Itulah kesalahan fatal yang dilakukan sebagian partai, termasuk juga WAM,
dengan menganggap PDIP itu berisi kelompok manusia yang sebagian besar
berpendidikan rendah. 
Orang jelas-jelas itulah komposisi realita terbesar bangsa ini. Itukan sama
juga dengan memarginalkan kondisi tersebut. Sementara mereka sendiri tidak
suka pada posisi itu.

Justru PDIP yang memahami kondisi ini, yang dapat mengaspiirasi keinginan
mereka, dan mendapat hati dari mereka, yang pada perkembangan selanjutnya
juga mendapat simpati juga dari kelompok menengah dan atas dengan segala
kepentingannya, seperti mereka lakukan juga bagi partai lain.

Biar rendah dan sekecil apapun orang, hak dan kewajibannya tetap sama bung.
Yang beda adalah apresiasinya saja. Jadi jangan merendahkan mereka dulu.
Lihat dong dengan hati-nurani, bagaimana apresiasi para politikus lokal
ataupun dinegara luar, apa bagus semua ????.


> -----Original Message-----
> From: Edi Purwono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> --- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > On Fri, 29 Oct 1999, Marto Blantik wrote:
> >  
> > 
> > WAM:
> > Sementara massa partai lain dididik untuk bersikap
> > egaliter (dan
> > egalitarian adalah salah satu ciri demokrasi), massa
> > PDI-P justru dibikin
> > silau dengan _kehebatan_ keluarga Sukarno.
> >  
> > Dan, maaf, cuma orang berpendidikan rendah yang
> > silau dengan keturunan.
> > 
> 
> Kalau benar sinyalemen WAM ini, rek-arek, untung ya
> ada PDI Perjuangan. Soale, piro akehe, maksudku berapa
> banyak, sih, yang berpendidikan tinggi di negeri ini.
> Siapa sih, yang tak suka berpendidikan tinggi? Semua
> pasti suka. Tetapi, masya Allah, banyak yang tergagap
> karena tak memiliki rejeki cukup untuk memperolehnya,
> meski ada juga sebagian yang gebleg betul. Haruskah
> mereka dikucilkan untuk sama sekali tak boleh memiliki
> partainya sendiri ? Sejauh yang ia mampu bayangkan,
> seperti apa pemimpin itu adanya ?
> 
> Untung ada PDI Perjuangan, sehingga mereka terwakili,
> dan tidak menjadi sosok-sosok yang dihinakan seperti
> tulisan yang saya kutip di sini...
> 
> Lak ngunuuu, ta, cak, ning !
> 
> =====
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke