Assalamualaikum.
"totot indrarto" wrote:
> Lebih dari sekadar "membutuhkan dana segar", Bank Bali (BB) atau Rudy Ramli
> (RR) sebetulnya sedang berjuang "mendapatkan haknya", yaitu piutang di
> sejumlah BBO/BBKU.
Dengan mengenal kualitas bankir yang bernama RR, rasanya terlalu menyederhanakan
masalah kalau kekurangan dana segar BB diatasi dengan menagih pada debitur BBO/BBKU
yang notabene SKB-nya belum siap untuk itu.
Internal sourcing BB masih memungkinkan untuk menarik dana masyarakat, misalnya dengan
membidik mass-market dalam program promosi, atau head to head pada taipan besar yang
masih banyak disekelilingnya. Sementara external sourcingnya juga masih membuka
peluang yang sangat luas dengan reputasi BB sebagai World Class Banking Institution,
walaupun ekonomi makro kita sedang terpuruk.
Saya memperkirakan ada hal yang lebih mendasar daripada sekedar upaya mendapatkan hak.
Hal ini diperkuat dengan tindakan off balance sheet yang mengindikasikan ada udang
dibalik batu.
Saya kira kejujuran RR akan menjadikan kasus ini memberi kuliah terbuka bagi hal-hal
yang selama ini banyak terjadi dalam banking business practises yang sementara ini
baru diketahui kalangan terbatas.
Belajar dari kasus Dicky Iskandardinata misalnya. Atau Eddy Tanzil. Apakah yang
terjadi sebenarnya sama dengan yang kita ketahui dimedia massa?
Terlalu naif untuk mengatakan ya.
Begitu kan pak Totot? Sementara itu dululah.
Wassalam
Abdul Fatah
On Sat, 04 September 1999, "totot indrarto" wrote:
>
> Bung Dave, Pak Fatah, Mas Amin, Martin, dan lain-lain,
>
> Menurut saya Baligate harus selalu dilihat dari tiga sudut yang berbeda, dan
> tidak boleh dicampuradukan. Yang pertama dari kaca mata EKONOMI/BISNIS,
> kedua menyangkut segi HUKUM/PIDANA (seperti yang kini sedang disidik Polri),
> dan ketiga dari sudut POLITIS.
>
> EKONOMI/BISNIS:
>
> Lebih dari sekadar "membutuhkan dana segar", Bank Bali (BB) atau Rudy Ramli
> (RR) sebetulnya sedang berjuang "mendapatkan haknya", yaitu piutang di
> sejumlah BBO/BBKU. Jadi, Anda butuh atau tidak butuh dana segar, Anda harus
> berjuang mendapatkan kembali hak Anda -- itu prinsipnya. Dan itulah memang
> yang dilakukan BB/RR selama sekitar 9 bulan, namun hasilnya nihil. Usaha
> BB/RR bahkan sudah sampai pada titik bahwa piutang mereka positif tidak akan
> kembali karena tidak ter-cover dalam program penjaminan pemerintah akibat
> persoalan teknis (keterlambatan BDNI mendaftarkan utang itu kepada BPPN,
> dsb.)
> deleted.
>
> Salam,
>
> totot indrarto
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!