Mas Kusuma, saya kira benar itu. Untuk masa datang tidak perlu lagi ada
utusan-utusan. namanya saja wakil rakyat, jadi harus dipilih oleh rakyat,
berarti harus melalui pemilu.
Dari kata "utusan" saja sudah jelas bahwa dia diutus oleh seseorang/
sekelompok orang dengan tujuan untuk berbuat sesuatu yang menguntungkan
sesorang tersebut. Terkesan adanya perekayasaan/tampak sekali ketidak
demokratisannya.
Titiek D
>From: "kusuma" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] UTUSAN GOLONGAN
>Date: Thu, 19 Aug 1999 20:03:56 +0700
>
>Menurut hemat saya utusan golongan, utusan daerah, dan segala macam utusan
>lain yang merupakan sebagian dari anggota MPR itu tidak demokratis.
>Logikanya kalau itu wakil rakyat berarti dipilih melalui pemilihan umum.
>Artinya kalau tiap wakil rakyat mewakili 100 ribu pemilih, lalu utusan
>golongan itu mewakili berapa pemilih. Apa tidak terjadi overlap (tumpang
>tindih). Adanya utusan ini menimbulkan ketidakadilan lantaran utusan yang
>ditunjuk mewakili organisasi tertentu sebelumnya sudah diikutsertakan dalam
>pemilu untuk memilih wakil rakyat. Oleh karenanya keanggotaan DPR dan MPR
>perlu ditinjau kembali. Seharusnya semua anggota adalah wakil rakyat
>hasil
>pemilu. Bahkan menurut hemat saya anggota DPR cukup 27 orang dan anggota
>MPR cukup 54 orang yang mewakili 27 propinsi sehingga kalau tidak hadir
>itu
>kelihatan sekali. Mereka digaji dengan gaji yang memadai sehingga tidak
>main-main dalam menyalurkan pendapat rakyat yang diwakilinya. Peluang
>terjadi kasus datang, duduk, dengar, duit bisa dicegah. Dengan adanya
>siaran langsung pada saat sidang akan tampak mana anggota yang tidur mana
>yang ngantuk, mana yang baca koran saja, sehingga memudahkan recalling
>anggota jika wakil yang ditunjuk tiap propinsi tidak sesuai aspirasi
>rakyat.
>
>kusuma,traffic management coordinator of 5th regional network services unit
>please, do not hesitate to get free dollars simply by click :
>http://www.sendmoreinfo.com/id/4379
>continuing by sign-up according to step-by-step instructions you found, as
>soon as possible
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan lakukan sendiri dengan
>mengirim e-mail kosong ke;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!