Sebaiknya debat agama, mana yang boleh jadi caleg atau tidak boleh,
dihentikan. Sekali lagi kita harus ingat Sumpah Pemuda. Apa arti kampanye
sosial di TV untuk menghilangkan perbedaan, kita satu, dsb --  bila dalam
diri kita sendiri tidak setuju kepada persatuan, masih penuh dengan rasa
curiga dan ego. Yang kita harapkan bukankah PERSATUAN dan PEMERINTAHAN YANG
BERSIH, apapun agamanya. PDI-P bukanlah partai berlandaskan agama, Golkar
juga, atau banyak lagi yang lain. Lalu jangan diluncurkan sentimen agama
yang diselipkan muatan politik. Itu hanya akan menunjukkan ketidakmatangan
dan ketidakterbukaan, serta pemaksaan kehendak secara halus. Siapun
pemerintahnya, apapun agamanya, kalay tetap berpraktek kotor, KKN, tidak
bersih, dsb .......... sama saja. Ada pembauran akan membantu kita saling
mengawasi, hati-hati. Bukan menciptakan eksklusivitas. 

Demikian juga debat soal mass media. Memang benar banyak mass media yang
milik golongan tertentu. Saya sempat berbincang dengan salah seorang tokoh
mass media yang sangat senior juga mengatakan bahwa banyak parpol yang
punya tabloid. Atau kalau dirunut-runut, terkait dengan kelompok tertentu,
minimal loyalist. Namun sulit untuk mengkategorikan mass media kaliber
Kompas sebagai mass media yang cenderung memihak agama tertentu. Ukurannya
apa. SEdangkan tabloid saja banyak yang secara lebih terang-terangkan
menyerang (bukan memihak) juga banyak. Tirasnya pun tidak kecil, sudah
ratusan ribu. Namun untung masih ada mass media yang mencoba lebih netral,
tajam, dan mengajak partisipasi masyarakat melalui polling-nya, memperkaya
berita yang sedang diulas. Opini masyarakat pun tercermin. Seandainya saja
kita punya lebih banyak media seperti ini ..................

Mari kita bangun INDONESIA menjelang millenium ketiga dengan PERSATUAN
bukan perpecahan. Siapkah kita ?

ONE NATION



At 12:26 AM 6/7/99 +0700, you wrote:
>Bung KOMKOM anda sudah terbawa arus agama sehingga merasa bahwa penilaian
>seseorang/partai atas pantas tidaknya utk memimpin suatu negara hanya dengan
>azas agama ??  apakah seorang muslim atau kristen berarti menjamin bahwa
>negara akan makmur dan sukses.  cobalah berpikir secara netral , jangan
>pakai emosi dan pembawaan... apalagi dengan dasar Pancasila, kayaknya tidak
>tepat utk apa yang saya maksudkan disini ??? apa saya yang katak ???!!
>dalam hal ini saya berpendapat walaupun misalkan PDIP bukan  majoristas
>muslim,
>apakah bila mereka itu beragama Hindu, budha,  Kristen..... apa itu bukan
>agama, apa
>itu tidak ber azas Ketuhanan yang maha esa, apakah Pancasila yang anda
>sebutkan  hanya utk Agama Islam barangkali ???   adakah tertera dalam
>pancasila bahwa KETUHANAN YANG MAHA ESA  artinya agama tertentu ???
>silakan mikir  dulu....selamat berpikir... !!!!
>
>
>salam
>
>----- Original Message -----
>From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
>To: kuli tinta <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Saturday, June 05, 1999 7:41 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [Kuli Tinta] Fw: Caleg PDI-P lagi
>
>
>> On Thu, 3 Jun 1999, Djoe wrote:
>>
>> > Inga..Inga.... Agama bukan politik...(makanan rohani)... jangan
>menyempitkan
>> > pikiran dengan agama sehingga akan memecah, menyempitkan dan mengkotak
>> > kotakan konsep berbangsa dan bernegara. !!!
>> >
>> >
>>
>> Bung Djoe,
>> Saya rasa anda kurang punya otak dalam menulis paragraf anda ini. Anda
>> harus mengerti dulu bagaimana dasar negara kita PANCASILA. Silahkan lihat
>> PANCASILA sila ke-satu. Di situ jelas ditulis : KETUHANAN YANG MAHA ESA.
>> Tahu artinya nggak ????
>>
>> Justru dalam menjalankan roda negara Indonesia ini kita harus berlandaskan
>> pada ketuhanan, artinya hukum-hukum agama pun dapat diakkomodir ke dalam
>> perundang-undangan negara kita.
>> Nah, bagaimana mungkin anda mengtakan kalau pikiran agama itu akan
>> memecah-mecah persatuan.
>> Dan satu hal yang penting wajar juga jika seandainya orang Islam menyeru
>> orang Islam jangan memilih caleg -nya yang Non muslim. Dan akan tidak
>> wajar kalau orang Islam menyeru orang Non-muslim supaya tidak pilih
>> Non-muslim. DEMOKRATIS kan ???
>> Nilainya sama dengan orang kristen menyeru orang kristen, atau Hindu
>> dengan Hindu, atau Budha dengan Budha. Itu wajar .... yang tidak wajar
>> adalah kalau sampai terjadi pemaksaan dan pelanggaran hukum.
>>
>> Iya Nggak ??
>>
>>
>>
>> ______________________________________________________________________
>> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke