Keluarga Cendana {Soeharto} memang punya saham di Republika.
Berapa jumlahnya? Satu lembar. Harga nominalnya? Tanya aja
Republika. FYI, kurang dari 5000 rupiah. Republika memang
pernah dihantam issue dibiayai Cendana. Ketika issue itu
ramai, Republika mengeluarkan siaran pers bahwa Seharto
memang punya saham di Republika...selembar.
Jadi tidak salah kalau Republika dibiayai Cendana.
Kalau itu yang dimaksud saudara Martin.
Keluarga Cendana juga punya saham di RCTI, SCTV, selain TPI.
Tapi kita tak pernah ribut, kalau TV-TV itu dibiayai Cendana.
Saudara Martin, orang yang punya banyak saat ini bukan hanya
keluarga Cendana. Lihat tuh ketua PAN kemana-mana naik Helli.
Ini kan menunjukkan dana di PAN juga banyak.
Saya prihatin kalau mereka-mereka yang kebetulan berseberangan
aspirasi cepat-cepat dikaitkan dengan Cendana. Apalagi, pada
jama spt sekarang, siapa pun bisa melakukan "black mail" untuk
menjatuhkan seseorang.
Contoh, banyak orang berseragam PDI P melakukan kekerasan, dan
ternyata mereka bukan orang PDIP. Banyak orang mengaku-aku dari
Golkar membagi-bagi sesuatu, ternyata mereka bukan kader Golkar.
Ada orang mengaku caleg PDR pesen brosur untuk jelekan Megawati,
ternyata mereka bukan orang PDR.
Hal-hal demikian hendaknya bisa dijadikan pelajaran bahwa what
it seem to be something...does not have to be the thing. Bisa
saja orang melakukan rekayasa untuk jatuhkan orang lain.
Spt orang nyebar brosur untuk jelekkan PDIP, yang memberi kesan
bahwa pembuat brosur adalah seorang ustad anu...ternyata si Ustad
tidak tahu apa-apa dengan brosur dimaksud.
Ada iklan satu halaman penuh mencalonkan Adi Sasono jadi presiden
dengan logo PDR dalam iklan, ternyata orang-orang PDR malah tidak
tahu menahu soal iklan itu. Dari munculnya iklan di Kompas, saya
sudah bertanya-tanya...kalau bener mereka dari PDR atau ICMI...
iklan itu akan dilempar ke Republika...ingat...iklan satu halaman
penuh tentu harganya mahal, ICMI tentu lebih suka ngasih uang itu
ke Republika [koran miliknya] dari pada ke Kompas.
Sebaiknya dalam keadaan yang spt sekarang, yang perlu kita lakukan
adalah memupuk rasa kebersamaan, meninggikan persaudaran, dan
menghindari hal-hal yang menjurus pada fitnah dan perpecahan.
HP_
>From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Kuli Tinta List" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN
>BERTEBARAN DI JAKARTA
>Date: Sat, 5 Jun 1999 01:24:20 +0700
>
>First of all, I'm not an elite...
>
>Lalu, saya tidak serta merta menuduh siapa pelakunya.. saya memforward
>hanya
>untuk memberitahukan bahwa spanduk-spanduk itu bertebaran dimana-mana. Dan
>yang saya lihat, memang kualitasnya bahan kain dan cetakan spanduk itu
>baik,
>berarti pembuatnya memiliki dana yang besar untuk bisa membuatnya. Sangat
>logis bila pelakunya adalah link Cendana... dan kebetulan pula nama-nama
>yang disebut, selama ini track recordnya sangat dekat dengan Cendana
>(termasuk Republika).
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>____________________________________________
>Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
>Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
>Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>-----Original Message-----
>From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 04 Juni 1999 22:49
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN
>BERTEBARAN
>DI JAKARTA
>
>
>Bung Manurung,
>Pada waktu sembahyang Jumat siang ini , di berbagai mesjid beredar brosur2
>politik tentang caleg non-muslim PDIP. Menurut pendapat saya , brosur
>atau spanduk yang saudara sebut itu sama ngawur dan gampangan dan
>menyakitkan hati seperti berita Siar yang anda kutip dibawah. Dengan enteng
>, tanpa perasaan sama sekali, partai2 Islam seperti PPP atau PBB disebut
>sebagai partai yang memperoleh dana Cendana dan pro status Quo. Dengan
>sangat partisan, gampang sekali merendahkan koran seperti Republika.
>
>Kalau yang dari kalangan elit berpendidikan seperti anda saja, sudah tidak
>bisa keluar keyakinan yang fair dan moderat.......Apa yang bisa kita
>harapkan dari kalangan bawah ? Saya tiba-tiba jadi paham kenapa brosur2
>tersebut bisa lahir .......
>
>Wassalam.
>
>
> > Menurut sumber SiaR di kalangan ulama, menyebutkan bahwa pihak-pihak
>yang
> > diduga mempolitisir agama Islam untuk mendiskreditkan PDI Perjuangan
>berasal
> > dari parpol-parpol pendukung status quo, seperti Partai Persatuan
> > Pembangunan (PPP), Partai Daulat Rakyat (PDR), Partai Bulan Bintang
>(PBB),
> > serta ormas-ormas pendukung status quo antara lain Front Pembela Islam
> > (FPI), Furkon, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Mereka ini
> > ditengarai memperoleh bantuan dana dari keluarga Cendana, dengan
>kepentingan
> > untuk menciptakan konflik horisontal bernada SARA di masyarakat.
> >
> > Para tokohnya antara lain Abdul Qadir Djaelani, Hartono Mardjono, Eggy
> > Sudjana, Fadli Zon, dan lain-lain. Selain, menggunakan parpol dan ormas
> > sebagai alat politiknya, keluarga Cendana dan pro status quo umumnya,
>juga
> > menggunakan media massa sebagai corongnya. Media-media massa itu antara
>lain
> > Tabloid "Tekad", Harian "Republika", Tabloid "Siar", Majalah "Garda",
> > Majalah "Media Dakwah" dan Majalah "Sabili".***
> >
> > ----------
> > SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
> >
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!