Bung KOMKOM anda sudah terbawa arus agama sehingga merasa bahwa penilaian
seseorang/partai atas pantas tidaknya utk memimpin suatu negara hanya dengan
azas agama ??  apakah seorang muslim atau kristen berarti menjamin bahwa
negara akan makmur dan sukses.  cobalah berpikir secara netral , jangan
pakai emosi dan pembawaan... apalagi dengan dasar Pancasila, kayaknya tidak
tepat utk apa yang saya maksudkan disini ??? apa saya yang katak ???!!
dalam hal ini saya berpendapat walaupun misalkan PDIP bukan  majoristas
muslim,
apakah bila mereka itu beragama Hindu, budha,  Kristen..... apa itu bukan
agama, apa
itu tidak ber azas Ketuhanan yang maha esa, apakah Pancasila yang anda
sebutkan  hanya utk Agama Islam barangkali ???   adakah tertera dalam
pancasila bahwa KETUHANAN YANG MAHA ESA  artinya agama tertentu ???
silakan mikir  dulu....selamat berpikir... !!!!


salam

----- Original Message -----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: kuli tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, June 05, 1999 7:41 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [Kuli Tinta] Fw: Caleg PDI-P lagi


> On Thu, 3 Jun 1999, Djoe wrote:
>
> > Inga..Inga.... Agama bukan politik...(makanan rohani)... jangan
menyempitkan
> > pikiran dengan agama sehingga akan memecah, menyempitkan dan mengkotak
> > kotakan konsep berbangsa dan bernegara. !!!
> >
> >
>
> Bung Djoe,
> Saya rasa anda kurang punya otak dalam menulis paragraf anda ini. Anda
> harus mengerti dulu bagaimana dasar negara kita PANCASILA. Silahkan lihat
> PANCASILA sila ke-satu. Di situ jelas ditulis : KETUHANAN YANG MAHA ESA.
> Tahu artinya nggak ????
>
> Justru dalam menjalankan roda negara Indonesia ini kita harus berlandaskan
> pada ketuhanan, artinya hukum-hukum agama pun dapat diakkomodir ke dalam
> perundang-undangan negara kita.
> Nah, bagaimana mungkin anda mengtakan kalau pikiran agama itu akan
> memecah-mecah persatuan.
> Dan satu hal yang penting wajar juga jika seandainya orang Islam menyeru
> orang Islam jangan memilih caleg -nya yang Non muslim. Dan akan tidak
> wajar kalau orang Islam menyeru orang Non-muslim supaya tidak pilih
> Non-muslim. DEMOKRATIS kan ???
> Nilainya sama dengan orang kristen menyeru orang kristen, atau Hindu
> dengan Hindu, atau Budha dengan Budha. Itu wajar .... yang tidak wajar
> adalah kalau sampai terjadi pemaksaan dan pelanggaran hukum.
>
> Iya Nggak ??
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke