From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, May 30, 1999 3:38 AM


>Bung netters,
>
>Masalah logika kepuntir, keplintir, kesleo, kebalik namun  dianggap
>benar kan salah satu atribut pemerintahan Orba.  Nah, budaya nasional
>itu yang mempengaruhi individu-individu masyarakat seperti kelompok
>ulama tersebut. Apa tidak memperhatikan? Lihat sekarang bagaimana
>kebiasan itu masih bisa dijumpai melalui Akbar Tanjung, dan Baramuli
>dengan ucapannya akhir-akhir ini atau bahkan Try Sutrisno pada
>kampanye PKP. Jadi, bukan masalah sudut pandang namun lebih kepada
>sudah terbiasa dipuntir atau diplintir.
>


Saya lebih sependapat dengan anda, soalnya kalo ada yang bilang Golkar
masih dicintai rakyat, mungkin beberapa alasan :
1. Karena mendapat keunutungan finansial di masa dulu, sehingga ada balas
jasa.
2. Karena tingkat pendidikan yang masih 'rendah', misal berhasil
dipengaruhi bahwa Golkar sudah membangun ini, itu. Padahal kita tahu, Yang
namanya pemerintah cuman pelaksana, duitnya yah duit negara dan rakyat
hasil Pajak.
3. Dibuat begitu oleh pemerintah terdahulu, Logika kepluntir.
4. Mereka jauh dari pusat Ibukota, sehingga Informasi kurang sampai.
5. Mereka lebih tunduk pada pimpinan (fathernalistik --sifat Bangsa kita),
misalnya tunduk pada Kepala Desa, Camat dsb. Sehingga bagai kerbau dicocok
hidung. Apa kata Pimpinan mereka, yah mereka turuti, karena takut atau
karena menghormati mereka. Sampai ada di suatu tempat, yang nyolok itu
Tanda Pemilu diwakilkan sama pimpinannya (saya tau sendiri !).
6. Mereka tidak tahu, apa kesalahan-kesalahan Orde Baru !!!!, Mereka tidak
tahu masalah utang Bapak kita, mereka tidak tahu terjadi manipulasi di
Pertamina, Telkom, PLN, KKN dll. :(
7. Karena mereka bener-bener mencintainya, ada dengan alasan, "Apapun yang
terjadi dengan Golkar, karena kita kadernya kita harus membelanya". Disini
saya setuju saja, asal kalo salah jangan dibela kesalahannya ;)
8. Dan ketidak tahuan yang lain.

Mungkin ini hanya pendapat... Tapi ini kenyataan di masa lampau....
Saya sendiri tidak apatis apa yang dilakukan Golkar Baru atau Partai
LAinnya,
selama yang mereka lakukan itu bener menurut hukum yang berlaku. Disini
saya hanya mengungkapkan pendapat, kenapa Golkar masih 'dipilih' Rakyat.

Wassalam,
8^)
Wawan P. Siswoyo, Seorang Pengamat Amatir yang masih kacangan.
[EMAIL PROTECTED]

>From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Saturday, May 29, 1999 4:01
>
>>Itu bukti GOlkar masih dicintai rakyat.
>>Kepuntir apa tidak logikanya, memang tgt sapa
>>yang melihat.
>
>Atau mungkin lebih betul dibilang begini, ternyata masih ada yang
>mencintai
>GOLKAR..
>Dan betul memang, kepuntir atau tidak, itu tergantung siapa dan dari
>sudut
>pandang mana melihatnya





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke