On Fri, 29 Oct 1999, [iso-8859-1] �� wrote:

> Benar juga ya....
 
> India yang mengklaim dirinya sebagai negara demokrasi, nama
> Gandhi juga turun temurun mengambil tempat di partai dan
> pemerintahan.

WAM:
Tidak ada larangan agar satu keluarga bergerak di bidang politik. 
Yang dilarang adalah mengkultuskan seseorang. (Tapi, lihat apa yang
dikatakan mereka yang menjadi lawan politik Golkar, ketika banyak orang
bersambungan keluarga yang ada di Golkar. Lucunya, nepotisme yang sama
juga sedang dikembangkan di PDI-P. Dan nggak ada orang PDI-P yang
keberatan).
 
> Ah... Amerika juga dengan keluarga Kenedy, padahal mereka juga
> mengklaim sebagai negara demokrasi.

WAM:
Seperti kata saya, syah2 saja bagi sebuah clan untuk berkutat di politik.
Tapi, sebelum mengiyakan, kita tengok apa yang dikatakan orang pada
keluarga Suharto ketika anak2nya ikut berpolitik. Mereka pada ribut,
bukan? Tapi, kenapa keributan yang sama tidak terdengar manakala Mega dan
saudara2nya rame2 ke PDI-P? (Bahwa itu adalah hak prerogatif partai, itu
saya akui. Tapi, bukankah hak yang sama juga dimiliki Golkar?. Atau, jika
semua orang boleh mengritik Golkar, ya semua orang juga boleh mengritik
PDI-P). Berusahalah untuk menjadi seorang egaliter (yang tidak melihat
pada _siapa_ tapi _apa_ yang dikerjakan), anda akan melihat kenapa saya
selalu membandingkan dengan Golkar.

Mudahnya, kalau Golkar _mencuri_ itu dianggap salah, PDI-P yang _mencuri_
juga dianggap salah. As simple as that.

> Persamaan dari keduanya adalah banyak diantara mereka dibunuh
> atau terbunuh ketika sedang menjadi penjabat.  Bahkan keluarga
> Kenedy tampaknya harus dihabisi satu per dsatu sejak awal sebelum
> menapak lebih jauh.

WAM:
Rasanya, hanya keluarga Gandhi yang dibunuh karena alasan politik.
Sedang keluarga Kennedy (kecuali John Fitzgerald) matinya karena alasan
kriminal. 

> Namun, sebelum memulai dengan proses regenerasi anak-anaknya
> digelanggang politik (ada netter yang mengatakan bahwa Soekarno
> telah melarang), Soekarno juga sudah dicobai untuk dibunuh
> beberapa kali. Percobaan penggranatan di Cikini sih kecil, yang
> agak hebat ketika sedang sholat bersama dan yang lebih hebat lagi
> di berondong dengan Mig ketika sedang sidang kabinet. Kalau
> meriam yang diarahkan ke Istana Negara tahun 1952 itu sih belum
> sampai berbunyi.

WAM:
Buat saya, lucu juga kalau Sukarno berbuat begitu.
Ya terserah anak2nya lah, mau berpolitik atau tidak.
Soal dicoba dibunuh, itu adalah _resiko jabatan_. Bukan cuma di Indonesia
saja kepala keluarga mau dibunuh. 
 
> Mungkin Keluarga Soekarno tidak sekaliber Keluarga Gandhi atau
> Kenedy, namun tampaknya memang ada kesamaan-kesamaan yang bisa
> dilihat.

WAM:
Kesamaan apanya?

> Atau, kita perlu memberitahu keluarga Soekarno agar
> tragedi-tragedi itu tidak perlu terjadi di Indonesia?

WAM:
Beritahu saja. Itu hak anda. Saya sih nggak mau melarang2 keluarga
Sukarno untuk berpolitik.
 
> ��
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: Marto Blantik <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 29 October 1999 09:37
> Subject: Re: [Kuli Tinta] PDIP ( LAGI )
> 
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: harman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, October 29, 1999 10:39 AM
> Subject: RE: [Kuli Tinta] PDIP ( LAGI )
> 
> > harman;
> > Rasanya ada nama lain yang anda tidak sebutkan selain eros
> jarot yaitu
> > GUNTUR SUKARNOPUTRA. Dia dicalonkon dari beberapa DPD (terutama
> Jawa ),
> nah
> > selamat ya, atas semakin jelasnya bahwa partai ini akan menjadi
> sebuah
> > partai keluarga yang pimpinannya tidak jauh dari Kel. Sukarno.
> Salah tidak
> > salah tapi saya berharap agar kata demokrasi di hapus saja
> dengan
> "Famili".
> > Dan semakin jelas pula bahwa massa PDIP itu sangat silau dengan
> gaya
> > Feodalisme-nya atau memang mereka tidak ada yang PD-gitu....
> >
> 
> Waduh kalo benar itu, ya keterlaluan. Ini memang problem klasik
> Jawa dengan
> feodalisme yang kental. Kalo sampe Guntur jadi, ya ini merupakan
> kebodohan.
> Moga-moga saja Eros atau yang lain, biar watak feodalisnya hilang
> sedikit
> demi sedikit. Atau barangkali dalam tubuh PDIP ada yang mau
> menjerumuskan
> PDIP agar nanti bisa rame-rame dikecam. Wallahualam. Aku simpati
> pada PDIP
> karena pendukung parte ini adalah kalangan bawah, dan solider
> karena parte
> ini dan kalangan bawah kenyang penindasan dan perlakuan tidak
> adil, bahkan
> dalam SU MPR pun itu terjadi. Kalo pengurusnya pinter dalam
> mendidik
> pengikutnya maka parte ini bakal banyak diperhitungkan di masa
> depan. Tapi
> kalo masih menerapkan politik dinasti, ya PDIP bakal terjebak
> dalam
> feodalisme yang makin memperbodoh pendukungnya.
> 
> Marto Blantik
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke