Kalau Anda mau membuat pembelaan untuk Rudy, caranya hanya dengan
mengatakan kejadian sebenarnya kepada Polisi. Termasuk keterlibatan semua
pihak. Jangan takut. Mungkin dia dihukum juga. Tetapi hanya sebatas
kesalahan yang dilakukannya, misalnya hubungannya dengan agen penjualan
saham BB di Jerman. Dan akan bebas kalau memang tidak bersalah. Kalau bukan
cerita sebenarnya, besar kemungkinan dia harus juga menanggung kesalahan
orang-orang (pejabat?) yang dia lindungi.
Maaf kalau tidak berkenan.
Wassalam
Abdul Fatah
===========================================
Terima kasih Bung Abdul atas tanggapan anda,
maaf sebelumnya kalau saya punya pendapat lain, sekali lagi bukan karena
saya anggota BB, bung,
sama sekali bukan, tapi saya hanya ingin membangun opini publik, dan perlu
juga teman-teman millis
ketahui, bahwa duduk persoalan yang sebenarnya dari masalah ini saja kami
sendiri selaku karyawan
tidak tau pasti, sehingga begitu kasus ini meledak, kami sendiri merasa
dikhianati oleh pimpinan kami,
yang mana sebelumnya kami tau dengan pasti bahwa beliau termasuk salah satu
bangkir yang paling
dibenci oleh rombongan Cendana gara-gara kasus pendanaan mobil Mobnas...
Dari sudut pandangan kami bung Abdul selaku karyawan BB yang mempunyai
kemampuan terbatas
dalam menganalisa masalah ini (walaupun kami sendiri orang bank) yang kami
lihat bahwa pada saat
saat genting tersebut, RR masih berusaha sekuat mungkin untuk mencairkan
dana segar yang didapat
dari hasil pelunasan hutang-hutang yang telah di BTO, tapi yang sampai saat
ini kami tidak mengerti
yaitu kenapa BPPN justru menahan-nahan pembayaran tersebut, sehingga kami
berkesimpulan bahwa
antara IMF dan BPPN terjadi semacam konspirasi untuk mengambil alih BB,
karena pada saat itu
investor asing sudah banyak yang melirik ke BB, dan semuanya mempunyai
lobby kuat dengan IMF
temasuk membujuk IMF untuk menekan pemerintah Indonesia agar mereka bisa
memiliki kepemilikan
saham hingga 100 persen ! sampai akhirnya SCB bisa memiliki BB secara
curang melalui proses BTO
Disini kami selaku karyawan, masih melihat bahwa pak RR masih berusaha
menyelamatkan kami dari
cengkeraman BPPN, dengan menjual saham ke Jerman, mencari jalan ke EGP
untuk memperlancar
pembayaran piutang, dan lain sebagainya, dan sampai detik inipun kami tetap
yakin bahwa pak RR tidak
bersalah dalam menghadapi kasus ini, beliau hanya berusaha mencari jalan
terbaik untuk menyelamatkan
bank miliknya yang telah dibangun secara susah payah dari tahun 1950-an
hingga sekarang ini, dan
kami tetap yakin bahwa apabila beliau diseret ke pengadilan.. orang-orang
lain yang turut serta dalam
kasus ini akan juga ikut terseret.. kami yakin sekali itu.. enggak mungkin
pak RR akan mati sendirian,
kami yakin prinsip beliau kalau perlu sampai mati, jangan sendirian.. seret
juga yang lain.. itu yang
mungkin juga menyebabkan Adnan lari dari tanggung jawabnya dengan berbagai
macam alasan, gara
gara dia takut menghadapi orang-orang DPR tanggal 9 September nanti...
regards..
= dave =
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!