Begini bung Djoe,
Apakah saya menyatakan bahwa saya menilai seseorang hanya atas azas agama
???. Tapi dasar pemikiran saya adalah sila pertama Ketuhanan yang maha
esa. Kalau kita hanya mengangkat pemimpin kita hanya berdasarkan agama
saya kira adalah sesuatu yang sangat naif, buktinya zaman orba. Mereka kan
mengaku sebagai orang-2x Islam, kristen, dsb, tapi perilakunya..maaf
mungkin seperti jahiliyah.
Apa yang saya tangkap di sini adalah sebenarnya anda kurang memahami
bagaimana proses sejarah Pancasila, maknanya dalam mempersatukan bangsa
Indonesia.
Sepertinya Anda terobsesi dengan sistem demokrasi ala Amerika/Eropah yang
jelas memisahkan agama dengan negara. Tapi sayang sekali bung Djoe negara
kita didasarkan PANCASILA,
Nah makanya anda harus mempertimbangkan kenyataan bahwa negara
kita ini bukan Negara sekuler murni dan bukan pula negara agama, memang
sulit bung Djoe, tapi itulah kondisi yang kita hadapi. Kalau difikir-2x
kenapa kita tidak menjadikan negara kita menjadi sekuler murni atau
negara agama murni aja, kayak Negara-2x sekuler di Eropah/Amerika atau
negara agama macam Iran, Kan akan lebih jelas persoalannya : NEGARA
SEKULER atau NEGARA AGAMA. Tapi masalahnya nggak sesederhana itu bung,
Dasar negara kita (PANCASILA) berada diantara kedua-duanya, Ya Nggak ???.
BUKAN NEGARA AGAMA dan BUKAN PULA NEGARA SEKULER.
Ini kan ada sejarahnya kenapa jadi muncul dasar pemikiran BUKAN NEGARA
AGAMA DAN BUKAN NEGARA SEKULER, Saya yakin anda pun tau lah sejarahnya.
Dan anda jangan salah bung Djoe inilah butir pertama(priority) dasar
negara kita, jadi faktor agama jelas nggak bisa diabaikan, dan saya rasa
tipikal seorang pemimpin di Indonesia haruslah diwakilkan kepada ke-5
butir Pancasila, yaitu yang mengutamakan :
1-agamanya/ketakwaan
2-kemanusiaan
3-persatuan
4-musyawarah/demokrat
5-adil
Dus, Andapun mesti belajar dulu demokrasi, Dalam demokrasi itu kan ada
unsur keterwakilan dan proporsionalitas, Contohnya saya ambil dari
negara-negara dengan minoritas muslim/yahudi/Bhuda kayak Jerman,Francis,
atau Amerika , pernahkah anda mendengar dan melihat sendiri caleg sebuah
partai populer itu yang didominasi atau setidaknya diisi 30% saja oleh
minoritas tsb.
Bisa anda terima atau jelaskan bung Djoe ????
Maaf kalau saya agak menggurui.Saya hanya berusaha jadi demokrat
sejati....
On Mon, 7 Jun 1999, Djoe wrote:
> Bung KOMKOM anda sudah terbawa arus agama sehingga merasa bahwa penilaian
> seseorang/partai atas pantas tidaknya utk memimpin suatu negara hanya dengan
> azas agama ?? apakah seorang muslim atau kristen berarti menjamin bahwa
> negara akan makmur dan sukses. cobalah berpikir secara netral , jangan
> pakai emosi dan pembawaan... apalagi dengan dasar Pancasila, kayaknya tidak
> tepat utk apa yang saya maksudkan disini ??? apa saya yang katak ???!!
> dalam hal ini saya berpendapat walaupun misalkan PDIP bukan majoristas
> muslim,
> apakah bila mereka itu beragama Hindu, budha, Kristen..... apa itu bukan
> agama, apa
> itu tidak ber azas Ketuhanan yang maha esa, apakah Pancasila yang anda
> sebutkan hanya utk Agama Islam barangkali ??? adakah tertera dalam
> pancasila bahwa KETUHANAN YANG MAHA ESA artinya agama tertentu ???
> silakan mikir dulu....selamat berpikir... !!!!
>
>
> salam
> > Justru dalam menjalankan roda negara Indonesia ini kita harus berlandaskan
> > pada ketuhanan, artinya hukum-hukum agama pun dapat diakkomodir ke dalam
> > perundang-undangan negara kita.
> > Nah, bagaimana mungkin anda mengtakan kalau pikiran agama itu akan
> > memecah-mecah persatuan.
> > Dan satu hal yang penting wajar juga jika seandainya orang Islam menyeru
> > orang Islam jangan memilih caleg -nya yang Non muslim. Dan akan tidak
> > wajar kalau orang Islam menyeru orang Non-muslim supaya tidak pilih
> > Non-muslim. DEMOKRATIS kan ???
> > Nilainya sama dengan orang kristen menyeru orang kristen, atau Hindu
> > dengan Hindu, atau Budha dengan Budha. Itu wajar .... yang tidak wajar
> > adalah kalau sampai terjadi pemaksaan dan pelanggaran hukum.
> >
> > Iya Nggak ??
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!