Saudara Daniel,

Kalau kita berbicara apa yang diperintahkan Tuhan, memang kadang
telihat aneh. Saya tidak salahkan kesimpulan Saudara yang menyebut
perempuan muslim tidak berkualitas. Keputusan yang saudara ambil
itu tentunya benar menurut perspektif saudara.

Tuhan tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki. Yang
membedakan antara keduanya di hadapan Tuhan adalah karena
Taqwanya. Tawqa berarti patuh dalam menjalankan perintah
dan patuh dalam menjauhi larangannya.

Terkait dengan taqwa, Tuhan memberikan guideline untuk hidup.
Dengan guideline itulah manusia Islam dinilai taqwanya menurut
standar nilai Tuhan [bukan menurut standar manusia]. Manusia
laki-laki dan perempuan yang diakui sama oleh Tuhan diberi
tugas masing-masing. Ini bukan berarti yang mendapat tugas
A lebih bodoh dari yang mendapat tugas B. Kebetulan Tuhan
memberikan perintah-Nya bahwa laki-laki ditugasi untuk
memimpin. Ini bukan berarti wanita yang tidak ditugasi
memimpin tidak berkualitas. Saya ingatkan lagi, kualitas
manusia dihadapan Tuhan adalah karena taqwanya, bukan
diukur menurut standar manusia.

Secara akademik, kenyataannya perempuan tidak berbeda dengan
laki-laki. Sepanjang mereka diberi kesempatan yang sama untuk
menempuh pendidikan, mereka akan sama-sama berkembang. Ini
hukum alam. Tidak peduli apakah perempuan itu beragama Islam
atau beragama lain.

Dari sini [pandangan manusia] kita bisa melihat bahwa wanita
dan laki-laki tidak ada perbedaan kualitas. Demikian juga dengan
wanita muslim.

Saya sangsi dengan kesimpulan saudara Daniel dengan kalimat ini

"...Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan
    pemerintahan. Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak
    becus menjadi pimpinan..."

Kalau saudara Daniel pernah membaca kitab sucinya orang Islam,
saudara akan tahu, bahwa apa yang saudara katakan itu tidak benar.
Orang Islam hanya mengikuti apa yang diperintahkan Tuhannya. Bahwa
laki-laki ditugasi menjadi pemimpin. Bukan karena perempuan tidak
becus.

Secara sederhana dapat dianalogikan sebagai berikut. Ketika USDA
[united states depatment of agriculture] membuka lowongan pekerjaan,
mereka menetukan syarat sbb: punya master degree, GPA >3.6, punya
pengalaman kerja, masternya harus dalam bidang agricultural sciences.

Ketika saya melamar, semua terpenuhi. Dan saya diterima. Tapi ketika
akan diadakan penandatangan kontrak, mereka jadi tahu kalau saya
bukan US citizen. Padahal pekerjaan itu hanya untuk US Citizen.
Akibatnya, saya tidak jadi mendapat pekerjaan yg bergaji $2500/bulan
itu.

Dalam kasus ini, saya tidak diterima bukan karena saya bodoh atau
tidak becus. Tapi UU Amerika memang tidak membolehkan saya bekerja.

Demikian halnya dengan kasus wanita jadi pemimpin dalam Islam.
Tuhan yang melarang, bukan manusia yang menentukan. Kalau saudara
bertanya mengapa begitu? Tanya saja pada Tuhan. Sebagai orang
yang bertaqwa, tentunya orang Islam akan berusaha menjalankan
semua perintah Tuhan dengan baik, dan menjauhi apa yang
dilarangnya.

Pada jaman dulu, ada kasus ketika perempuan menjadi pemimpin
sholat untuk laki-laki dalam sebuah keluarga [kaum]. Ini
terjadi karena semua laki-laki dalam keluarga itu baru
masuk Islam, sehingga tidak becus dalam melafalkan ayat-
ayat. Dan, seorang perempuan yang sudah dalam Islamnya
diijinkan memimpin sholat kaum itu.

Bila saudara Daniel tahu, dalam sholat...urutan siapa yang
menjadi imam adalah sebagai berikut...[1] paling berpengatahuan
dalam agama, [2] paling baik bacaannya, [3] paling bisa dipercaya.
Laki-laki menjadi imam laki-laki dan perempuan; perempuan menjadi
imam perempuan; bila semua laki-laki tidak becus, baru perempuan
memimpin laki-laki.

Saudara Daniel tentu ingat...Amien Rais tidak pernah mengatakan
wanita tidak boleh jadi presiden, tapi dia bilang; "wanita baru
jadi pemimpin kalau tidak ada lagi laki-laki yang becus jadi
pemimpim." Amien Rais tahu betul Islam itu spt apa. Dan, karena
dia pimpinan partai politik dan ingin berpolitik dengan santun,
cara menolak kepemimpinan perempuan juga sangat cerdas.

Kalau saudara Daniel menyimpulkan bahwa Islam melakukan diskriminasi
gender, saya sarankan membaca buku "Gender accros religion".
Dalam buku itu dibahas dengan detail bagaimana tiap agama
memperlakukan wanita. Setelah membaca buku itu, saudara akan tahu
bahwa kesimpulan saudara Daniel di atas keliru.

Salam,
HP_



>From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden?
>Date: Sun, 06 Jun 1999 11:44:50 +0700
>
>Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan pemerintahan.
>Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak becus menjadi pimpinan. Padahal
>dalam kenyataan seorang perempuan mampu untuk menjadi pimpinan
>pemerintahan, apakah itu sebagai presiden, ataukah sebagai Perdana Menteri.
>Demikian hal semacam ini tidak menjadi tabu di negara-negara yang mayoritas
>penduduknya beragama Kristen atau non-muslim lainnya. Kita mengambil
>sedikit contoh saja, seperti "wanita besi" dari Inggris atau PM Margareth
>Thatcher, kemudian ada Presiden Philipina Ny. Qorazon Aquino. Bahkan
>sebenarnya, Islam pun (pernah) punya PM dari Pakistan yang sangat ulet dan
>solid sampai sekarang.
>
>Kalau memang wanita (muslim) tidak boleh menjadi presiden karena katanya
>tidak becus, atau apapun alasannya, berarti jelas ada diskriminasi gender,
>dan berarti pula secara tidak langsung mengakui kualitas wanita (muslim)
>kalah dengan perempuan-perempuan di negara-negara non-muslim. Bagaimana
>ini? Ada yang bisa jelaskan? Pak Abdullah Hasan di Kuli-Tinta, mungkin?
>
>Daniel H.T.
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke