--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On Fri, 29 Oct 1999, Marto Blantik wrote:
>
>
> WAM:
> Sementara massa partai lain dididik untuk bersikap
> egaliter (dan
> egalitarian adalah salah satu ciri demokrasi), massa
> PDI-P justru dibikin
> silau dengan _kehebatan_ keluarga Sukarno.
>
> Dan, maaf, cuma orang berpendidikan rendah yang
> silau dengan keturunan.
>
Kalau benar sinyalemen WAM ini, rek-arek, untung ya
ada PDI Perjuangan. Soale, piro akehe, maksudku berapa
banyak, sih, yang berpendidikan tinggi di negeri ini.
Siapa sih, yang tak suka berpendidikan tinggi? Semua
pasti suka. Tetapi, masya Allah, banyak yang tergagap
karena tak memiliki rejeki cukup untuk memperolehnya,
meski ada juga sebagian yang gebleg betul. Haruskah
mereka dikucilkan untuk sama sekali tak boleh memiliki
partainya sendiri ? Sejauh yang ia mampu bayangkan,
seperti apa pemimpin itu adanya ?
Untung ada PDI Perjuangan, sehingga mereka terwakili,
dan tidak menjadi sosok-sosok yang dihinakan seperti
tulisan yang saya kutip di sini...
Lak ngunuuu, ta, cak, ning !
=====
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!