Bung dave,
Bagaimana sih hubungan BB dengan Standard Chartered ketika itu? Mengapa
bukan hubungan ini yang di speed up untuk mendapat dana segar. Atau mencari
strategic partner lain, mendampingi Standard Chartered, supaya beban dana
segar ditanggung bersama. Atau minta bantuan fund manager yang banyak
tersebar dibelantara financial market?
===============================
Bung Imam,
memang pada saat itu ada 4 calon investor asing yang berminat kepada BB,
diantara
nya adalah GE dan SCB, yang dua lagi saya lupa, dari ke empat investor ini,
hanya
SCB yang dinilai layak untuk mendampingi BB, sehingga dibuatlah kesepakatan
antara
SCB, BB dan BPPN bahwa dana rekapitalisasi akan ditalangi oleh pihak SCB
setelah
mereka selesai melakukan due dulligence terhadap BB, nah selama proses ini
berlangsung
terjadi juga proses negoisasi pembelian saham BB, yang mana proses ini
berjalan
sangat alot, sehingga mungkin timbul pemikiran SCB untuk melakukan
trik-trik menyakitkan
dalam bisnis, yaitu meninggalkan BB untuk sementara waktu sampai mencapai
batas
akhir proses BTO, yaitu tanggal 20 Juli 1999, baru kemudian SCB melakukan
pembelian
melalui BPPN sekaligus membayar lunas 20 % dana rekapitalisasi.
------------
Upaya mencairkan tagihan antar Bank kan malah bisa jadi bumerang. Misalnya
hanya
menghasilkan catatan pengurangan hutang BLBI, tanpa dapat dana segar.
Kalau mengenai cessie EGP, rasanya sulit mengatakan itu bukan rekayasa.
Soalnya
BB kan nggak dapat apa apa ketika cessie ditanda tangani. Bukan seperti
lazimnya
cessie. Masalahnya siapa merekayasa siapa. Atau sama sama merekayasa?
Dan nampaknya, Rudy diprasangkai ikut bermain disitu. Sehingga masyarakat
menilainya negatip. Ditambah lagi dengan berita obral asset di Singapore,
hubungannya dengan Deutsche Bank dan sebagainya, jelas citra Rudy makin
nggak positip.
=================================
Bung Imam,
seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dana dari Cessie tersebut sebagian
masuk
ke BB, hanya saja dana tersebut tidak di masukkan ke dalam pembukuan bank
bali,
saya tidak jelas apa maksudnya semua ini, tapi selaku karyawan, saya
berpikirnya
bahwa pak RR masih mencoba menyelamat muka BB kalau seandainya kasus ini
tercium
oleh masyakarat luas, nah, ini yang menjadi permasalah sekarang, dan
nantinya saya
rasa akan dijelaskan oleh pak RR, kenapa sampai dana yang didapat dari
hasil penjualan
cessie tersebut tidak dicantumkan dalam pembukuan BB.
Sedangkan penjualan aset Bank Bali ke Singapura itu jelas-jelas isapan
jempol belaka
juga penjualan saham BB ke bursa Jerman, itu memang sudah sesuai dengan
prosedur
pembayaran dana rekapitalisasi BB ke BPPN dimana salah satu cara pendapatan
dana
segar adalah melalui right issue, jadi bukan seperti yang
didengung-dengungkan
orang bahwa itu termasuk salah satu usaha pihak manajemen untuk mengembosi
asset
BB, sama sekali bukan !, tapi itu merupakan salah satu proses penutupan
biaya rekapitalisasi
========================================
Bisnis Bank, yang dijual kan kepercayaan. Makanya IMF dan World Bank serius
menanggapi, dan menganggap ini pelecehan kepercayaan.
Perkembangan selanjutnya, posisi Rudy makin terpuruk lagi. Seandainya dia
tidak
berpindah jalur dari PDIP ke Pemerintah, masih mungkin fifty fifty kansnya.
Sekarang kepalang basah, dia terpaksa mempertahankan surat bantahannya, dan
pasti
Kwik cs terus berusaha menjebolnya. Karena dianggap pertaruhan
kredibilitas. Jadi
ini masalah baru lagi bagi Rudy.
Memang berat untuk tidak mengabulkan permintaan penerbitan surat bantahan
itu,
tetapi dugaan saya, penerbitan surat bantahan itu membuat posisi Rudy lebih
berat.
Dan masyarakat lebih meragukan kredibilitasnya.
Kalau pengaruhnya ke Bank Bali secara organisasi sih nggak banyak. Seperti
BCA lah.
Yang tetap OK saja dengan status BTO-nya. Itu kan cuma masalah pergantian
pemilik.
=======================================
Untuk masalah surat bantahan, saya rasa mungkin pak RR ada pertimbangan
sendiri melakukan
hal itu, saya rasa itu sudah menjadi urusan pribadi pak RR kalau sudah
menyangkut masalah politik, saya tidak berani berteori untuk masalah ini,
biar nanti pengadilan yang membuka kedok-kedok siluman yang berada di
belakang kasus ini, yang menekan pak RR hingga melakukan perbuatan yang
menyimpang hukum ini...
Terima kasih..
regards..
= dave =
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!