At 08:14 PM 9/5/99 +0700, c= wrote:
>From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 05 September 1999 15:55
>
>
>Bung Totot,
>Cessie (Anjak Piutang) sederhananya adalah penjualan piutang. Artinya pihak
>yang membeli piutang itu membayar harga piutang yang disepakati PADA SAAT
>terjadinya transaksi cessie. Bukan setelah berhasil menagih. Bayar dulu,
>baru tagih.
>
>Yang dilakukan BB EGP nggak begitu kan?
>BB tidak menerima apapun pada saat Perjanjian cessie.
>Malah menurut penjelasan Anda, angka 358 M yang diterima EGP adalah nilai
>tunai dari 598 M. Ini lebih aneh lagi. Mengapa EGP yang harus membayar BB
>yang didiscount.
>===============================================
>Benar Bung Amin, cassie itu tidak pernah terjadi namun hendak dipelintir
>kesana dan sayangnya fakta sudah keburu tergelar.
>
>Menurut saya sih itu murni Kolusi yang melibatkan beberapa pejabat kunci
>yang berkaitan langsung dengan pembayaran tagihan ke BB. Kalau benar
>Pemerintah menjamin kewajiban Bank yang bermasalah maka mestinya BB tidak
>mengalami kesulitan untuk menarik dananya yang ada di di beberapa BBO/BBKU
>itu.
>Tanpa keterlibatan simpul-simpul kunci di BPPN, BI, Dept Keu (Bambang
>mengatakan kecologan) itu mana mungkin sih EGP yang "swasta" bisa melakukan
>intervensi dengan mulus. Apalagi, kini ditambah denga kebodohan dimana uang
>itu bisa dikembalikan dengan mudah seperti membalik tangan. Berapa sih asset
>PT EGP yang laporan pajaknya ditunggu karena pendapatan 546M itu? Ini
>logika sederhana lho Bung.
>
>Namun tampaknya logika yang sederhana itu memang dibuat seakan-akan menjadi
>rumit dan berbelit sehingga masyarakat sulit mengikuti. Yang perlu
>dikasihani adalah kita bangsa Indonesia ini yang tidak berdaya dipermainkan
>dengan pelintiran demi pelintiran sehingga ketika Sabirin mengatakan bahwa
>PT EGP mengembalikan uang itu orang senang, merasa lega, Baramuli bak
>pahlawan sehingga tidak ada yang mengatakan bahwa itu korupsi; padahal
>seandainya Pradjoto tidak ngomong maka uang pemerintah akan berkurang
>sebesar 546M.
>
>��
>(masih galau)
Tampaknya kasus Bank Bali akan sirna dengan sendiri-nya,
karena memang begitulah kebiasaan kita, murah dalam memberi
maaf dan mudah untuk melupakan masalah.
Sakit ya bacanya ?
Pilih salah satu , tulisan diatas terkesan :
a. Pesimis
b. Realistis
c. Apatis.
d. Salah semua
Salam,
bRidWaN
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!