First of all, I'm not an elite...

Lalu, saya tidak serta merta menuduh siapa pelakunya.. saya memforward hanya
untuk memberitahukan bahwa spanduk-spanduk itu bertebaran dimana-mana. Dan
yang saya lihat, memang kualitasnya bahan kain dan cetakan spanduk itu baik,
berarti pembuatnya memiliki dana yang besar untuk bisa membuatnya. Sangat
logis bila pelakunya adalah link Cendana... dan kebetulan pula nama-nama
yang disebut, selama ini track recordnya sangat dekat dengan Cendana
(termasuk Republika).

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 04 Juni 1999 22:49
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN BERTEBARAN
DI JAKARTA


Bung Manurung,
Pada waktu sembahyang Jumat siang ini , di berbagai mesjid beredar  brosur2
politik  tentang caleg non-muslim PDIP.  Menurut pendapat saya ,  brosur
atau spanduk yang saudara sebut itu sama ngawur dan gampangan dan
menyakitkan hati seperti berita Siar yang anda kutip dibawah. Dengan enteng
, tanpa perasaan sama sekali, partai2 Islam seperti PPP atau PBB disebut
sebagai partai yang memperoleh dana Cendana dan pro status Quo.  Dengan
sangat partisan, gampang sekali merendahkan koran seperti Republika.

Kalau yang dari kalangan elit berpendidikan seperti anda saja, sudah tidak
bisa keluar keyakinan yang fair dan moderat.......Apa yang bisa kita
harapkan dari kalangan bawah ?  Saya tiba-tiba jadi paham kenapa brosur2
tersebut bisa lahir .......

Wassalam.


> Menurut sumber SiaR di kalangan ulama, menyebutkan bahwa pihak-pihak yang
> diduga mempolitisir agama Islam untuk mendiskreditkan PDI Perjuangan
berasal
> dari parpol-parpol pendukung status quo, seperti Partai Persatuan
> Pembangunan (PPP), Partai Daulat Rakyat (PDR), Partai Bulan Bintang (PBB),
> serta ormas-ormas pendukung status quo antara lain Front Pembela Islam
> (FPI), Furkon, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Mereka ini
> ditengarai memperoleh bantuan dana dari keluarga Cendana, dengan
kepentingan
> untuk menciptakan konflik horisontal bernada SARA di masyarakat.
>
> Para tokohnya antara lain Abdul Qadir Djaelani, Hartono Mardjono, Eggy
> Sudjana, Fadli Zon, dan lain-lain. Selain, menggunakan parpol dan ormas
> sebagai alat politiknya, keluarga Cendana dan pro status quo umumnya, juga
> menggunakan media massa sebagai corongnya. Media-media massa itu antara
lain
> Tabloid "Tekad", Harian "Republika", Tabloid "Siar", Majalah "Garda",
> Majalah "Media Dakwah" dan Majalah "Sabili".***
>
> ----------
> SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke