Para Ulama pengasuh pesantren sangat jarang berlangganan koran atau majalah,
jadi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui situasi politik yang
sebenarnya, apalagi berita mengenai kejelekan GOLKAR. Mereka hanya tau kalau
tokoh GOLKAR datang mengunjungi pesantren selalu membawa sumbangan dana
yang berlimpah.
Untuk itu perlu pendidikan politik agar menyadarkan daerah daerah tertentu
di Indonesia. Apalagi diantara pesantren masih ada yang Televisi/ koran/
majalah dilarang keberadaannya.
> ----------
> From: GIGIH NUSANTARA[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, May 27, 1999 8:56 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Kuli Tinta] Logika kepuntir
>
> Logika Kepuntir.
>
> Ada berita yang aku dengar melalui Liputan 6, Rabu 26 Mei 1999 sore.
> Kabarnya begini :
>
> Ulama-ulama se-Jabar bertekad memenangkan Golkar di Pemilu depan. Keika
> ditanya alasannya, maka ulama tersebut 'berbunyi' demikian :
>
> 'Golkar sekarang sudah berubah, dengan paradigma baru, dan bukan Golkar
> yang dulu. Golkar dulu itu kan cuma kepanjangan tangan penguasa saja'.
>
> Terusnya :
>
> 'Dukungan Ulama untuk memenangkan Golkar kali ini adalah sebagai ucapan
> terimakasih dan balas budi, karena Golkar sejak 1980 telah banyak
> membantu ulama Jabar'.
>
> Kesimpulan?
>
> Ada logika kepuntir, terpilin, mbulet, ngawur, super bego. Antara
> pernyataan pertama, yang seolah memaki Golkar lama yang dituding
> perpanjangn tangan kekuasaan, yang lebih butut dibanding Golkar
> ber-Paradigma Baru.
>
> Tapi, di pernyataan ikutannya, partisipasi ini merupakan balas budi
> atas jasa-jasa Golkar sejak 1980 (yang lama, dong!).
>
> Di sini yang salah itu ulamanya dalam memilih kalimat, atau sebenarnya
> ulama ini masih melihat sosok golkar yang ada ini masih yang lama dulu,
> yang berjasa, sehingga wajib diberikan balas budi?
>
> Logika muntir lain adalah pernyataan akbar-tanjung yang menyatakan
> bahwa golkar adalah partai reformis, dengan alasan fraksi golkar-lah
> yang memungkinkan keputusan mpr menyelenggarakan pemilu yang
> dipercepat.
>
> Satu hal komentarku, cobalah saat itu golkar berani menghalangi
> keinginan reformasi rakyat di luar gedung mpr/dpr, kalau nggak pulang
> tinggal nama.
>
> Jadi?
>
> Bukan golkar reformis, tetapi yang tahu ke mana angin bertiup. Aku
> berani bertaruh. Begini. Kita ambil secara acak anggota golkar di dpr,
> macam Priyo, lalu kita pasangi lie-detector. Berani sumpah mereka pasti
> masih orde-lama.
>
> GIGIH
>
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!