl Muhammad al-Ghummary:
> > > > 
> > > > Pertama: 
> > > > Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu berarti haram 
> > > > karena beberapa hal:
> > > >   1.Adakalanya karena Rosulullah tidak terbiasa. Seperti ketika 
> > > > ditawari biawak Arab dalam hadits shohih. Nabi tidak makan (tidak 
> > > > melakukan kegiatan makan biawak). Tapi Nabi tidak mengatakan itu haram, 
> > > > karena nabi tidak terbiasa saja. Jadi nabi tidak melakukan sesuatu, 
> > > > tidak berarti haram. Justru Nabi mengatakan bahwa itu halal, meski nabi 
> > > > tidak melakukan.
> > > > 
> > > >   2.Kadang karena takut Allah mewajibkan pada hambanya. Seperti Nabi 
> > > > yang tidak melakukan sholat tarawih di mesjid saat para sahabat 
> > > > berkumpul ingin sholat. 
> > > > 
> > > >   3.Kadang2 lupa. Seperti dalam sholat. Beliau pernah meninggalkan 
> > > > salah satu gerakan sholat, bukan karena haram. Tapi beliau bersabda: 
> > > > Sesungguhnya aku manusia bisa lupa, kalau lupa tolong ingatkan.
> > > > 
> > > >   4.Kadang karena beliau belum memikirkan. Contohnya awalnya ketika 
> > > > khutbah jumat beliau tidak pakai mimbar. Kemudian ditawarkan oleh para 
> > > > sahabat. Kemudian beliau memakai mimbar.
> > > > 
> > > >   5.Kadang tidak melakukan karena sudah masuk pada ayat2 yang 
> > > > menerangkan secara umum. If'alul khoiro la'allakum tuflihun. 
> > > > Kerjakanlah hal2 yang baik.
> > > > 
> > > > Kesimpulan. Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu haram. 
> > > > Tapi karena ada alasan2 lain. Jadi, kalau tidak ada hadits yang 
> > > > menerangkan bahwa rosulullah tidak berdzikir di hari2 tertentu, bukan 
> > > > berarti tidak boleh dzikir di hari2 tertentu. Sebab ibadah berdzikir 
> > > > kapan saja sudah masuk pada perintah Allah: Wa adzdzkurullaha katsira. 
> > > > Dan banyak ayat2 lain yang menyuruh kita untuk dzikir siang malam, pagi 
> > > > sore.
> > > > 
> > > > Mudah2an saya punya waktu (istri saya hamil tua), saya akan menulis 
> > > > beberapa poin jawaban untuk wahaby: 
> > > > 
> > > > 1.Berkenaan bahwa yang ditinggalkan tidak selamanya bermakna haram. 
> > > > Karena yang halal sudah jelas yang haram sudah jelas. Yang tidak 
> > > > diterangkan adalah afwun (mubah). Dalam al-Qur'an menjelaskan yang 
> > > > datang dari rosul kamu ambil, yang dilarang jangan dilakukan. 
> > > > Perhatikan "yang dilarang" Nabi bukan "yang ditinggalkan" Nabi. Ini 
> > > > masih pendapat muhaddits kabir al-Ghummary.
> > > > 
> > > > 2.Berkenaan dengan contoh2 yang tidak dilakukan nabi tapi boleh 
> > > > dilakukan. Satu, pengumpulan al-Qur'an, harakat al-Qur'an, titik 
> > > > al-Qur'an. Dua, Sayyidina Umar melakukan sholat tarawih berjamaah. 
> > > > Ketiga: Sayyidina Usman Adzan jum'at dua kali, dll. 
> > > > 
> > > > Jika wahaby mengatakan bahwa Sayyidina Umar, Usman, dan para sahabat 
> > > > pelaku bid'ah. Saya yang paling pertama ikut melakukan bid'ah. Tapi 
> > > > jika Wahaby salah dalam mendefinisikan bid'ah, ya sadarlah. Masa 
> > > > Sayyidina Umar, Usman, yang dijamin masuk surga oleh Nabi dianggap 
> > > > sesat. Wal iyadlu billah. 
> > > > 
> > > > Dalil ini bisa dipelajari di buku karya LBM Jember. Membongkar 
> > > > kebohongan "yg ngaku2" mantan kiai NU, Mahrus Ali. Terbitan Khalista 
> > > > Jawa timur. Dan bisa dipelajari dalam istihsan al-khoudl fi ilmi 
> > > > al-kalam karya imam al-Asy'ary. 
> > > > 
> > > > 3.Juga berkenaan dengan beberapa anekdot dan retorika yang mudah 
> > > > dipahami orang awam untuk membantah wahaby. Jadi dalil NU itu kuat, 
> > > > secara dalil jadaly, khitoby, dan al-Qur'an as-Sunah nya. 
> > > > 
> > > > 
> > > > Salam. Kita harus membentengi NU di tengah gempuran faham2 yang 
> > > > menggerogoti NU. Tanpa harus melupakan aktifitas pendidikan, ekonomi, 
> > > > sosial, dll.
> > > > Robith Qoshidi
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, priyo susilo <priyos74@> wrote:
> > > > >
> > > > > Mas muji
> > > > > 
> > > > > sebanyak adab dibawah berapa yang sudah bisa dilakukan oleh Mas 
> > > > > Muji...
> > > > > 
> > > > > salam
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 2009/10/28 Mujiarto Karuk <mkaruk@>
> > > > > 
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > Etika Bertetangga
> > > > > > Assalamualaikum Wr Wb
> > > > > > Bissmillahirromaani rrohiim
> > > > > > Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan 
> > > > > > sesuatu pun.
> > > > > > Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, 
> > > > > > anak-anak
> > > > > > yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang 
> > > > > > jauh, teman
> > > > > > sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak 
> > > > > > menyukai
> > > > > > orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, QS. An-Nisa' 
> > > > > > ( 4) :
> > > > > > 36.
> > > > > > 1.      Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka.
> > > > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di 
> > > > > > dalam
> > > > > > hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : "....Barangsiapa yang 
> > > > > > beriman kepada
> > > > > > Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya" . 
> > > > > > Dan di
> > > > > > dalam riwayat lain disebutkan: "hendaklah ia berprilaku baik 
> > > > > > terhadap
> > > > > > tetangganya" . (Muttafaq'alaih) .
> > > > > > 2.   Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, 
> > > > > > tidak
> > > > > > membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita 
> > > > > > tidak
> > > > > > boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, 
> > > > > > karena hal
> > > > > > tersebut menyakiti perasaannya.
> > > > > > 3.      Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak 
> > > > > > di rumah.
> > > > > > Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang 
> > > > > > jahil; dan
> > > > > > hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka 
> > > > > > yang
> > > > > > membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan 
> > > > > > merahasiakan
> > > > > > aib mereka.
> > > > > > 4.   Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, 
> > > > > > seperti suara
> > > > > > radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman 
> > > > > > mereka dengan
> > > > > > kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu 
> > > > > > alaihi wa
> > > > > > Sallam telah bersabda: "Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak
> > > > > > beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai 
> > > > > > Rasulullah?
> > > > > > Nabi menjawab: "Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram 
> > > > > > karena
> > > > > > perbuatan-nya" . (Muttafaq'alaih) .
> > > > > > 5.   Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, 
> > > > > > dan
> > > > > > seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang 
> > > > > > munkar
> > > > > > dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan 
> > > > > > atau
> > > > > > menjelek-jelekkan mereka.
> > > > > > 6.      Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga 
> > > > > > kita.
> > > > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: 
> > > > > > "Wahai
> > > > > > Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka 
> > > > > > perbanyaklah
> > > > > > airnya dan berilah tetanggamu". (HR. Muslim).
> > > > > > 7.      Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan 
> > > > > > mereka dan
> > > > > > berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita 
> > > > > > tanyakan
> > > > > > apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan 
> > > > > > hendaknya kita
> > > > > > undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat 
> > > > > > hati mereka
> > > > > > jinak dan sayang kepada kita.
> > > > > > 8.      Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan / kekeliruan 
> > > > > > mereka dan
> > > > > > jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak
> > > > > > memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
> > > > > > 9.      Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka 
> > > > > > terhadap kita.
> > > > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Ada tiga 
> > > > > > kelompok
> > > > > > manusia yang dicintai Allah.... Disebutkan di antaranya : 
> > > > > > "Seseorang yang
> > > > > > mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, 
> > > > > > namun ia
> > > > > > sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian 
> > > > > > atau
> > > > > > keberangkatannya" . (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > Nasehat : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
> > > > > >
> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > > >
> > > > > > 
> > > > > >
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > >
> > > >
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > 
> > 
> >    
> > 
> > 
> >       
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke