Bung netters,

Masalah logika kepuntir, keplintir, kesleo, kebalik namun  dianggap
benar kan salah satu atribut pemerintahan Orba.  Nah, budaya nasional
itu yang mempengaruhi individu-individu masyarakat seperti kelompok
ulama tersebut. Apa tidak memperhatikan? Lihat sekarang bagaimana
kebiasan itu masih bisa dijumpai melalui Akbar Tanjung, dan Baramuli
dengan ucapannya akhir-akhir ini atau bahkan Try Sutrisno pada
kampanye PKP. Jadi, bukan masalah sudut pandang namun lebih kepada
sudah terbiasa dipuntir atau diplintir.

-----Original Message-----
From: DEZIG! <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, May 29, 1999 4:27 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Logika kepuntir


-----Original Message-----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, May 29, 1999 4:01
Subject: RE: [Kuli Tinta] Logika kepuntir


>Itu bukti GOlkar masih dicintai rakyat.
>Kepuntir apa tidak logikanya, memang tgt sapa
>yang melihat.


Atau mungkin lebih betul dibilang begini, ternyata masih ada yang
mencintai
GOLKAR..
Dan betul memang, kepuntir atau tidak, itu tergantung siapa dan dari
sudut
pandang mana melihatnya









______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke