----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, November 08, 1999 9:25 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Apa pesan tulisan ini?
> lain kalau programnya bung yap yang dibantu mas aswat berhasil.
> membuat bahasa inggris menjadi bahasa ke-dua di indonesia,
> yang diperkuat dengan bahasa daerah. lho, bagus kan?
> rencana saudara-saudara kita itu. mbok ya ayo sekarang langsung
> tumandang (bertindak) tak harus bertele-tele lagi saling silang
> dalam beropini dan berpendapat. seperti pesen mas hasan
> dalam bhineka bahasa bhineka bangsa itu lho. yang penting
> bikin dulu perut rakyat kenyang. bikin dulu badan rakyat berpakaian
> kumplit. bikin juga rakyat berteduh di rumah yang layak....
>
Saya bisa mengerti dengan alasan terakhir ini. Bikin dulu rakyat sejahtera,
dlsb. Dan alasan ini pula yang disebutkan dulu saat orba baru mulai. Sayang
alasan yang mulia itu tidak sesuai dengan kenyataan. Dan hasilnya ternyata
buruk. Apa kita akan mulai lagi siklus yang baru. Kenapa tidak mulai dari
sekarang, yang penting bebaskan dulu rakyat dari macam-macam ketakutan,
akuilah hak-hak rakyat, didiklah dahulu rakyat agar mampu berpikir bebas,
dalam bahasa apa pun. Dari situ pasti kreatifitas akan muncul, dan perkara
perut, sandang, papan akan mengiringi pula.
> karena dalam fahamku yang ku kirim ke bung yap dan mas aswat, bahwa
> kita harus: "to lay down our very life for the service
> > > of humanity, not only for one group or one nation or one
> >community". demi menyambut "MASA DEPAN BARU Indonesia"
> walaupun entah apa bentuk dan sisa indonesia itu nantinya.
> sesuai konsep langit lewat QS 107 dan QS 108. mudah-mudahan tidak
> menjadikan hati kisruh pesan langit ini... (*smile*) dan tidak lagi ada
yang
> mau "menthungi" aku rame-rame, agar aku tidak berkesempatan balas
> menthungi...
>
Bagiku menyambut MASA DEPAN BARU Indonesia ialah membebaskan semua
ketakutan-ketakutan termasuk ketakutan akan perbedaan, yang sedikit banyak
masih melanda Indonesia, dan menghargai hak-hak rakyat. Membebaskan mereka
dari belenggu-belenggu feodalisme. Menjalankan dengan penuh semangat sila ke
2 kemanusiaan yang adil dan beradab dan ini berarti demokratisasi.
Sebenarnya demokratisasi ini bukanlah sesuatu yang sulit karena kita sudah
punya modal yakni kebhinekaan Indonesia ini. Bagaimana pelaksanaannya ya
kita serahkan ke Gus Dur dan harus didukung sepenuhnya, karena saya yakin
Gus Dur tahu itu, kalau tidak ya dulu omongan dia di Fordem ya omong kosong
belaka.
> wassalam,
>
> mbah soeloyo
> -----------
Marto Blantik
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!