On Thu, 3 Jun 1999, Djoe wrote: > Inga..Inga.... Agama bukan politik...(makanan rohani)... jangan menyempitkan > pikiran dengan agama sehingga akan memecah, menyempitkan dan mengkotak > kotakan konsep berbangsa dan bernegara. !!! > > Bung Djoe, Saya rasa anda kurang punya otak dalam menulis paragraf anda ini. Anda harus mengerti dulu bagaimana dasar negara kita PANCASILA. Silahkan lihat PANCASILA sila ke-satu. Di situ jelas ditulis : KETUHANAN YANG MAHA ESA. Tahu artinya nggak ???? Justru dalam menjalankan roda negara Indonesia ini kita harus berlandaskan pada ketuhanan, artinya hukum-hukum agama pun dapat diakkomodir ke dalam perundang-undangan negara kita. Nah, bagaimana mungkin anda mengtakan kalau pikiran agama itu akan memecah-mecah persatuan. Dan satu hal yang penting wajar juga jika seandainya orang Islam menyeru orang Islam jangan memilih caleg -nya yang Non muslim. Dan akan tidak wajar kalau orang Islam menyeru orang Non-muslim supaya tidak pilih Non-muslim. DEMOKRATIS kan ??? Nilainya sama dengan orang kristen menyeru orang kristen, atau Hindu dengan Hindu, atau Budha dengan Budha. Itu wajar .... yang tidak wajar adalah kalau sampai terjadi pemaksaan dan pelanggaran hukum. Iya Nggak ?? ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
