-----Original Message-----
From: Bahrudin Ghalib <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, May 31, 1999 15:05
Subject: RE: [Kuli Tinta] Logika kepuntir


>Anda mungkin hanya melihat bendera PDI-P, PAN, PPP, PKB berkibar diangkasa
>perkotaan. Sorotan TV juga berkisar diperkotaan seluruh nusantara,
kenyataan
>dipedesaan yang berkibar lebih banyak bendera GOLKAR dari pada bendera
>partai lainnya. Untuk buktinya cobalah sekali sekali pergi kepinggiran kota
>melewati jalan pedesaan, susah bagi anda menemukan bendera lain, karena
yang
>banyak berkibar adalah bendera GOLKAR.

Memang realita yang ada cukup mengenaskan.. di daerah-daerah memang
kebanyakan baru tau partai-partai lama seperti PDI, PPP dan GOLKAR.

Kita bisa lihat contoh melalui reportase wartawan detikcom
(http://www.detik.com/berita/199905/19990529-1300.html)
++++++++++++++++
MATORI DAN PARTAI KA'BAH
Malang benar nasib Ketua Umum PKB Matori Abdul Jalil ketika berkampanye ke
daerah Jawa Timur. Ketika dia bertanya pada massa yang menyatakan dirinya
simpatisan PKB, jawabannya justru membuat Matori sedih.

"Bapak, ibu semua, PKB itu singkatan apa?" tanya Matori semangat, dengan
harapan massa akan menjawab Partai Kebangkitan Bangsa. Tapi diluar dugaan,
massa justru menjawab,"Partai Ka'bah!" dengan bersemangat pula.

Matori pun lantas memberi penjelasan yang benar atas jawaban massa-nya yang
kebanyakan tidak berpendidikan formal itu. Setelah itu, dia bertanya
lagi,"Bapak-Ibu semua, apa tanda gambar PKB?" Matori tentu berharap audiens
menjawab bola dunia. Tapi massa serempak menjawab,"Ka'bah!"

Dan lagi-lagi Matori mesti menjelaskan dengan sabar apa tanda gambar PKB
yang benar.

PKB DAN PPP
Ini masih tentang PKB di Madura. PKB bagi sebagian rakyat Madura yang
mayoritas NU, tak lain adalah PPP. Sebab mereka selalu menterjemahkan PKB
yang seharusnya dieja "pe ka be" menjadi partai yang dieja dengan "pe ka
beh" (PPP semua-Red).
Akibatnya, mereka mengira "pe ka beh" itu adalah PPP karena semua hurufnya
adalah P. Beruntunglah PPP.
++++++++++++++++


Dan setelah saya melihat iklan tentang pemilu di TV, dan saya melihat proses
& prosedur yang ditayangkan, saya kok menjadi pesimis nih terhadap hasil
pemilu yang akan datang. Dengan cara "manual" seperti itu, kemungkinan
terjadinya manipulasi semakin besar. Justru untuk yang di perkotaan, saya
malah masih bisa percaya. Tapi untuk yang di daerah-daerah, apalagi yang di
pedalaman, saya jadi sangsi. Saya takutkan "cerita lama" akan terulang.. :-(

Bagaimana kiranya pemantauan dan pengawasan di daerah-daerah terpencil
seperti di pedalaman Sumatra, Kalimantan, Sulawesi & Irian? Saya tidak dapat
membayangkan kondisi yang layak..

peace,
DEZIG!


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke