On Fri, 29 Oct 1999, Marto Blantik wrote:
 
> > harman;
> > Rasanya ada nama lain yang anda tidak sebutkan selain eros jarot yaitu
> > GUNTUR SUKARNOPUTRA. Dia dicalonkon dari beberapa DPD (terutama Jawa ),
> > nah selamat ya, atas semakin jelasnya bahwa partai ini akan menjadi
> > sebuah partai keluarga yang pimpinannya tidak jauh dari Kel. Sukarno.
> > Salah tidak salah tapi saya berharap agar kata demokrasi di hapus saja
> > dengan "Famili".
> > Dan semakin jelas pula bahwa massa PDIP itu sangat silau dengan gaya
> > Feodalisme-nya atau memang mereka tidak ada yang PD-gitu....

WAM:
Sementara massa partai lain dididik untuk bersikap egaliter (dan
egalitarian adalah salah satu ciri demokrasi), massa PDI-P justru dibikin
silau dengan _kehebatan_ keluarga Sukarno.
 
Dan, maaf, cuma orang berpendidikan rendah yang silau dengan keturunan.

> Waduh kalo benar itu, ya keterlaluan. Ini memang problem klasik Jawa dengan
> feodalisme yang kental. Kalo sampe Guntur jadi, ya ini merupakan kebodohan.

WAM:
Tidak semua orang Jawa mesti feodal. 
Amien Rais juga Jawa. Apa dia feodal?
Yang membedakan Jawa feodal atau bukan cuma faktor pendidikan.

> Moga-moga saja Eros atau yang lain, biar watak feodalisnya hilang sedikit
> demi sedikit. Atau barangkali dalam tubuh PDIP ada yang mau menjerumuskan
> PDIP agar nanti bisa rame-rame dikecam. Wallahualam. 

WAM:
Yang jelas, makin kebangeten feodalnya PDI-P, makin banyak orang yang akan
membongkarnya. Jadi, angkat saja semua keluarga Sukarno (keponakan, cucu,
mantu dsb) supaya lain kali bisa kita maki2. 

> Aku simpati pada PDIP
> karena pendukung parte ini adalah kalangan bawah, dan solider karena parte
> ini dan kalangan bawah kenyang penindasan dan perlakuan tidak adil, bahkan

WAM:
Kalau yang dizalimi itu Golkar (seperti kemarin waktu pemilu) anda
simpati nggak ya? Saya kok ragu dengan alasan anda. Bilang aja anda
simpati. Titik. Nggak ada alasannya. Sebab, kalau alasan yang sama
kemudian diterapkan pada Golkar dan anda tidak simpati, ya omong kosong
aja alasan simpati anda pada PDI-P.

> dalam SU MPR pun itu terjadi. Kalo pengurusnya pinter dalam mendidik
> pengikutnya maka parte ini bakal banyak diperhitungkan di masa depan. Tapi
> kalo masih menerapkan politik dinasti, ya PDIP bakal terjebak dalam
> feodalisme yang makin memperbodoh pendukungnya.

WAM:
Coba sebutkan, di bagian mana PDI-P diperlakukan tidak adil sewaktu
SU-MPR. Biar semua jelas. Jika yang dipakai adalah _alasan klasik_ PDI-P
(bahwa mereka telah menang Pemilu, jadi Mega harus jadi presiden), sayang
sekali, anda berpendidikan tinggi tapi tidak dikaruniai kemampuan
berfikir. Maaf.

> Marto Blantik


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke