----------
> From: Dadang Darmawan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN
BERTEBARAN DI JAKARTA
> Date: Saturday, June 05, 1999 12:46 AM
>
> Rekan Martin,
> Lahirnya Republika merupakan counter attack dari banyaknya pemberitaan -
> pemberitaan yang tidak seimbang dari Kompas selama ini. Kita semua tahu
> bagaimana pemberitaan Kompas selama ini, selalu berpihak pada kepentingan
umat
> kristen. Kalau ada suara dari rekan - rekan kita yang muslim, selalu
mendapat
> pemberitaan yang kecil, kecuali berita tersebut menguntungkan policy umat
> kristen. Tulisan - tulisan Kompas begitu menasional sehingga "mencuci
otak"
> banyak masyarakat kita.
Bung Dadang dan netters yang saya cintai:
Saya sebenarnya lebih senang menjadi pendengar/pemerhati saja dalam
jaringan ini, namun komentar anda di atas sungguh menggelitik. Saya kira
TIDAK BENAR kalau dikatakan lahirnya Republika sebagai counter attact
terhadap Kompas, apalagi kalau dikatakan warnanya Kompas sangat Kristen.
Coba periksa lagi deh sejarahnya Republika. Saya tidak yakin orang-orang
Republika sesempit itu dalam menerbitkan sebuah koran yang menurut hemat
saya sudah banyak memberi kontribusi pada keseimbangan pemberitaan di tanah
air. Saya SETUJU bahwa Republika telah memberi kontribusi yang positif,
menjadi PENYEIMBANG OPINI dalam masyarakat, merupakan KONTROL (MARKET
CONTROL) TERHADAP BERITANYA KOMPAS (yang selama ini tampil sendirian dan
sangat kuat!).
KOMPAS sendiri bagi saya bukannya korannya orang KRISTEN. KOMPAS itu
kepentingannya cuma BISNIS. Kelihatannya mereka memang idealis, moralis,
tapi kepentingan mereka, menurut hemat saya adalah BISNIS. KOMPAS itu bagi
saya adalah KAPITALIS, pemiliknya bagi saya tidak jelas, sekalipun
disebutkan yayasan, tapi semua keuntungan diakumulasikan lagi,
diinvestasikan lagi, sampai menggunung, besar sekali. APA BENAR INI
KORANNYA ORANG KRISTEN/KATOLIK? Kalau saya bicara dengan orang2
Kristen/Katolik mereka malah bilang: Kok KOMPAS MAKIN CONDONG KE ISLAM SIH?
Coba anda buat statistik RESENSI BUKU yang dimuat di KOMPAS, sebagian
besar adalah buku-buku tentang ISLAM, atau yang diresensi kawan-kawan dari
IAIN. Coba baca penulis-penulis tetapnya, kombinasi antar agama tampak
sekali. Berapa kali Anda pernah lihat gambarnya PAUS atau USKUP Agung di
headline-nya KOMPAS? Hampir tidak pernah. Tapi lihat berapa banyak
gambarnya Amin Rais, Gus Dur, Ali Yafi, Cak Nur, dll (bahkan dulu berapa
puluh kali fotonya Khomeini) di taruh di headline.
Apakah semua itu dilakukan tanpa misi? Saya kira tidak.
Mereka pasti punya misi. Misi itu adalah misi bisnis: PASAR!
Orientasinya adalah PASAR, setidaknya menurut kacamata mereka.
Anda mungkin pernah mendengar ucapan sinis: AH itu kan mereka
lakukan karena kepepet, takut dicap warnanya Katolik (catatan: secara
historis pada waktu didirikan Kompas itu memang miliknya Partai Katolik,
antara lain pendirinya kalau tak salah Pak Kasimo, Frans Sedha dll. Itu
terjadi karena dulu Bung Karno bilang koran harus berada di belakang
partai. Tapi sejak Partai Katolik Bubar saya kira mereka sudah jadi bisnis
murni. Kalau ada banyak orang nonMuslim yang bekerja di sana, saya kira
wajar saja, teman merekrut teman, persepsi kesamaan membentuk kepercayaan.
Tapi saya yakin sebagian besar orang Kompas bukan pejuang Katolik atau
Kristen. Bagi saya orang-orang berhati baik di sana yang jumlahnya cukup
besar akan lebih senang disebut humanis daripada pejuang Kristen) Sekali
lagi itu karena kepentingan bisnis. Saya kira mereka ngeper juga kalau
didemo terus oleh KISDI atau pasukan lain yang pakai atribut-atribut Islam.
Demi misi bisnis pula mereka merasa perlu berhati-hati, agar assetnya
tidak dibakar, agar aman, agar produknya tidak diboykot di pasar dsb.
> Disitulah Republika lahir. Memberi harapan baru dalam dunia pers muslim
untuk
> meluruskan berita - berita yang salah selama ini.
>
> Soal cendana punya saham atau tidak, memang perlu dicek sejauh mana andil
saham
> tersebut pada Republika. Tapi bukankah selama ini LB. Moerdani (musuh
besar orde
> baru) juga di belakang Kompas ?????
> So, apakah kita tetap terfokus pada sang pemilik saham atau isi
pemberitaannya
> ???
>
> Martin Manurung wrote:
>
> > Sangat logis bila pelakunya adalah link Cendana... dan kebetulan pula
> > nama-nama
> > yang disebut, selama ini track recordnya sangat dekat dengan Cendana
> > (termasuk Republika).
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!