Inga..Inga.... Agama bukan politik...(makanan rohani)... jangan menyempitkan pikiran dengan agama sehingga akan memecah, menyempitkan dan mengkotak kotakan konsep berbangsa dan bernegara. !!! ----- Original Message ----- From: iwans <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, June 02, 1999 7:41 PM Subject: [Kuli Tinta] Fw: Caleg PDI-P lagi > > > ---------- > > From: eb$ <[EMAIL PROTECTED]> > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Caleg PDI-P lagi > > Date: Wednesday, June 02, 1999 9:10 AM > > > > Ah ... kalau nggak lengkap kok nggak sreg. Ini bukan sektarian, hanya > untuk > > mengingatkan saudara saya sesama muslim yang mabuk pdi-p:-) Yang nggak > suka > > silakan dibusek saja ... > > > > eb$ > > ------------------------------------------------- > > > > Mayoritas Caleg PDI Perjuangan > > > > JAKARTA -- Kabar yang selama ini menyebutkan calon legislatif PDI > > Perjuangan dari daerah pemilihan DKI Jakarta mayoritas non-Muslim > ternyata > > benar. Data dari Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) memperlihatkan bahwa > > jumlah caleg Muslim sebanyak 13 orang sementara non-Muslim 20 orang. > > > > Pada urutan 'sepuluh besar', caleg dari kalangan Muslim hanya empat orang > > dengan susunan nomor urut 1 (Roy B Janis), 5 (Syaifullah), 6 (Julius > > Usman), dan 8 (KH Achmad Aries Munandar). Sedangkan enam lainnya adalah > > Kwik Kian Gie (nomor urut 2), Sabam Sirait (3), Aberson Marle Sihaloho > (4), > > Hobbes Sinaga (7), Jongguk Robert Tambunan (9), dan Rajin Sihombing (10). > > > > Jumlah keseluruhan caleg PDI-P adalah 33 orang. Daerah pemilihan DKI > > sendiri menyediakan 18 kursi di DPR yang akan diperebutkan oleh 48 > parpol. > > > > Menanggapi banyaknya caleg non-Muslim dari PDI Perjuangan, wakil Sekjen > > partai berlambang banteng dengan mulut putih ini, Haryanto Taslam, > > menyatakan hal itu tidak berarti meminggirkan caleg Muslim. ''Pasalnya > > kalau mau melihat lebih detail lagi, mayoritas caleg masih dipegang orang > > Muslim.'' > > > > Bagaimanapun, tegas Haryanto, PDI-P tidak bisa lepas dari kondisi sosio > > kultural masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. ''Barangkali, yang > > diributkan orang di luar PDI Perjuangan adalah terlalu besarnya porsi > yang > > diberikan ke caleg non-Muslim. Ini memang tidak bisa dipungkiri.'' > > > > Menurut Haryanto, besarnya porsi caleg non-Muslim bisa saja terjadi > karena > > proses rekrutmen ataupun penyaringan dan penjaringan caleg menggunakan > > pendekatan kapabilitas dan akseptabilitas individu. > > > > ''Mungkin hal ini yang membuat porsi non-Muslim besar, ditambah dengan > > sistem bottom up yang juga dipakai bersamaan. Pengajuan caleg PDI > > Perjuangan kan berdasarkan usulan dari bawah,'' kata Haryanto. > > > > Menurut Haryanto, semuanya berproses sedemikian rupa ditambah dengan > > karakter PDI Perjuangan yang memang terbuka. ''PDI Perjuangan tidak > pernah > > mempermasalahkan asal-usul, agama, dan suku seseorang. Kita semua > > beranggapan bahwa partai menjadi alat perjuangan setiap warga,'' ujarnya. > > > > Peran DPP PDI-P dalam penyusunan caleg tersebut, kata Haryanto, sudah > tentu > > ada yakni memberi sentuhan akhir pada saat penyusunan caleg dengan > > memasukkan visi partai dalam susunan caleg tersebut. > > > > Menjawab pertanyaan apakah besarnya porsi caleg non-Muslim mencerminkan > > peta kekuatan di tubuh partai bernomor 11, dengan tegas Haryanto menjawab > > bahwa hal itu tidak dapat dijadikan pegangan. ''Porsi itu tidak dapat > > digunakan untuk menilai apa yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan sekarang > > ini,'' kata Haryanto. > > > > Menurutnya, untuk melihat gambaran seperti itu harus dilihat terlebih > > dahulu komposisi kepemimpinan PDI Perjuangan. ''Gambaran seperti itu > harus > > dilihat dari sisi kepengurusannya, bukan dari komposisi caleg yang > > diusulkan,'' tegasnya. > > > > Secara nasional, caleg PDI-P terdiri atas 575 orang. Dari jumlah itu, > caleg > > Muslim 331 orang sedangkan non-Muslimnya 244 orang. > > > > Pada kesempatan terpisah, Sekjen PPP, Alimarwan Hanan, mengatakan seruan > > untuk tidak memilih caleg non-Muslim dari parpol peserta pemilu merupakan > > hal biasa. ''Kami mempunyai hak untuk menganjurkan kaum Muslimin,'' > katanya. > > > > Menurut Alimarwan, rakyat Indonesia sebagian besar adalah kaum Muslimin. > > Dan lagi, lanjutnya, agama telah mengajarkan hal yang sama yaitu bahwa > > nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali diubah oleh kaum itu sendiri. > > ''Jadi ini tidak sektarian,'' tandasnya. > > > > Lebih lanjut, Almarwan menjelaskan, alangkah lebih baik jika kaum > Muslimin > > memilih caleg Muslim. Pilihan ini akan memungkinan terjadinya komunikasi > > politik secara baik, karena adanya faktor kedekatan. > > > > Seperti diketahui, seruan tersebut pertama kali dikemukakan oleh Ketua > Umum > > PPP Hamzah Haz. Dalam kesempatan kampanye putaran kedua di Jakarta pekan > > lalu, di depan ribuan massa, Hamzah menyerukan agar umat Islam tidak > > memilih caleg non-Muslim pada pemilu mendatang. > > > > Menyusul seruan tersebut, Sekjen Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), > > Hussein Umar, menyatakan sangat terkejut membaca daftar calon tetap > anggota > > legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan yang didominasi oleh oleh mayoritas > > non-Muslim -- terutama pada urutan [kemungkinan] nomor jadi untuk DPR RI > > (Republika, 29/5). > > > > ''Menjadi tanda tanya besar apa yang menjadi pertimbangan pimpinan PDI-P > > dalam menyusun daftar caleg seperti itu? Sangat tidak masuk akal, tidak > > aspiratif, dan tidak proposrsional,'' kata Hussein. ''Bukankah massa yang > > menyemarakkan kampanye PDI-P mayoritas Muslim? Bagaimanan bisa terjadi > > susunan caleg seperti itu?'' tambahnya. > > > > > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999! > > > > > > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
