Mas Sofwan, maksudnya KH As'ad apa? Titip negeri ini jangan dijadikan 
singapura? Kok saya gak ngerti? Mohon dijelaskan.

--- In [email protected], sofwan nadi <de_a...@...> wrote:
>
> Mas Robet, kalau di Singaparna...cara masyarakat melumpuhkan perbankan BCA 
> adalah dengan rame-rame hutang... sampai gulung tikar dan tutup..
> 
> Saya jadi ingat pesan Mbah As'ad Syamsul Arifin... Titip negeri ini jangan 
> dijadikan Singapura. Begitu kata beliau.
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: robet_gasede <robet_gas...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Thu, October 29, 2009 9:07:28 AM
> Subject: [kmnu2000] Peran-peran Kiai Kampung (NU) dalam ekonomi
> 
>   
> Salam,
> 
> Saya mau bercerita sedikit. Tahaddutsan bin-ni'mah. Dulu yang menguasai 
> jaringan ekonomi sampai ke kampung2 adalah Cina. Alhamdulillah kami dari 
> golongan pesantren mulai menggoyang kekuatan ekonomi Cina, paling tidak di 
> tingkat kecamatan. Ya, bersyukurlah lumayan. Sekarang banyak kiai, pesantren 
> yang memiliki toko, supermarket, tanah, dll. Lumayan. 
> 
> Ada kiai Mahfudz Soubary dari Pacet. Beliau terkenal kiai poligami. Beliau 
> punya istri empat. Usaha beliau dari nol. Beliau cerita mahar kawin dengan 
> istri pertama 10.000. Hari besoknya dipinjam untuk beli beras. He he.
> 
> Tapi beliau usaha keras. Sampai akhirnya menjadi pemasok sayur dan buah 
> organik di supermarket2 besar di surabaya. Harga cabe organik milik beliau 
> mencapai Rp.50.000, harga terong satu kilo 35.000. Di pesantren beliau ada 
> green house. Pesantren yang luar biasa. Beliau juga menyediakan puluhan kamar 
> bagi pengunjung di pesantren lengkap dengan kamar mandinya. Indah di atas 
> bukit. Nama Pesantren Riyadlul Jannah. Luar biasa. Terlepas beliau adalah 
> kiai yang nyentrik.
> 
> Di Jember sendiri di kecamatan arjasa. Pasar arjasa sudah dikuasai oleh orang 
> pesantren. Kami punya toko bangunan, alhamdulillah lancar. Mudah2an terus 
> lancar. Malah punya Cina mati. Dengan solidaritas yang dibangun melalui 
> jaringan pesantren, alhamdulillah hegemoni Cina di daerah kami mulai terkikis.
> 
> Di rambipuji, kami juga punya alumni. Membuka toko emas dan toko elektronik. 
> Alhamdulillah, dengan kepandaian dalam loby dan mencari kulakan yang murah 
> dan harga jual bersaing, kita bisa eksis. Di rambipuji toko elektronik yang 
> jalan justru dari kalangan pesantren. Punya Cina alhamdulillah masih ada, 
> tapi nafasnya sudah senin kamis. Ini sedikit saja cerita. Dan jawaban, 
> mungkin ada yang bertanya: apa peran NU di bidang ekonomi. Yang kami lakukan, 
> ya ini sudah. Hidup NU.
> 
> Salam,
> Robith Qoshidi
> 
> --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "robet_gasede" <robet_gasede@ ...> wrote:
> >
> > Salam,
> > 
> > Ini jawaban untuk pengikut Wahaby, bin Baz, Usaimin, dan Ibn Taimiyah, dll.
> > 
> > Jika Wahaby mengatakan bahwa ini haram untuk dilakukan karena tidak 
> > dilakukan Nabi Muhammad Saw dan sahabat Ra. Maka Jawabannya akan saya tulis 
> > di bawah ini. Jawaban ini berasal dari kitab Husnu al-tafahhum wad-dark fi 
> > masalati at-tark karya Abi fadl Muhammad al-Ghummary:
> > 
> > Pertama: 
> > Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu berarti haram karena 
> > beberapa hal:
> >   1.Adakalanya karena Rosulullah tidak terbiasa. Seperti ketika ditawari 
> > biawak Arab dalam hadits shohih. Nabi tidak makan (tidak melakukan kegiatan 
> > makan biawak). Tapi Nabi tidak mengatakan itu haram, karena nabi tidak 
> > terbiasa saja. Jadi nabi tidak melakukan sesuatu, tidak berarti haram. 
> > Justru Nabi mengatakan bahwa itu halal, meski nabi tidak melakukan.
> > 
> >   2.Kadang karena takut Allah mewajibkan pada hambanya. Seperti Nabi yang 
> > tidak melakukan sholat tarawih di mesjid saat para sahabat berkumpul ingin 
> > sholat. 
> > 
> >   3.Kadang2 lupa. Seperti dalam sholat. Beliau pernah meninggalkan salah 
> > satu gerakan sholat, bukan karena haram. Tapi beliau bersabda: Sesungguhnya 
> > aku manusia bisa lupa, kalau lupa tolong ingatkan.
> > 
> >   4.Kadang karena beliau belum memikirkan. Contohnya awalnya ketika khutbah 
> > jumat beliau tidak pakai mimbar. Kemudian ditawarkan oleh para sahabat. 
> > Kemudian beliau memakai mimbar.
> > 
> >   5.Kadang tidak melakukan karena sudah masuk pada ayat2 yang menerangkan 
> > secara umum. If'alul khoiro la'allakum tuflihun. Kerjakanlah hal2 yang baik.
> > 
> > Kesimpulan. Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu haram. 
> > Tapi karena ada alasan2 lain. Jadi, kalau tidak ada hadits yang menerangkan 
> > bahwa rosulullah tidak berdzikir di hari2 tertentu, bukan berarti tidak 
> > boleh dzikir di hari2 tertentu. Sebab ibadah berdzikir kapan saja sudah 
> > masuk pada perintah Allah: Wa adzdzkurullaha katsira. Dan banyak ayat2 lain 
> > yang menyuruh kita untuk dzikir siang malam, pagi sore.
> > 
> > Mudah2an saya punya waktu (istri saya hamil tua), saya akan menulis 
> > beberapa poin jawaban untuk wahaby: 
> > 
> > 1.Berkenaan bahwa yang ditinggalkan tidak selamanya bermakna haram. Karena 
> > yang halal sudah jelas yang haram sudah jelas. Yang tidak diterangkan 
> > adalah afwun (mubah). Dalam al-Qur'an menjelaskan yang datang dari rosul 
> > kamu ambil, yang dilarang jangan dilakukan. Perhatikan "yang dilarang" Nabi 
> > bukan "yang ditinggalkan" Nabi. Ini masih pendapat muhaddits kabir 
> > al-Ghummary.
> > 
> > 2.Berkenaan dengan contoh2 yang tidak dilakukan nabi tapi boleh dilakukan. 
> > Satu, pengumpulan al-Qur'an, harakat al-Qur'an, titik al-Qur'an. Dua, 
> > Sayyidina Umar melakukan sholat tarawih berjamaah. Ketiga: Sayyidina Usman 
> > Adzan jum'at dua kali, dll. 
> > 
> > Jika wahaby mengatakan bahwa Sayyidina Umar, Usman, dan para sahabat pelaku 
> > bid'ah. Saya yang paling pertama ikut melakukan bid'ah. Tapi jika Wahaby 
> > salah dalam mendefinisikan bid'ah, ya sadarlah. Masa Sayyidina Umar, Usman, 
> > yang dijamin masuk surga oleh Nabi dianggap sesat. Wal iyadlu billah. 
> > 
> > Dalil ini bisa dipelajari di buku karya LBM Jember. Membongkar kebohongan 
> > "yg ngaku2" mantan kiai NU, Mahrus Ali. Terbitan Khalista Jawa timur. Dan 
> > bisa dipelajari dalam istihsan al-khoudl fi ilmi al-kalam karya imam 
> > al-Asy'ary. 
> > 
> > 3.Juga berkenaan dengan beberapa anekdot dan retorika yang mudah dipahami 
> > orang awam untuk membantah wahaby. Jadi dalil NU itu kuat, secara dalil 
> > jadaly, khitoby, dan al-Qur'an as-Sunah nya. 
> > 
> > 
> > Salam. Kita harus membentengi NU di tengah gempuran faham2 yang 
> > menggerogoti NU. Tanpa harus melupakan aktifitas pendidikan, ekonomi, 
> > sosial, dll.
> > Robith Qoshidi
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, priyo susilo <priyos74@> wrote:
> > >
> > > Mas muji
> > > 
> > > sebanyak adab dibawah berapa yang sudah bisa dilakukan oleh Mas Muji...
> > > 
> > > salam
> > > 
> > > 
> > > 2009/10/28 Mujiarto Karuk <mkaruk@>
> > > 
> > > >
> > > >
> > > > Etika Bertetangga
> > > > Assalamualaikum Wr Wb
> > > > Bissmillahirromaani rrohiim
> > > > Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu 
> > > > pun.
> > > > Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak
> > > > yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, 
> > > > teman
> > > > sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak 
> > > > menyukai
> > > > orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, QS. An-Nisa' ( 
> > > > 4) :
> > > > 36.
> > > > 1.      Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka.
> > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam
> > > > hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : "....Barangsiapa yang beriman 
> > > > kepada
> > > > Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya" . Dan di
> > > > dalam riwayat lain disebutkan: "hendaklah ia berprilaku baik terhadap
> > > > tetangganya" . (Muttafaq'alaih) .
> > > > 2.   Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak
> > > > membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak
> > > > boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena 
> > > > hal
> > > > tersebut menyakiti perasaannya.
> > > > 3.      Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di 
> > > > rumah.
> > > > Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; 
> > > > dan
> > > > hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang
> > > > membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan 
> > > > merahasiakan
> > > > aib mereka.
> > > > 4.   Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti 
> > > > suara
> > > > radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka 
> > > > dengan
> > > > kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi 
> > > > wa
> > > > Sallam telah bersabda: "Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak
> > > > beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai 
> > > > Rasulullah?
> > > > Nabi menjawab: "Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram 
> > > > karena
> > > > perbuatan-nya" . (Muttafaq'alaih) .
> > > > 5.   Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan
> > > > seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar
> > > > dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau
> > > > menjelek-jelekkan mereka.
> > > > 6.      Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita.
> > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: 
> > > > "Wahai
> > > > Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah
> > > > airnya dan berilah tetanggamu". (HR. Muslim).
> > > > 7.      Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka 
> > > > dan
> > > > berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita 
> > > > tanyakan
> > > > apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya 
> > > > kita
> > > > undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati 
> > > > mereka
> > > > jinak dan sayang kepada kita.
> > > > 8.      Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan / kekeliruan mereka 
> > > > dan
> > > > jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak
> > > > memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
> > > > 9.      Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap 
> > > > kita.
> > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Ada tiga kelompok
> > > > manusia yang dicintai Allah.... Disebutkan di antaranya : "Seseorang 
> > > > yang
> > > > mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, 
> > > > namun ia
> > > > sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau
> > > > keberangkatannya" . (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
> > > >
> > > >
> > > > Nasehat : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > > > 
> > > >
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> 
> 
>    
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke