seharusnya begitu mas. pada waktu menjelang fajar
begini, seharusnya kemunculan tokoh idaman sudah
terbaca.
sayang adegan goro-goro itu terlampau panjang.
dihias degan perang kembang yang juga berkepanjangan.
karena banyak punakawan-tiban ikutan nimbrung
juga para wayang simpingan pada meninggalkan gedebog
pisang. ikut bermain di "pentas sedepa". bahkan ikut pula
menjadi penonton yang seenaknya "menyaru" sang dalang.
sebagian nekat merebut kendang, merebut rebab atau
menyaru menjadi "pesinden".
maka tak heran bila perang kembang berkepanjangan.
karena irama gamelan yang terus menerus bernada
sampkanan dan ladrangan. membangkitkan seluruh potensi
para drupiksa dan priprayangan. mengganggu dan mencegat
"tindak lajunya" sang abagus, satria idaman....
dan terpaksa ki dalang pun selalu melantunkan...
"surem surem diwangkara kinkin, guayanira sang layon...."
nuwun
Moderator ML WOJOSETO
[EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: $Bji(B <[EMAIL PROTECTED]>
> Yang menjadi masalah adalah bahwa perenungan Hanoman berbeda
> dengan perenungan Rahwana meskipun keduanya menjadi penonton.
>
> Apa "babaring lelakon" sudah dekat mbah? Jam berapa sekarang?
>
> $Bji(B
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!