Bung Dave.

Terima kasih penjelasannya. Saya banyak mendapat info baru, yang sangat
berarti untuk menyeimbangkan informasi yang selama ini saya ikuti dari pers
dan lingkungan luar BB. Misalnya tentang omong kosong obral asset di S'pore
dan keabsahan right issue BB di Jerman. Bagus sekali, seharusnya
penyeimbangan begini perlu dilakukan lebih proaktif sehingga masyarakat
menerima info yang balance.

Sebelum saya lanjutkan, saya beritahukan nama saya Amin Riza. Sekalipun
nama Imam mungkin lebih baik, tetapi untuk saya cukup Amin saja.

Awal penjelasan Anda tentang hubungan BB-SCB itu mengingatkan saya pada
Kwik, yang begitu mantap dengan konsep fixed rate, tapi seketika menjadi
lunglai setelah bertemu Hubert Neiss. Dengan filosofis sekali dia bilang
pada wartawan:"Apakah pengemis punya bargaining position?"

Itulah hidup. Idealisme kadang terpatah begitu saja oleh realita. Akhirnya
terpulang bagaimana menyikapi patahan itu.

Dalam hal ini RR sudah mengambil keputusan sendiri. Dan keputusan yang
dibuat dalam turbulensi tinggi sering memperlihatkan secara utuh sosok
sebenarnya seorang manusia.

Let's suppose that the problem is out there.

AR

===================================

Terima kasih kembali bung Amin, memang sudah menjadi kewajiban kami untuk
memberikan
penjelasan yang sejelas-jelasnya mengenai kasus Rekapitalasi BB ke SCB,
juga mengenai berita
berita bohong tentang BB.

Kalau boleh saya bilang bung Amin tentang tulisan anda diatas mengenai
"fixed rate" dikaitkan dengan
BB adalah masalah politik dagang, SCB tau bahwa BB sangat membutuhkan
kehadiran dana segar
SCB untuk menyelamatkan BB dari proses BTO pemerintah sehingga sedapat
mungkin harga jual
BB ditekan serendah mungkin, persis seperti yang anda bilang bung, mana ada
 pengemis yang mempunyai
kekuatan lebih... itulah ibaratnya kami dengan SCB, terus terang saja bung
Amin, saya sendiri tidak
rela perusahaan ini dijual kepada orang asing, malah saya kepinginnya
kemarin itu adalah langsung
diambil alih oleh pemerintah seperti layaknya BCA atau Danamon, hanya
mungkin karena dikaitkan dengan
luka lama, maka secara curang BB dijual kepada SCB dengan cara "curang",
tapi mudah-mudahan
apa yang dikorbankan oleh pak RR tidak semuanya sia-sia, saya yakin kalau
masalah ini diusut tuntas
akan menimbulkan sejarah baru baik dalam dunia perbankan, politik maupun
hukum di Indonesia.
Semoga dewi keadilan selalu berpihak kepada yang benar... semoga...


regards..

= dave =



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke