Terus terang saya bukan anggota PDI Perjuangan dan belum tentu nyoblos
parpol itu, tapi saya terusik dengan berita2 gombal yang beredar sejak kamis
malam (sesudah kampanye PDI Perjuangan) yang
sangat menyudutkan sekaligus menganiaya megawati dan PDI Perjuangan yang
ternyata
dilakukan Ahmad Sumargono dkk.. Bagi saya praktek intimidasi halus seperti
ini --yang mencloba mempermainkan sentimen agama-- sangat mirip praktek
Orba.
Penyebar berita gombal itu tampaknya kalap, setelah melihat animo masyarakat
luas terhadap PDI Megawati. Karena itu, saya harap, anda yang sudah tekad
bulat memilih nomor 11 tetap pada pendirian . Sebagai dukungan, saya pun
akan memilih nomor 11 saja besok , apa boleh buat.
-----Original Message-----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, June 06, 1999 1:42 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN BERTEBARAN
DI JAKARTA
>
>Hal-hal demikian hendaknya bisa dijadikan pelajaran bahwa what
>it seem to be something...does not have to be the thing. Bisa
>saja orang melakukan rekayasa untuk jatuhkan orang lain.
>Spt orang nyebar brosur untuk jelekkan PDIP, yang memberi kesan
>bahwa pembuat brosur adalah seorang ustad anu...ternyata si Ustad
>tidak tahu apa-apa dengan brosur dimaksud.
>
>HP_
>
>>From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: "Kuli Tinta List" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN
>>BERTEBARAN DI JAKARTA
>>Date: Sat, 5 Jun 1999 01:24:20 +0700
>>
>>First of all, I'm not an elite...
>>
>>Lalu, saya tidak serta merta menuduh siapa pelakunya.. saya memforward
>>hanya
>>untuk memberitahukan bahwa spanduk-spanduk itu bertebaran dimana-mana. Dan
>>yang saya lihat, memang kualitasnya bahan kain dan cetakan spanduk itu
>>baik,
>>berarti pembuatnya memiliki dana yang besar untuk bisa membuatnya. Sangat
>>logis bila pelakunya adalah link Cendana... dan kebetulan pula nama-nama
>>yang disebut, selama ini track recordnya sangat dekat dengan Cendana
>>(termasuk Republika).
>>
>>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>>____________________________________________
>>Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
>>Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
>>Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: 04 Juni 1999 22:49
>>Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN
>>BERTEBARAN
>>DI JAKARTA
>>
>>
>>Bung Manurung,
>>Pada waktu sembahyang Jumat siang ini , di berbagai mesjid beredar
brosur2
>>politik tentang caleg non-muslim PDIP. Menurut pendapat saya , brosur
>>atau spanduk yang saudara sebut itu sama ngawur dan gampangan dan
>>menyakitkan hati seperti berita Siar yang anda kutip dibawah. Dengan
enteng
>>, tanpa perasaan sama sekali, partai2 Islam seperti PPP atau PBB disebut
>>sebagai partai yang memperoleh dana Cendana dan pro status Quo. Dengan
>>sangat partisan, gampang sekali merendahkan koran seperti Republika.
>>
>>Kalau yang dari kalangan elit berpendidikan seperti anda saja, sudah tidak
>>bisa keluar keyakinan yang fair dan moderat.......Apa yang bisa kita
>>harapkan dari kalangan bawah ? Saya tiba-tiba jadi paham kenapa brosur2
>>tersebut bisa lahir .......
>>
>>Wassalam.
>>
>>
>> > Menurut sumber SiaR di kalangan ulama, menyebutkan bahwa pihak-pihak
>>yang
>> > diduga mempolitisir agama Islam untuk mendiskreditkan PDI Perjuangan
>>berasal
>> > dari parpol-parpol pendukung status quo, seperti Partai Persatuan
>> > Pembangunan (PPP), Partai Daulat Rakyat (PDR), Partai Bulan Bintang
>>(PBB),
>> > serta ormas-ormas pendukung status quo antara lain Front Pembela Islam
>> > (FPI), Furkon, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Mereka ini
>> > ditengarai memperoleh bantuan dana dari keluarga Cendana, dengan
>>kepentingan
>> > untuk menciptakan konflik horisontal bernada SARA di masyarakat.
>> >
>> > Para tokohnya antara lain Abdul Qadir Djaelani, Hartono Mardjono, Eggy
>> > Sudjana, Fadli Zon, dan lain-lain. Selain, menggunakan parpol dan ormas
>> > sebagai alat politiknya, keluarga Cendana dan pro status quo umumnya,
>>juga
>> > menggunakan media massa sebagai corongnya. Media-media massa itu antara
>>lain
>> > Tabloid "Tekad", Harian "Republika", Tabloid "Siar", Majalah "Garda",
>> > Majalah "Media Dakwah" dan Majalah "Sabili".***
>> >
>> > ----------
>> > SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ______________________________________________________________________
>> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>>
>>
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>_______________________________________________________________
>Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!