Salam,

Saya tidak setuju dengan Mas Ulil. Saya pikir ekonomi syariat bukanlah adalah 
kapitalisme yang diarabkan saja. Saya menganggap bahwa ekonomi Islam berada di 
tengah-tengah ekonomi kapitalis dan sosialis-komunis. Dia menjaga hak milik 
pribadi tapi juga  mewajibkan zakat dan menganjurkan sedekah, kafalah yatim, 
dll. Jika kapitalis menganggap masalah riba adalah masalah sepele, justru sisi 
ketidak manusiwian riba ditolak keras oleh Islam. 

Sekali lagi saya mau memaparkan peran pesantren dan kiai kampung dalam ekonomi. 
Saat ini lembaga pesantren telah mengembangkan lembaga keuangan islam, walaupun 
di tingkat kecamatan dan kabupaten. Seperti bait mal wa tamwil (BMT) Sidogiri, 
koperasi Nuris, dll. BMT semacam bank kecil2an yang menerapkan fiqh muamalat 
yang diterangkan dalam kitab kuning. Ada simpan pinjam, mudlorobah, dll.

Tentu jelas dan tegas, Pesantren belajar fiqih muamalat tidak dari HTI. Dan NU 
tetap menjalankan ajaran Islam di bidang ekonomi, akhlaq, fiqh, pendidikan. 
Tapi sekali lagi dengan tegas, NU dan pesantren tetap menolak HTI. Karena HTI 
mengkafirkan orang-orang yang berdemokrasi (musyawarah), dll, dll. 

Dengan Bait mal wa tamwil, jelas NU bukan sekelompok orang yang suka 
berdemonstrasi saja. Dan merasa cukup berdemonstrasi. Serta tidak mengaggap 
orang yang berdemonstrasi adalah orang yang paling menjalankan Islam. Ah tidak 
perlu demonstrasi untuk menjalankan ajaran Islam. Lihat aja di pesantren, gak 
perlu demonstrasi, langsung sholat, zakat, puasa, mendirikan BMT, koperasi, 
berdakwah agar umat dekat dengan Islam, mengenal Islam, merancang kota santri. 
Kota santri adalah sebuah konsep besar, praktek besar. Bukan mulut besar. Bukan 
juga kaum verbalis yang cukup ngomong sudah dianggap berperan besar. 

Salam
Robith Q


 



--- In [email protected], sofwan nadi <de_a...@...> wrote:
>
> Waktu itu tahun 1984..saya lagi ngoboy...kabur dari pondok.
> Saya nyangkut di ndalem Mbah As'ad di Asembagus untuk beberapa hari sebelum 
> menyebrang ke Pamekasan... Beliau bilang ke para tamu yang hadir, tamu dari 
> seputar wilayah tapal kuda.
> kurang lebih begini. Aku titip negeri ini jangan dijadikan seperti Singapura. 
> Orang-orang menjual aset-asetnya ke orang lain sampai-sampai orang Melayu 
> sendiri tidak memiliki apa-apa, sejak kekuasaan di pemerintah sampai tanah di 
> kampung-kampung.
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: robet_gasede <robet_gas...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Thu, October 29, 2009 3:13:18 PM
> Subject: [kmnu2000] Re: Peran-peran Kiai Kampung (NU) dalam ekonomi
> 
>   
> 
> Mas Sofwan, maksudnya KH As'ad apa? Titip negeri ini jangan dijadikan 
> singapura? Kok saya gak ngerti? Mohon dijelaskan.
> 
> --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, sofwan nadi <de_abah@ > wrote:
> >
> > Mas Robet, kalau di Singaparna.. .cara masyarakat melumpuhkan perbankan BCA 
> > adalah dengan rame-rame hutang... sampai gulung tikar dan tutup..
> > 
> > Saya jadi ingat pesan Mbah As'ad Syamsul Arifin... Titip negeri ini jangan 
> > dijadikan Singapura. Begitu kata beliau.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ____________ _________ _________ __
> > From: robet_gasede <robet_gasede@ ...>
> > To: kmnu2...@yahoogroup s.com
> > Sent: Thu, October 29, 2009 9:07:28 AM
> > Subject: [kmnu2000] Peran-peran Kiai Kampung (NU) dalam ekonomi
> > 
> > 
> > Salam,
> > 
> > Saya mau bercerita sedikit. Tahaddutsan bin-ni'mah. Dulu yang menguasai 
> > jaringan ekonomi sampai ke kampung2 adalah Cina. Alhamdulillah kami dari 
> > golongan pesantren mulai menggoyang kekuatan ekonomi Cina, paling tidak di 
> > tingkat kecamatan. Ya, bersyukurlah lumayan. Sekarang banyak kiai, 
> > pesantren yang memiliki toko, supermarket, tanah, dll. Lumayan. 
> > 
> > Ada kiai Mahfudz Soubary dari Pacet. Beliau terkenal kiai poligami. Beliau 
> > punya istri empat. Usaha beliau dari nol. Beliau cerita mahar kawin dengan 
> > istri pertama 10.000. Hari besoknya dipinjam untuk beli beras. He he.
> > 
> > Tapi beliau usaha keras. Sampai akhirnya menjadi pemasok sayur dan buah 
> > organik di supermarket2 besar di surabaya. Harga cabe organik milik beliau 
> > mencapai Rp.50.000, harga terong satu kilo 35.000. Di pesantren beliau ada 
> > green house. Pesantren yang luar biasa. Beliau juga menyediakan puluhan 
> > kamar bagi pengunjung di pesantren lengkap dengan kamar mandinya. Indah di 
> > atas bukit. Nama Pesantren Riyadlul Jannah. Luar biasa. Terlepas beliau 
> > adalah kiai yang nyentrik.
> > 
> > Di Jember sendiri di kecamatan arjasa. Pasar arjasa sudah dikuasai oleh 
> > orang pesantren. Kami punya toko bangunan, alhamdulillah lancar. Mudah2an 
> > terus lancar. Malah punya Cina mati. Dengan solidaritas yang dibangun 
> > melalui jaringan pesantren, alhamdulillah hegemoni Cina di daerah kami 
> > mulai terkikis.
> > 
> > Di rambipuji, kami juga punya alumni. Membuka toko emas dan toko 
> > elektronik. Alhamdulillah, dengan kepandaian dalam loby dan mencari kulakan 
> > yang murah dan harga jual bersaing, kita bisa eksis. Di rambipuji toko 
> > elektronik yang jalan justru dari kalangan pesantren. Punya Cina 
> > alhamdulillah masih ada, tapi nafasnya sudah senin kamis. Ini sedikit saja 
> > cerita. Dan jawaban, mungkin ada yang bertanya: apa peran NU di bidang 
> > ekonomi. Yang kami lakukan, ya ini sudah. Hidup NU.
> > 
> > Salam,
> > Robith Qoshidi
> > 
> > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "robet_gasede" <robet_gasede@ ...> wrote:
> > >
> > > Salam,
> > > 
> > > Ini jawaban untuk pengikut Wahaby, bin Baz, Usaimin, dan Ibn Taimiyah, 
> > > dll.
> > > 
> > > Jika Wahaby mengatakan bahwa ini haram untuk dilakukan karena tidak 
> > > dilakukan Nabi Muhammad Saw dan sahabat Ra. Maka Jawabannya akan saya 
> > > tulis di bawah ini. Jawaban ini berasal dari kitab Husnu al-tafahhum 
> > > wad-dark fi masalati at-tark karya Abi fadl Muhammad al-Ghummary:
> > > 
> > > Pertama: 
> > > Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu berarti haram karena 
> > > beberapa hal:
> > >   1.Adakalanya karena Rosulullah tidak terbiasa. Seperti ketika ditawari 
> > > biawak Arab dalam hadits shohih. Nabi tidak makan (tidak melakukan 
> > > kegiatan makan biawak). Tapi Nabi tidak mengatakan itu haram, karena nabi 
> > > tidak terbiasa saja. Jadi nabi tidak melakukan sesuatu, tidak berarti 
> > > haram. Justru Nabi mengatakan bahwa itu halal, meski nabi tidak melakukan.
> > > 
> > >   2.Kadang karena takut Allah mewajibkan pada hambanya. Seperti Nabi yang 
> > > tidak melakukan sholat tarawih di mesjid saat para sahabat berkumpul 
> > > ingin sholat. 
> > > 
> > >   3.Kadang2 lupa. Seperti dalam sholat. Beliau pernah meninggalkan salah 
> > > satu gerakan sholat, bukan karena haram. Tapi beliau bersabda: 
> > > Sesungguhnya aku manusia bisa lupa, kalau lupa tolong ingatkan.
> > > 
> > >   4.Kadang karena beliau belum memikirkan. Contohnya awalnya ketika 
> > > khutbah jumat beliau tidak pakai mimbar. Kemudian ditawarkan oleh para 
> > > sahabat. Kemudian beliau memakai mimbar.
> > > 
> > >   5.Kadang tidak melakukan karena sudah masuk pada ayat2 yang menerangkan 
> > > secara umum. If'alul khoiro la'allakum tuflihun. Kerjakanlah hal2 yang 
> > > baik.
> > > 
> > > Kesimpulan. Sesuatu yang tidak dilakukan Rosulullah tidak selalu haram. 
> > > Tapi karena ada alasan2 lain. Jadi, kalau tidak ada hadits yang 
> > > menerangkan bahwa rosulullah tidak berdzikir di hari2 tertentu, bukan 
> > > berarti tidak boleh dzikir di hari2 tertentu. Sebab ibadah berdzikir 
> > > kapan saja sudah masuk pada perintah Allah: Wa adzdzkurullaha katsira. 
> > > Dan banyak ayat2 lain yang menyuruh kita untuk dzikir siang malam, pagi 
> > > sore.
> > > 
> > > Mudah2an saya punya waktu (istri saya hamil tua), saya akan menulis 
> > > beberapa poin jawaban untuk wahaby: 
> > > 
> > > 1.Berkenaan bahwa yang ditinggalkan tidak selamanya bermakna haram. 
> > > Karena yang halal sudah jelas yang haram sudah jelas. Yang tidak 
> > > diterangkan adalah afwun (mubah). Dalam al-Qur'an menjelaskan yang datang 
> > > dari rosul kamu ambil, yang dilarang jangan dilakukan. Perhatikan "yang 
> > > dilarang" Nabi bukan "yang ditinggalkan" Nabi. Ini masih pendapat 
> > > muhaddits kabir al-Ghummary.
> > > 
> > > 2.Berkenaan dengan contoh2 yang tidak dilakukan nabi tapi boleh 
> > > dilakukan. Satu, pengumpulan al-Qur'an, harakat al-Qur'an, titik 
> > > al-Qur'an. Dua, Sayyidina Umar melakukan sholat tarawih berjamaah. 
> > > Ketiga: Sayyidina Usman Adzan jum'at dua kali, dll. 
> > > 
> > > Jika wahaby mengatakan bahwa Sayyidina Umar, Usman, dan para sahabat 
> > > pelaku bid'ah. Saya yang paling pertama ikut melakukan bid'ah. Tapi jika 
> > > Wahaby salah dalam mendefinisikan bid'ah, ya sadarlah. Masa Sayyidina 
> > > Umar, Usman, yang dijamin masuk surga oleh Nabi dianggap sesat. Wal 
> > > iyadlu billah. 
> > > 
> > > Dalil ini bisa dipelajari di buku karya LBM Jember. Membongkar kebohongan 
> > > "yg ngaku2" mantan kiai NU, Mahrus Ali. Terbitan Khalista Jawa timur. Dan 
> > > bisa dipelajari dalam istihsan al-khoudl fi ilmi al-kalam karya imam 
> > > al-Asy'ary. 
> > > 
> > > 3.Juga berkenaan dengan beberapa anekdot dan retorika yang mudah dipahami 
> > > orang awam untuk membantah wahaby. Jadi dalil NU itu kuat, secara dalil 
> > > jadaly, khitoby, dan al-Qur'an as-Sunah nya. 
> > > 
> > > 
> > > Salam. Kita harus membentengi NU di tengah gempuran faham2 yang 
> > > menggerogoti NU. Tanpa harus melupakan aktifitas pendidikan, ekonomi, 
> > > sosial, dll.
> > > Robith Qoshidi
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, priyo susilo <priyos74@> wrote:
> > > >
> > > > Mas muji
> > > > 
> > > > sebanyak adab dibawah berapa yang sudah bisa dilakukan oleh Mas Muji...
> > > > 
> > > > salam
> > > > 
> > > > 
> > > > 2009/10/28 Mujiarto Karuk <mkaruk@>
> > > > 
> > > > >
> > > > >
> > > > > Etika Bertetangga
> > > > > Assalamualaikum Wr Wb
> > > > > Bissmillahirromaani rrohiim
> > > > > Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan 
> > > > > sesuatu pun.
> > > > > Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, 
> > > > > anak-anak
> > > > > yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang 
> > > > > jauh, teman
> > > > > sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak 
> > > > > menyukai
> > > > > orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, QS. An-Nisa' ( 
> > > > > 4) :
> > > > > 36.
> > > > > 1.      Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka.
> > > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di 
> > > > > dalam
> > > > > hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : "....Barangsiapa yang beriman 
> > > > > kepada
> > > > > Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya" . Dan 
> > > > > di
> > > > > dalam riwayat lain disebutkan: "hendaklah ia berprilaku baik terhadap
> > > > > tetangganya" . (Muttafaq'alaih) .
> > > > > 2.   Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak
> > > > > membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita 
> > > > > tidak
> > > > > boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, 
> > > > > karena hal
> > > > > tersebut menyakiti perasaannya.
> > > > > 3.      Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di 
> > > > > rumah.
> > > > > Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; 
> > > > > dan
> > > > > hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka 
> > > > > yang
> > > > > membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan 
> > > > > merahasiakan
> > > > > aib mereka.
> > > > > 4.   Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti 
> > > > > suara
> > > > > radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka 
> > > > > dengan
> > > > > kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu 
> > > > > alaihi wa
> > > > > Sallam telah bersabda: "Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak
> > > > > beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai 
> > > > > Rasulullah?
> > > > > Nabi menjawab: "Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram 
> > > > > karena
> > > > > perbuatan-nya" . (Muttafaq'alaih) .
> > > > > 5.   Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, 
> > > > > dan
> > > > > seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang 
> > > > > munkar
> > > > > dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan 
> > > > > atau
> > > > > menjelek-jelekkan mereka.
> > > > > 6.      Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita.
> > > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: 
> > > > > "Wahai
> > > > > Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah
> > > > > airnya dan berilah tetanggamu". (HR. Muslim).
> > > > > 7.      Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka 
> > > > > dan
> > > > > berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita 
> > > > > tanyakan
> > > > > apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya 
> > > > > kita
> > > > > undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati 
> > > > > mereka
> > > > > jinak dan sayang kepada kita.
> > > > > 8.      Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan / kekeliruan 
> > > > > mereka dan
> > > > > jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak
> > > > > memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
> > > > > 9.      Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap 
> > > > > kita.
> > > > > Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Ada tiga kelompok
> > > > > manusia yang dicintai Allah.... Disebutkan di antaranya : "Seseorang 
> > > > > yang
> > > > > mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, 
> > > > > namun ia
> > > > > sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau
> > > > > keberangkatannya" . (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
> > > > >
> > > > >
> > > > > Nasehat : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
> > > > >
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > >
> > > > > 
> > > > >
> > > > 
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
>    
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke