Benar juga ya....
India yang mengklaim dirinya sebagai negara demokrasi, nama
Gandhi juga turun temurun mengambil tempat di partai dan
pemerintahan.
Ah... Amerika juga dengan keluarga Kenedy, padahal mereka juga
mengklaim sebagai negara demokrasi.
Persamaan dari keduanya adalah banyak diantara mereka dibunuh
atau terbunuh ketika sedang menjadi penjabat. Bahkan keluarga
Kenedy tampaknya harus dihabisi satu per dsatu sejak awal sebelum
menapak lebih jauh.
Namun, sebelum memulai dengan proses regenerasi anak-anaknya
digelanggang politik (ada netter yang mengatakan bahwa Soekarno
telah melarang), Soekarno juga sudah dicobai untuk dibunuh
beberapa kali. Percobaan penggranatan di Cikini sih kecil, yang
agak hebat ketika sedang sholat bersama dan yang lebih hebat lagi
di berondong dengan Mig ketika sedang sidang kabinet. Kalau
meriam yang diarahkan ke Istana Negara tahun 1952 itu sih belum
sampai berbunyi.
Mungkin Keluarga Soekarno tidak sekaliber Keluarga Gandhi atau
Kenedy, namun tampaknya memang ada kesamaan-kesamaan yang bisa
dilihat.
Atau, kita perlu memberitahu keluarga Soekarno agar
tragedi-tragedi itu tidak perlu terjadi di Indonesia?
��
----- Original Message -----
From: Marto Blantik <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 29 October 1999 09:37
Subject: Re: [Kuli Tinta] PDIP ( LAGI )
----- Original Message -----
From: harman <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, October 29, 1999 10:39 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] PDIP ( LAGI )
> harman;
> Rasanya ada nama lain yang anda tidak sebutkan selain eros
jarot yaitu
> GUNTUR SUKARNOPUTRA. Dia dicalonkon dari beberapa DPD (terutama
Jawa ),
nah
> selamat ya, atas semakin jelasnya bahwa partai ini akan menjadi
sebuah
> partai keluarga yang pimpinannya tidak jauh dari Kel. Sukarno.
Salah tidak
> salah tapi saya berharap agar kata demokrasi di hapus saja
dengan
"Famili".
> Dan semakin jelas pula bahwa massa PDIP itu sangat silau dengan
gaya
> Feodalisme-nya atau memang mereka tidak ada yang PD-gitu....
>
Waduh kalo benar itu, ya keterlaluan. Ini memang problem klasik
Jawa dengan
feodalisme yang kental. Kalo sampe Guntur jadi, ya ini merupakan
kebodohan.
Moga-moga saja Eros atau yang lain, biar watak feodalisnya hilang
sedikit
demi sedikit. Atau barangkali dalam tubuh PDIP ada yang mau
menjerumuskan
PDIP agar nanti bisa rame-rame dikecam. Wallahualam. Aku simpati
pada PDIP
karena pendukung parte ini adalah kalangan bawah, dan solider
karena parte
ini dan kalangan bawah kenyang penindasan dan perlakuan tidak
adil, bahkan
dalam SU MPR pun itu terjadi. Kalo pengurusnya pinter dalam
mendidik
pengikutnya maka parte ini bakal banyak diperhitungkan di masa
depan. Tapi
kalo masih menerapkan politik dinasti, ya PDIP bakal terjebak
dalam
feodalisme yang makin memperbodoh pendukungnya.
Marto Blantik
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!